Asma akut

Posted: November 16, 2007 in Asma

Asma merupakan penyakit yang sudah lama kita kenal dengan bunyi ngik-ngik atau “bengek”. Seringkali serangan asma sangat ringan berupa batuk-batuk sampai dapat mengancam jiwa. Bagi penderita asma sendiri kebanyakan sudah mengetahui pencetus serangan asma dan juga obat-obatan yang dipakai. Tetapi seringkali obat-obatan yang diminum belum cukup untuk mengurangi keluhan karena sifat penyakit asma sendiri yang berulang.asma

Untuk pasien dengan serangan asma ringan mungkin dengan minum obat-obatan makan yang dijual bebas seperti “napazin” akan memberikan kelegaan bagi pasien tersebut. Hal yang patut disadari oleh penderita asma adalah jika belum ada perubahan sesak nafas walaupun sudah minum obat-obatan tersebut, mungkin perlu segera dibawa ke rumah sakit terdekat.

Pada dasarnya pengobatan asma saat sekarang terbaik dengan menggunakan obat secara inhalasi (hirup). Obat-obatan asma terbagi atas 2 yaitu pelega (reliever)yaitu obat yang dipakai untuk mengurangi sesak nafas segera, sedangkan pengontrol (controller) bermanfaat untuk mencegah serangan (eksaserbasi). Penatalaksanaan asma bertujuan untuk mengurangi kunjungan ke gawat darurat dan meningkatkan kualitas hidup. Disamping mendapat pengobatan dari dokter paru berupa obat-obat diatas juga hal perlu adalah pendidikan dan exercise (senam asma) sehingga dengan begitu pasien mendapat penatalaksanaan yang paripurna.Semoga..

About these ads
Comments
  1. indra says:

    asma sy sudah 15 tahun. . sdah brap obat tpi msi tidak berhnti…….tlong solusix.

  2. andikacp says:

    Terima kasih pak indra atas pertanyaan..
    Hal yang penting disadari oleh pak Indra dan penderita asma umumnya adalah penyakit asma ini merupakan penyakit “kronis” yang tidak dapat dihilangkan. Maksudnya.. tidak seperti halnya penyakit infeksi..kita minum antibiotik akan hilang kumannya(penyakit), tetapi pada asma tidak bisa dihilangkan dari tubuh tetapi bisa dikendalikan.
    Dalam penanganan asma ada beberapa hal yang kita inginkan :
    1. Menghilangkan dan mengendalikan gejala asma
    2. Mencegah “eksaserbasi”(serangan) penyakit
    3. Mendekati faal paru mendekati normal
    4. Mempertahankan faal paru
    5. Menghindari efek samping obat
    6. Mencegah hambatan saluran napas yang “irreversibel”
    7. Mencegah kematian karena asma
    Sehingga dalam pengobatan yang optimal diperlukan pengobatan yang holistik(menyeluruh) yaitu kerjasama antara dokter-pasien-lingkungan.
    Saya tidak tahu bagaimana pengobatan bapak Indra sekarang dan pencetusnya apa…tetapi beberapa pencetus yang harus diketahui seperti : alergen (debu rumah, bulu binatang, tungau), stress, makanan (bahan pengawet, bumbu), perubahan cuaca, aktiviti berlebihan, perubahan cuaca, bahan iritan dan juga bau-bau yang merangsang.
    Sedangkan dalam pengobatannya sendiri seperti saya jelaskan ditulisan saya sebelumnya ada beberapa obat yang saat ini dipakai dan dalam pemilihannya kita harus mengetahui kondisi faal paru saat ini, berapa kali serangan asmanya dsb. Sehingga nantinya dapat dipilih obat yang tepat untuk kondisi pak indra..
    Sekian dulu..semoga dapat sedikit membantu..terimakasih..

  3. Bambang Pratama says:

    Dh,

    apa benar asma tidak bisa disembuhkan secara medis?

    FYI, saat ini saya sedang dirawat di RS karena serangan asma. penyakit ini saya dapat dari keturunan dan baru saya alami ketika saya berumur 23 th. keponakan saya jg ada yang mengalami sakit asma tapi itu mereka alami ketika masih balita dan sekarang sudah sembuh (tidak pernah kambuh lagi).

    selanjutnya, saya mulai kepikiran untuk membeli oksigen dan nebulizer (uap) untuk saya pakai sendiri dirumah apabila ada serangan asma mendadak tapi yang menjadi pertanyaan apakah itu bisa membantu?

    pemakaian oksigen yang murni dari tabung apa lebih baik dari oksigen yang dihirup dari alam (maklum lah…udara sudah banyak tercemar) dan sebarapa sering dan seberapa banyak oksigen yang boleh dihirup dari oksigen yang bersumber dari tabung oksigen…

    Tolong penjelasannya dan terima kasih

  4. andikacp says:

    Terimakasih pak Bambang atas pertanyaannya..
    Kalo maksudnya dihilangkan penyakitnya mugkin secara medis memang tidak bisa dilakukan..karena asma muncul sebagai kerentanan tubuh terhadap sesuatu pemicu seperti stress, debu, aktivitas berat dsb. Memang penyakit ini merupakan salah satu penyakit keturunan dan biasanya sudah menimbulkan keluhan sejak kecil. Walaupin begitu asma bukan berarti tidak mungkin baru timbul saat dewasa walaupun kasus seperti itu jarang. Banyak faktor yang mempengaruhinya seperti merokok, paparan alergen yang terus menerus, daya tahan tubuh yang menurun, infeksi dsb. Pada kasus pak Bambang mungkin saja itu merupakan asma karena ada riwayat keturunan walaupun tetap kita cari kemungkinan diagnosis lain (sebaiknya tetap konsultasi dengan dokter paru, sehingga dapat dilakukan anamnesa yang lebih dalam, rontgen paru, pemeriksaan laboratorium).
    Untuk pemakaian nebulizer dan oksigen tabung memang diperlukan pada saat serangan asma walaupun ada baiknya berkonsultasi dengan dokter mengenai cara pemakaian, dosis.Kita di Indonesia mempunyai pusat asma di Gedung asma RS.Persahabatan, Jakarta timur yang mempunyai beberapa kegiatan untuk penderita asma.
    Mengenai oksigen murni dan oksigen alam, kalau bapak dalam serangan asma memang oksigen murni lebih bagus karena kandungan oksigennya lebih tinggi (tetapi perlu diketahui bahwa pemakaiannya tetap berhati-hati karena untuk oksigen itu sendiri ada dosisnya juga). Biasa di RS berdasarkan hasil pemeriksaan lab kita dapat menentukan dosis oksigen yang diperlukan oksigen, tetapi sembari menunggu hasil lab dan serangan tidak terlampau berat mungkin O2 3-4 liter sudah cukup.
    Jadi beberapa hal yang perlu saya sarankan :
    – pastikan penyakit asmanya, kemudian tentukan derajatnya (konsultasi dengan dokter paru)
    – pastikan pencetusnya dan hindari
    – jangan merokok
    – olahraga yang bersifat aerobik

    mungkin sekian dulu penjelasan saya, semoga bermanfaat..

  5. heza says:

    untuk penyakit asma akut bagaimana cara penyembuhannya. saya sehabis marah besar selalu rebah atau pingsan apa itu termasuk efek dari penyakit asma akut ?

  6. Andika Chandra Putra says:

    Asma akut adalah asma yang mempunyai menimbulkan keluhan sesak.Kenapa saya bilang asma dengan serangan sesak karena tidak setiap saat asma akan menimbulkan keluhan. Asma nya sendiri yang paling penting adalah pencegahan dan sulit untuk dihilangkan karena berhubungan dengan faktor intrinsik dari tubuh sendiri. Sedangkan untuk penyembuhan asma dalam serangan akut diberikan obat bronkodilator (penghilang sesak).
    Mengenai pingsan jika marah besar bukan merupakan gejala asma dalam serangan akut.

  7. cristin says:

    dok..saya mau bertanya saya mempunyai penyakit alergi hawa dingin tapi hampir setiap hari saya merasakan sesak nafas meskipun tidak parah.tapi, jika sudah kumat badan saya trsa lemas,dingin,hilang kesadaran,pingsan hingga kejang apakah penyakit saya termasuk asma akut karna saya pernah membaca sebuah buku gejala tersebut termasuk gejala asma akut??
    lalu penanganan apakah yang harus saya lakukan???

  8. Andika Chandra Putra says:

    Maaf saya terlambat menjawabnya..
    Jika yang anda rasakan memang “pasti” muncul setiap hawa dingin mungkin itu memang salah satu bentuk alergi. Seperti diketahui asma sebenarnya merupakan salah satu manifestasi dari alergi dimana gejala klinis nya berhubungan dengan saluran napas. Sedangkan jika yang anda rasakan berupa lemas, dingin, hilang kesadaran bila terpapar dingin mungkin bukan gejala asma tetapi manifestasi umum alergi. Jadi harus dipisahkan asma sebagai salah satu penyakit yang berhubungan dengan alergi dengan gejala umum alergi lain seperti pingsan, dingin, gatal-gatal.
    Mengenai penanganannya..secara umum penanganan alergi adalah menghindari paparan pencetusnya.Jika pencetusnya karena makanan maka tidak boleh makan jenis makanan tersebut, tetapi sulit juga kalau faktor dingin. Tetapi diusahakan tidak sering terpapar hawa dingin. Mengenai obat..karena sifatnya kuratif (mengobati yang sudah terjadi) maka jika muncul keluhan alergi maka dapat diberikan obat anti alergi.
    Sekian dulu, mudah-mudahan sedikit membantu..

  9. Rr. Febrina Prima Sari says:

    dok, saya sekarang berusia 22 tahun. saya mnderita asma sejak SD (mungkin kelas 2). tapi dulu itu saya sesak nafas tetapi tidak terlalu sering. tapi dlm 2-3 tahun ini saya sering sekali. sedangkan saat moment ujian kuliah asma saya bisa kambuh setiap hari apalagi ditambah dg hawa dingin sekarang. 6 bulan yg lalu saya sempat sesak sampai 3 hari. lalu saya ke rsud dn dinebulaizer, tetapi justru tambah sesak. lalu diberi obat salbutamol dan methylprednisolone.sesaat langsung sembuh. tetapi tidak lama lagi saya masih sering kambuh. rencananya nanti atau besok saya mau ronsen paru2 saja. pertanyaan saya:
    1. apa asma saya itu adl asma akut?krn setiap kambuh selalu menimbulkan batuk2 dan sesak yg sangat mengganggu.
    2. kira-kira apa saja yg harus saya tanyakan dan saya cari tahu saat selesai ronsen nanti dari dokternya sbg upaya untuk mencari tahu apa yg harus saya lakukan setelahnya?

    trima kasih seblumnya.

  10. Andika Chandra Putra says:

    terimakasih mbak atas pertanyaannya..
    Seperti diketahui penyakit asma merupakan salah satu penyakit alergi atau hiperaktiviti pada saluran napas. Pencetusnya pun bermacam-macam salah satunya seperti yang mbak Roro alami seperti dingin, emosional. Tentunya untuk mencegah serangan asma disamping meghindari pencetusnya, dapat juga diberikan obat kontroler yang berfungsi mencegah serangan asma. Obat ini biasa diberikan jika sudah diklasifikasikan pada level tertentu tergantung berapakali serangan dalam 1 bulan, sering terbangun malam hari karena sesak, nilai faal paru, aktivitinya terganggu apa tidak.
    Mengenai pertanyaan anda. 1. Jika asma sudah menimbulkan keluhan dan gejala maka disebut asma akut walaupun level beratnya sangat bervariasi dari ringan sampai berat bahkan dapat menimbulkan kematian. Sebenarnya kalau untuk asma, rontgen tidak begitu bermanfaat dalam diagnostik kecuali untuk mengetahui apakah ada infeksi atau tidak yang bisa merupakan salah satu pencetus asma.
    Sebenarnya yang perlu anda ketahui adalah 1. pencetusnya dan upayakan hindari. 2. Olahraga yang teratur sehingga meningkatkan faal paru (aerobik). 3. Konsultasikan dengan dokter paru, apakah sudah perlu diberikan obat kontroler. 4. Usahakan dilakukan pemeiksaan spirometri untuk mengetahui kondisi faal paru anda.

    Sekian..semoga bisa membantu.

  11. bia says:

    apakah benar/bisa asma yang sebelumnya telah sembuh dapat kambuh kembali dan apakah ini ada hubungannya dengan stres. Apakah asma bisa berhubungan dengan penyakit radang paru-paru.

  12. Andika Chandra Putra says:

    pada dasarnya tidak ada istilah sembuh untuk penyakit asma. Tetapi “tidak mengalami eksaserbasi/keluhan” mungki lebih tepat. Jadi berdasarkan hal diatas dapat disimpulkan bahwa penyakit asma dapat sewaktu-waktu kambuh tergantung faktor pencetus. Faktor pencetus serangan asma sangat individual, bisa disebabkan faktor cuaca, debu, latihan fisik bahkan bisa disebabkan oleh stres. Mengenai hubungan asma dengan radang paru-paru (pneumonia) sangat erat sekali. Karena pada penderita asma yang tidak diterapi dengan baik dapat berkembang menjadi radang paru-paru, bahkan juga radang paru-paru sendiri dapat merupakan pencetus untuk timbulnya serangan asma sehingga dapat memperberat kondisi pasien.

    Sekian.semoga bermanfaat..

  13. intan arya paramitha says:

    dok,aku mempunyai asma akut,sudah dari kecil saya punya penyakit asma,sudah sering saya bolak balik rumah sakit,sampe saya drawat di rumah sakit,setiap asma saya kumat,berawal dari flu,radang tenggorokan,lalu batuk berdahak,banyak faktor yg bikin asma saya kumat,dari salah makan,dan kecapekan,sya skarang dalam perawatan dokter ahli paru2,dan saya dsuruh makan obat trus,apa asma saya ini bisa sembuh dok?

  14. Andika Chandra Putra says:

    Saya bisa merasakan kekesalan mbak Intan akan penyakit asma yang dideritanya. Sebenarnya ada beberapa aspek yang perlu diketahui sebagai penderita asma. Mungkin mbak Intan sudah mengetahui bahwa penyakit asma merupakan penyakit erat kaitannya dengan genetik dan environment. Artinya secara genetik, penyakit ini dipengaruhi oleh kerentanan terhadap eksaserbasi pada penderitanya. Secara lingkungan ikut mempengaruhi timbul eksaserbasi. Kalau mbak Intan tanya apakah penyakit asma akan hilang..saya katakan tidak karena memang penyakit ini berhubungan dengan genetik. Tetapi serangan/eksaserbasinya dapat kita minimalisir dengan memberikan perhatian terhadap faktor lingkugan sekitar. Sehingga beberapa pencetus asmanya dapat dihindari. Sebenarnya banyak hal sebagai faktor pencetus mulai dari debu, aktifitas fisik, hormonal, infeksi dll. Yang bisa mengidentifikasi secara tepat pencetus mbak Intan adalah mbak Intan sendiri. Identifikasi pencetus serangan asma ini adalah terpenting karena kalau kita cegah pencetusnya tentunya serangannya dapat dicegah.
    Setelah itu baru kita melangkah pada pengobatan. Pada penderita asma yang masih mempunyai keluhan lebih dari 2x/minggu, atau sering terbangun karena sesak maka baru kita berikan obat untuk dipakai tiap hari sebagai obat pencegah serangan yang lebih berat. Biasanya obat yang diberikan adalah obat steroid dengan kerja lama.
    Disamping itu juga perlu dilakukan olahraga yang bersifat aerobik yang melatih kemampuan paru dan juga otot2 pernafasan.
    Mudah2an jika semua hal tersebut dilakukan mbak Intan tidak mempunyai keluhan terhadap asma-nya.

    Wassalam.

  15. lenny says:

    dok, apakah minum kopi juga dapat menyebabkn asma??

  16. Andika Chandra Putra says:

    Terus terang saya belum pernah membaca tentang kopi sebagai pencetus asma.
    Malah sebaliknya saya membaca beberapa artikel yang memperlihatkan bahwa kopi mempunyai efek terhadap perbaikan fungsi paru terutama saat pasien mengalami serangan asma akut ringan. Hal ini disebabkan karena metabolite caffein yaitu theophylin yang mempunyai efek dilatasi otot polos saluran napas. Kandungan zat ini termasuk dalam kelas methylxanthine yang merupakan salah satu kelas obat asma. Dulu theophylin ini merupakan obat pilihan utama untuk mengurangi sesak karena asma.

  17. aziz hafids says:

    dok , bapak saya sudah 16 tahun terkena penyakit asma , jika terkena hawa dingin , debu atau bau bau yang menyengat sering sekali kambuh , tapi dulu pernah ronsen kata dokter cuma alergi saja , pertanyaan saya

    1 . apakah benar bapak saya itu cuma terkena alergi ?

    2 . obat apa yang tepat untuk menyembuhkan penyakit sesak nafas bapak saya dok ?

    sekian terima kasih …

  18. Andika Chandra Putra says:

    Terima kasih mas Hafidz..sebenarnya pertanyaan seperti ini sangat banyak sekali dan dapat dilihat di konsultasi sebelumnya.
    Mas Hafidz, sebenarnya penyakit asma itu sendiri merupakan penyakit alergi, jadi tidak bisa dibedakan ini “hanya” penyakit alergi dan asma, karena asma & alergi merupakan 2 hal yang tidak bisa dipisahkan. Kemudian untuk mengetahui penyebab sesak mungin saja dilakukan ronsen dada tetapi tidak untuk mengetahui penyakit asma. Karena dalam keadaan normal kondisi paru normal saja begitu pula jika keadaan serangan ringan, mungkin terlihat sedikit hiperlusen (kehitaman pada ronsen).
    Mengenai pengobatan asma, kita membedakan atas 2 obat yaitu obat kontroler (untuk mencegah serangan, dipakai setiap hari & tergantung derajat asmanya). dan kedua, obat reliever yaitu obat yang dipakai saat sesak (baik berupa inhalasi, semprot atau tablet).

    Untuk lebih jelasnya, saya anjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter paru ditempat anda berada karena sebenarnya dengan kontrol yang baik disertai latihan otot napas yang teratur maka serangan asma dapat dicegah.
    Demikian, semoga bermanfaat..

  19. kadalterbang says:

    dok, apakah obat hirup itu dapat menyembuhkan penyakit asma, atau hanya dpt mngobtinya sementara????? trma ksh

  20. haryo bw says:

    Mau tanya dok… waktu itu saudara saya sesak dan sempat di terapi nebul tapi kenapa bisa tambah sesak ya. Terima kasih.

  21. andikacp_blog says:

    Pak Haryo..perlu diketahui tidak semua sesak napas disebabkan oleh asma..harus diketahui penyebab dan diagnosisnya. Pada penyakit PPOK malah dengan memberikan O2 tinggi malah pasien akan bertambah sesak.

  22. andikacp_blog says:

    Pak Andre..penyakit Asma merupakan penyakit yg tidak bisa disembuhkan..hanya dapat di cegah serangan/kambuhnya dengan obat hirup. begitu juga kalau sudah terjadi serangan sesak napas nya maka dapat disembuhkan sementara dengan obat hirup.Demikian

  23. sharla says:

    dok aku punya penyakit asma dari kecil terus sekarang umur aku udh 18th dan sering kambuh tapi aku sering juga ngerasa sakit di bagian dada sebelah kiri dan detak jantung bedebar yg cepat, apa itu ada hubungannya dengan jantung dok ?

  24. andikacp_blog says:

    Mbak Sharla,

    Asma memang penyakit yg tiak bisa disembuhkan tetapi bisa di kontrol. Bahkan dengan kontrol yg baik maka serangan asmanya bisa sama sekali tidak muncul. Kontrol bukan hanya dlm bentuk obat tetapi dengan olahraga, menghindari faktor pencetus dsb.
    Harusnya anda jelaskan jantung berdebarnya saat kapan. Obat-obat asma memang menyebabkan meningkatnya detak jantung sehingga akan terasa berdebar-debar. Disamping saat sesak nafas maka nafas kita cepat serta saluran napas menyempit yg seringkali timbul nyeri dada. Demikian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s