CONSULT AND DISCUSSION

d87bcd9efd20464a
Bagi pembaca sekalian, jika ada yang mau berkonsultasi di bidang paru dan respirasi dapat menuliskan pertanyaan di ruang ini. Dengan segala keterbatasan yang saya miliki, saya akan berusaha menjawab pertanyaannya..terimakasih..

Comments
  1. X says:

    dok,akhir2 ini saya merasa bunyi mengi( kalo tidak salah ucapanya),sebelumnya paru2 saya pernah berair dok,dan kemudian dilakukan penyedotan air dari peru itu dengan menggunakan suntik. apakah paru2 saya masi bisa berair lagi,mengingat saya masi mengidap tb.
    sekian dulu pertanyaan saya,trimaksih dok

  2. jon says:

    halo Dr.andika
    saya tertarik akan masalah penyakit paru ni.
    yang saya ingin tanyakan apakah ada makanan atau minuman yang baik bagi kesehatan paru-paru??

    terimakasih

  3. Andika Chandra Putra says:

    Mengi atau bahasa kedokterannya disebut “wheezing” adalah bunyi yang timbul karena aliran turbulensi pada “pipa” saluran napas kita, biasanya gejala ini timbul pada penderita obstruksi saluran napas seperti asma, PPOK dll. Gejala ini timbul sebagai akibat tidak lancarnya aliran udara keluar(ekspirasi) melewati “pipa” saluran napas sehingga menimbulkan bunyi seperti mencicit. Pada pasien yang mempunyai mengi akan merasakan sesak napas karena perlu usaha untuk mengeluarkan napas.
    Pada kasus anda apakah pasti bunyi mengi? karena walaupun mungkin juga ada mengi tetapi sangat jarang. Bunyi mengi pada TB bisa timbul pada penderita “TB lama” yang telah ada kerusakan/sumbatan/granulasi pada pipa saluran napas. Dan bila ini terjadi anda akan merasakan sesak napas yang sering.
    Menurut analisa (kalau tidak salah!!) mungkin yang anda keluhkan itu bukan mengi. Mungkin yang terdengar melalui steteskop adalah ronki(cracle). Bunyi ronki dapat terdengar pada pasien efusi pleura (=terdapat cairan pada lapisan pleura paru). Penyebab timbulnya efusi pleura ini salah satunya karena TB paru. Selagi pengobatan TB nya tidak teratur atau tidak tuntas tetap ada kemungkinan cairan ini menumpuk. Tetapi biasanya bila sudah disedot dan mendapat terapi TB yang adekuat, cairan ini akan berkurang bahkan hilang sama sekali.
    Semoga membantu..

  4. Andika Chandra Putra says:

    Halo juga pak Jon..senang bisa berkenalan dengan anda..
    Penyakit paru banyak macamnya pak Jon..Penyakit paru yang mana anda maksudkan?..Kalau yang anda maksudkan adalah TB (Tuberculosis) paru maka secara umum makanan dan minuman yang bergizi baik untuk penderita TB. Biasanya pasien TB memerlukan makanan/minuman bergizi seperti susu, protein tinggi untuk meningkatkan daya tahannya dan meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan kuman TB.
    Begitu juga untuk pencegahan, disamping pola hidup bersih diperlukan juga makanan/minuman bergizi untuk menangkal masuk dan merajelelanya kuman TB pada tubuh kita. Kuman TB biasanya akan berkembang pada individu yang daya tahannya sedang menurun.
    Demikian dulu semoga membantu..

  5. Ibu Dwi di Purwokerto Banyumas says:

    assalamu’alaikum dr Andika Chandra, saya seorang ibu rumah tangga usia 26 tahun. setelah di vonis bahwa saya menderita TB paru Tingkat 1, saya harus minum obat secara rutin pagi, siang dan sore.pertanyaan saya,berhubung sebentar lagi bulan puasa, bagaimana saya harus mengkonsumsi obat yang siang itu dok?padahal kan saya harus puasa.Terus bagaimana solusinya? terima kasi dok atas bantuannya.

  6. Andika Chandra Putra says:

    Wasslk Wr Wb, terimakasih ibu Dwi atas kepercayaanya..
    Pertama mengenai diagnosis mungkin yang dimaksud ibu adalah TB paru Kategori 1, bukan TB paru tingkat 1. Yang dimaksud dengan TB kategori 1 adalah pasien yang baru pertamakali menderita TB dan belum pernah minum obat TB sebelumnya.
    Mengenai obat TB untuk kategori 1 ini ada 4 macam jenis obat yaitu INH (H), Rifampicin (R), Pyrazynamid (Z) dan Ethambutol (E) selama 2 bulan dan dilanjutkan HR selama 4 bulan. Memang agak susah kalau ibu minum ke-empat jenis obat tersebut sekaligus atau diselang-seling (pagi, siang, malam). Jadi kalau ibuk minum obat TB yang terpisah seperti yang saya maksud diatas maka pada bulan puasa ibuk dapat meminum obat TB tersebut sekaligus waktu sahur atau berbuka.
    Tetapi ada yang lebih mudah lagi..sebenarnya saat ini ada obat TB dimana keempat jenis obat TB diatas telah digabung menjadi satu pil. Obat ini dikenal sebagai Kombinasi Dosis Tetap (KDT) dan obat ini disediakan secara gratis dipuskesmas atau RS pemerintah kalau ibuk ikut serta dalam program pemberantasan TB yang disebut DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse).Sehingga jika meminum obat dalam bentuk ini maka ibuk hanya minum mungkin 2-3 pil 1 hari pada 2-3 jam sesudah berbuka atau sebelum sahur dibandingkan kalau yang terpisah bisa 7-8 pil 1 hari..

    Sekian ..semoga bermanfaat..

  7. Angel Esther says:

    halo dok,,
    sya Angel,,,
    Sya mau konsultasi ttg kebiasaan ayah saya yg hampir setiap hari mengkonsumsi obat amoxilin dgn ampicilin tanpa resep dokter dgn kluhan batuk dgn sdikit dahak,,
    ayah sya umurnya 55 thn, tgi 173 cm, BB 86 klo.
    prtanyaan saya,
    apakah mngkonsumsi antibiotik secara terus-mnerus ada efek sampingnya trhadap ksehatan,,,?
    Besar harapan sya agar dokter mau mmbalas konsultasi saya ini..
    Trimakasih ,,

  8. Andika Chandra Putra says:

    Terimakasih mbak Angel, tentunya anda sangat sayang sekali sama ayah anda.
    Mengenai konsumsi obat tanpa indikasi yang jelas tentunya sangat berbahaya. Kita tahu bahwa obat merupakan zat kimia yang bermetabolisme dalam tubuh dan dapat menimbulkan efek tertentu. Apalagi kalau yang dikonsumsi tersebut adalah antibiotik. Antibiotik sendiri diindikasikan untuk membunuh kuman patogen yang ada dalam tubuh si penderita. Kalau meminum antibiotik sesuai indikasi dan cara pakainya, obat ini sangat bermanfaat sekali. Tetapi kalau meminum antibiotik tanpa indikasi dan cara pakai yang tidak benar tentunya sangat berbahaya sekali.
    Bahaya yang mungkin dapat terjadi :
    1. karena minum antibiotik tidak sesuai maka berakibat obat tersebut tidak mempan lagi untuk membunuh kuman (resisten) sehingga bila suatu saat memerlukan antibiotik terpaksa meminum antibiotik lain dengan kelas yang lebih tinggi dan harganya juga lebih mahal. Tetapi perlu diketahui antibiotik itu sendiri jenisnya sangat terbatas sehingga menyebabkan pilihan dokter sangat terbatas bila pada pasien tersebut mempunyai resistensi pada banyak antibiotik.
    2. Kebanyakan obat dimetabolisme dalam hati dan ginjal. Pemakaian antibiotik yang tidak sesuai cara pakainya dapat menimbulkan kerusakan hati dan ginjal yang merupakan organ vital dalam tubuh. Kerusakan pada kedua organ tersebut pada kondisi sangat parah dapat menimbulkan gagal ginjal dan penurunan fungsi hati.
    3. menghabiskan duit untuk hal yang belum tentu ada manfaatnya. Seperti yang anda sampaikan keluhan batuk dengan sedikit dahak belum tentu diakibatkan infeksi. Banyak kemungkinan penyebab batuk beliau, bisa terjadi PPOK (diakibatkan merokok), TB, kanker paru dsb. Hampir semua penyakit paru menimbulkan keluhan batuk sehingga saya sarankan kalau sudah sangat menggangu untuk berobat ke dokter.

    sekian.

  9. aznan kodir lampung says:

    halo dok…
    dok,saya terkena tb dan sekarang memasuki pengobatan kedua dengan resep obat anadex,rimfampin 600mg,ethiflox,rhinofed,dan pil kuning(saya tidak tau namanya)..sebelumnya saya juga suda mengikuti pengobatan yang harusnya 6 bulan tapi tidak saya laksanakan karena kekurangan biaya,saya mengentikan pengobtan kurang lebih 5 bulanan,setelah itu saya terkena lagi dan kemudian melanjutkan pengobatan..dok apakah masih ada kemungkinan untuk saya sembuh secara total,apakah dari pemeriksaan check up dapat diketahui saya pernah mengidap tb,mengingat saya ingin tes kesehatan diperusahaan asing(bila saya melanjutkan pengobatan secara penuh),apakah penyakit tb dapat menular melalui hewan(anjing) karena anjing dirumah saya terkena air liur saya tepat dimulutnya..

    Atas kesediaan waktu dokter saya ucapkan terimakasih..

  10. Andika Chandra Putra says:

    Halo juga pak aznan,
    Semoga pengobatan TB kali ini pak aznar dapat berobat sampai tuntas karena kalau mengikuti aturan pengobatannya Insya Allah penyakit TB tersebut dapat sembuh. Terus terang biaya bukan alasan pak Aznan karena pemerintah melalui puskesmas telah menyediakan obat TB tersebut secara gratis alias tanpa bayar.
    Ada beberapa hal yang perlu saya klarifikasi tentang obat-obat pak Aznar minum sekarang karena pengobatannya “cukup aneh” menurut saya karena Anadex (berisi obat untuk batuk-pilek, tidak ada indikasi buat TB), Rhihofed (diindikasikan buat pilek), obat kuning (saya tidak tahu), Rifampin (berisi Rifampicin utk pengobatan TB tetapi biasanya dikombinasikan dengan beberapa obat TB lainya), Ethiflox (berisi ofloxacin, biasanya digunakan sebagai obat TB lini ke-2, artinya dipakai jika obat lini 1 sudah dipakai dan terjadi resistensi alias tidak mempan lagi). Saat ini sudah bulan berapa pengobatan ke-2 nya? berobat dengan siapa?..Mohon konfirmasinya karena kalau pengobatan seperti itu dari awal bapak jalani, kemungkinan penyakitnya tidak akan sembuh.
    Mengenai penularan melalui manusia ke anjing terus terang saya tidak mendalami. Tetapi yang pasti penularan TB itu tidak hanya melalui satu kali paparan tetapi paparan kuman TB yang berulang-ulang disertai kondisi tubuh yang rentan.
    Mengenai bekas dari penyakit TB nya, sangat tergantung dari seberapa berat penyakit TB-nya. Kalau sudah berat biasanya masih meninggalkan tanda kerusakan paru (seperti luka dikulit meninggalkan bekas luka) yang akan terlihat pada rontgen walaupun sudah tuntas pengobatannya.

    Sekian.

  11. aznan kodir lampung says:

    trimakasi dok atas balasanya….
    saat ini telah masuk bulan ke 2 pengobatanya,dan saya berobat disalah satu rumah sakit swasta internasional di daerah jakarta timur,jujur aja dok saya jadi tidak mengerti apakah saya harus menganti dokter yang lain,saya berobat kedokter penyakit spesialis penyakit dalam(SpPD ),dan banyak menguras uang tabungan saya mengingat saya adalah pasien dengan tangungan mandiri,dok sebelumnya saya juga berobat ditempat yang sama selama kurang lebih 5 bulan kemudian saya berhenti secara sepihak karena merasa sudah sehat dan ternyata kemudian beberapa bulan kemudian tubuh saya sakit lagi dan saya kembali kontrol keruma sakit tersebut dan diberikan obat untuk bulan ke 2 seperti yang pernah saya tulis,untuk obat pil kuning kalo tidak sala namanya pehaddcftr(maaf dok saya tidak bisa menulis secara tepat karena dikertas resepnya susah dibaca dan obat itu obat racik yg diminum selama 30 hari@ i kali tiap malam dgn rinfampin 600mg), dok skali lagi trimaksi sebesar-besarnya atas kesediaan dokter untuk membantu…

  12. Andika Chandra Putra says:

    terimakasih juga pak..
    Pada dasarnya pada kasus pak Aznar..idealnya sebelum dilakukan pengobatan ke-2 (kambuh) maka diperiksa terlebih dahulu dahak 3x utk pemeriksaan kuman TB disertai tes resistensi kuman TB (hasil tes resistensi ini biasanya baru bisa keluar 2 bln). Sambil menunggu hasil pemeriksaan tersebut kalau dari gejala+dahak TB juga cendrung TB paru maka kita mulai pengobatan TB. Karena bapak Aznar sudah menderita TB sebelumnya dan tidak minum obat sampai tuntas maka kita masukan dalam kategori kasus putus obat. Penderita TB kategori putus obat biasanya diberikan kombinasi obat INH, Rifampisin, Ethambutol, Pyrazinamid dan ditambah obat suntik Streptomycin.
    Mengenai obat racikan yang diberikan dokter anda di Jatinegara,terus terang saya tidak tahu. Saran saya coba komunikasikan dengan dokter anda tersebut, gali informasi dari beliau tentang penyakit anda. Dan jika anda kesulitan dalam masalah keuangan, saya sarankan berobat ke RS Persahabatan (RS Pusat Rujukan Penyakit Paru dan Respirasi) di Rawamangun. Anda dapat berobat di poli spesialis paru.
    Terimakasih..semoga bermanfaat..

  13. aznan kodir lampung says:

    terimaksi banyak dok..atas masukanya saya ucapkan banyak terimakasih.

  14. Esti nusantara says:

    Assalamualaikum dok. sebelumnya terima kasih dokter sudah meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan saya di tengah kesibukan dokter. Begini dok,ibu saya satu bulan yang lalu ada cairan di rongga pleura dan rongga perutnya. kata dokter yang menangani ibu saya,ada efusi pleura dan ascites. kemudian cairan di pleuranya di sedot dan diambil cairannya sebanyak 3.5 liter. kemudian dokter mengatakan bahwa ibu saya terkena TB extra paru,kemungkinan TB usus. ibu saya di ksh obat TB vit,rifampicin,pyrazinamid dan etambutol. setelah 2 minggu minum obat,ternyata hati ibu saya tidak kuat dengan obat TB tersebut,SGOT SGPT nya menjadi tinggi 181 dan 161,akhirnya obat tersebut diganti dgn ciprofloxacin,etambutol dan curliv plus. setelah 2 mgg minum obat tersebut,kata dokter cairan di pleuranya terkumpul kembali. ibu saya juga kesulitan bernafas. gimana dok solusinya?apakah obat yg terakhir kurang kuat melawan bakterinya?sebaiknya bagaimana apabila obat TB tetap diberikan tetapi hati tidak kuat?apakah ada alternatif lain?

  15. Andika Chandra Putra says:

    Wasslk..mbak Esti..
    Memang penyakit TB dapat mengenai berbagai jenis organ tubuh bisa mengenai kulit, paru, usus, tulang dsb. Tetapi pada prinspnya pengobatannya hampir sama. Karena keterbatasan jenis obat2 TB maka pemakaian obatnya juga hampir sama. Salah satu gejala dari penyakit TB ini adalah timbulnya efusi pleura dan ascites.
    Memang salah satu efek samping dari obat2an TB adalah terjadinya peningkatan SGOT/SGPT sebagai salah satu gejala dari insufiesiensi hepat akibat obat. Pada kasus ini kita biasanya menghentikan sementara pengobatan TB sampai terjadi penurunan kadar SGOT?SGPT, kemudian setelah terjadi penurunan kita dapat memulai lagi pengobatan TB dengan cara bertahap. Maksudnya bertahap adalah kita memulai satu jenis obat dulu dengan dosis kecil sampai mencapai dosis terapinya. Tetapi metabolisme pyrazinamid biasanya lewat hati maka biasanya tidak kita berikan.
    Mengenai obat sementara yang diberikan seperti ciprofloxacin, etambutol dan curliv plus, itu bukan untuk penyembuhan TB nya, tetapi hanya bersifat sementara saja.
    Tetapi mengenai diagnosis, perlu memikirkan kemungkinan diagnosis lain seperti tumor, karena tumor bisa juga menimbulkan gejala yang sama.
    Terimakasih.semoga membantu

  16. yadi says:

    assalamualaikum pak dokter
    terimakasih sebelumnya, umur saya 28 tahun,7 th yang lalu saya divonis dokter kira2 TBC karaena waktu itu dokter tidak menjelaskan sakit apa tetapi karena obat yang di berikan 3 macam seperti INH, Rifampisin dan yang lainya itu, tetapi karena kurang pengetahuan saya akan penyakit TBc membuat saya do, 2 tahun kemudian saya berobat ke pus kesmas dan selesai akan tetapi 2 tahun belakangan ini saya masih merasa terkadang dada dan belakang dada saya, masih terasa sakit dan sesak sampai sekarang kalau pagi mengeluarkan dahak bening yang berbentuk seperti gel bulat dan panjang.
    kemudian saya periksa kedokter dgn hasil rontgen (+) dan Bta (-), 28 th bb=53 tb=164. kmdaian diberi resep obat gabungan anti TB Rimstar (kalau ngak salah) tetapi belum saya lakukan Pengobatan, karena takut bila saya salah dalam penangan nanti kuman tb saya menjadi resistan terhadap obat .Apa benar dokter Tb bisa sembuh total dokter dan bagaiamana seharusnya yang saya lakukan?
    mohon petunjuknya karena semua ini membuat saya minder

  17. Andika Chandra Putra says:

    wassalamualaikum pak yadi..saya salut atas semangat pak Yadi..
    Mengenai TB bapak sebelumnya.. bagaimana (waktu pertama berobat di puskesmas) hasil pemeriksaan BTA ?Rontgen? begitu juga setelah diakhir pengobatan apakah diperiksakan lagi BTA dan rontgen? Karena hasil pemeriksaan sebelumnya sangat berguna bagi dokter untuk menidaklanjuti penyakit yang sekarang ini.
    Secara definisi TB kambuh adalah pasien yang pernah menderita TB dan berobat sampai tuntas dan hasil pemeriksaan terakhir BTA (-). Jika pak Yadi masuk kategori ini maka pengobatan Rimstar belum cukup karena harus ditambah dengan satu jenis obat suntik yaitu streptomycin.
    Sedangkan TB gagal : Pasien TB yang menderita TB dan telah minum obat anti TB secara teratur tetapi diakhir pengobatan hasil pemeriksaan BTA tetap positif. Jika masuk dalam kategori maka sebaiknya dilakukan pemeriksaan resistensi obat (mungkin dikarenakan resistensi obat) atau diagnosis dipastikan lagi.
    Tetapi pada kasus pak Yadi riwayat pemeriksaan TB sebelumnya saya belum tahu. Kalo berpijak dari pemeriksaan sekarang terus terang perlu pertimbangan spesialistik dikarenakan apakah hasil rontgen + sekarang ini merupakan bekas TB atau memang kambuhan. Saran saya sebaiknya pak Yadi konsultasi ke spesialis paru kemudian dilakukan pemeriksaan biakan dahak (untuk memastikan tumbuhnya kuman TB atau tidak)..
    Mengenai apakah penyakit TB bisa sembuh total?Jawaban nya iya..jika pengobatannya dilakukan secara teratur serta tidak ada komorbid lainnya..
    Sekian..semoga bisa sedikit menenangkan..Wassalam

  18. yadi says:

    terima kasih pak atas jawaban nya .
    kemarin saya sudah konsulatasi ke dokter yang lain kali ini di BP4 (balai pengobatan paru2) di jogjakarta,
    setelah dirontgen kembali ,cek BTA lagi dan di cek darah. dokter menyatakan hasilnya baik (bukan Tb kambuh) dan sakit nyeri di dada yang saya rasakan merupakan akibat luka lama diparu2 dan diberi obat BUSCOVAN PLUS di minum kalau perlu jika kemudian hari merasa sakit bisa minta lagi/beli di aptk.
    yang jadi pertayaan saya
    apa akibat bekas luka tb hanya bisa di beri anti nyeri BUSCOVAN PLUS saja dokter?
    saya jadi rada bingung dan juga senang sih dengan berita dari dokter di BP4 yang menyatakan hasilnya baik? bagaimana nih dokter?
    bagaimana menghilangkan bekas luka di paru2 mengingat setiap saya tes kesehatan di perusahaan slalu gagal pada tes kesehatan?

  19. Andika Chandra Putra says:

    Alhamdulillah..kalau hasil pemeriksaan dokter di BP4 menyatakan hanya bekas TB paru..Pada dasarnya kalau pada rontgen paru hanya terlihat kalsifikasi itu merupakan tanda bekas TB yang memang sulit hilang..seperti luka di kulit tangan tentu saja kanan akan menyisakan bekas, apalagi kalau lukanya besar begitu juga dengan kerusakan di paru kita. Salah kaprah memang kalau dibanyak perusahaan masih ragu akan kondisi pasien bekas TB, hal ini salah satunya tidak ada pengetahuan yang lengkap tentang TB itu sendiri.
    Mengenai pengobatan anti nyeri, sebenarnya penderita bekas TB tidak akan menimbulkan nyeri pada paru kecuali kalau sudah mengenai pleura karena di paru tidak ada sensibilitas nyeri. Mungkin nyeri yang dirasakan akibat batuk atau otot dsb. Kemudian BUSCOPAN PLUS mengandung Hyoscine butylbromide (untuk relaksasi otot karena spasme) dan Paracetamol (analgetik). Kalau dimaksudkan untuk penghilang nyeri masih dapat dibenarkan tetapi sebenarnya lebih banyak dipakai untuk nyeri abdomen karena tegang otot (spasme).

    Semoga sedikit membantu..

  20. yadi says:

    terima kasih banyak dok… atas semuanya . semoga tuhan membalas amal kebaikan kembali pada bapak

  21. YUDI says:

    Pak dokter mau tanya
    Saya menderita TB kategori 2 ni la ini saya minum obat obatnya, Rifampicin 600 mg, etambutol 1500 mg, izoniasid 600 mg tetapi tidak ada pirazinamid dan injeksi streptomisin apakah itu bisa sembuh setelah pengobatan 6 bulan

  22. Andika Chandra Putra says:

    Kalo Pak Yudi sudah menderita TB kategori 2 maka pengobatan standarnya harus pakai Pirazinamid dan injeksi Streptomycin. Logika nya kalau kambuh atau tidak tuntas pengobatan tentunya harus memakai obat yang lebih banyak. Untuk kategori 2 tentunya pengobatan lebih kompleks sehingga memerlukan pemeriksaan resistensi kuman TB terhadap obat-obat standar.
    Sehingga sarankan melakukan pemeriksaan secara rutin dengan dokter. Perlu anda ketahui pengobatan TB ini gratis..jadi tidak perlu anda beli sendiri..Terimakasih..

  23. Triyani says:

    Malam dok,7 bulan yang lalu saya batuk tidak berhenti,stlh saya k dktr saya dinyatakan positif TB paru,saat itu saya berobat k dktr Spd,saya diberi obat generic,entah knapa kondisi tubuh saya makin menurun smp harus diopname,saya jg sesak nafas smp hrs pakai oksigen,stelah sminggu saya boleh pulang dan anehnya smp rumah kondisi saya makin menurun smp saya terkena liver,saat itu obat utk TB distop dl dan fokus ke liver,trnyata dktr bilang saya tidak cocok dgn obat itu.stlh 2minggu saya mnm obat liver dan darah saya normal lg,sy kmbl disuruh mnm obat generic lg.apakah ada obat paten untuk TB paru,krn saya ingin sembuh tp ingin yang obatnya cocok dengan badan saya.ada lagi,bersamaan saya sakit,anak saya pun yang balita umur 2th dan 8bln dinyatakan TB paru,saya merasa sangat bersalah,mereka tertular dari ibunya sndr,sy pun msh bingung knp saya bs mnderita TB paru,kadang saya malu takut dijauhi kluarga apbl mrk tahu saya mndrita TB paru.

  24. Andika Chandra Putra says:

    Pa kabar buk Triyani..saya bisa merasakan kesedihan yang ibu alami..tapi yakin lah bahwa penyakit TB jika diterapi secara benar..Insya Allah akan sembuh..
    Sebelum saya menjawab pertanyaan ibu Triyani..perlu saya jelaskan bahwa dokter sebelum menegakkan diagnosis TB pada pasien maka pasien tersebut harus diperiksa dulu dahak/sputum, rontgen disamping juga terdapat gejala2 yang mendukung dalam diagnosis TB..Apakah ibu Triyani sudah melakukan pemeriksaan tersebut?..
    Jika sudah dan memang positif TB maka baru kita bicara pengobatan. Dalam pengobatan TB terdapat obat yang selalu diberikan INH, Rifampisin, Ethambutol dan Rifampicin. Keempat obat tersebut ada yang diberi nama dagang dan ada juga yang tidak. Pada obat diberi nama dagang dikenal juga dengan obat paten sedangkan sebaliknya yang tidak disebut obat generik. Sehingga sebenarnya antara obat generik dan obat paten tidak berbeda.
    Pada kasus ibu Triyani..kondisi yang ibu alami dikenal juga dengan Hepatitis induced TB drug. Artinya sakit liver yang terjadi disebabkan obat-obat TB yang diminum. Memang obat TB tersebut mempunyai efek samping pada liver bahkan pada sebagian orang rentan dapat mengalami Hepatitis induced TB drug seperti yang ibu alami.
    Untuk kondisi seperti ibu alami (TB paru + Hepatitis induced TB drug) maka untuk sementara semua obat TB nya distop terlebih dulu. Setelah hepatitis/penyakit liver membaik, baru kemudian pengobatan TB dimulai. Tetapi pengobatan TB nya dengan riwayat hepatitis cause drug harus dilakukan dengan cara2 tertentu. Caranya dikenal dengan desensitasi obat TB maksudnya masing-masing obat TB diberikan dosis rendah dulu sampai mencapai dosis optimal untuk pengobatan sambil diobservasi fungsi hati/liver nya. Pada pasien ini obat jenis Pyrazinamid tidak boleh diberikan lagi sangat mempengaruhi fungsi hati. Sehingga sebenarnya kondisi yang ibu alami bukan masalah obat generik atau paten. Jadi saran saya karena kondisi ibu merupakan kondisi khusus (TB dengan riwayat hepatitis karena obat) maka sebaiknya konsultasi/rawat jalan dengan dokter paru yang lebih mendalami masalah ini..
    Terimakasih..semoga membantu..

  25. kayra says:

    Ayah saya th lalu pernah mengalami flek di paru2 dan diopname. Dulu dia didiagnosa oleh dokter internis = bronkhitis.

    Hari ini adalah hari ke-5 di opname lagi dan selama ini badannya meriang, demam, meriang dst. Walaupun sudah 2 x dikasih obat antibiotik yg lebih bagus, tetep aja beliau demam-meriang gitu..

    Selain bronkhitis, sekarang ayah saya merasa pegel di punggung. Hasil MRI = AO cervical yg membuat saraf terjepit. Dokter internis menyarankan konsul ke dokter saraf.

    Saya ingin sekali ayah dirawat oleh dokter paru. Tapi ibu dan ayah ingin satu-satu, yaitu ke dokter internis dan syaraf dulu menyembuhkan demam dan meriangnya. Yg ingin saya tanyakan, apa bahaya jika ayah saya sekaligus berobat ke dokter syaraf, internis dan paru? Apakah bahaya?

    Lalu saya curiga ayah kena kanker paru karena beliau sering merokok dan minum minuman keras. Oh, ya fungsi hati dan ginjal juga tinggi. (kreatinin tinggi 1 point = 47 dari normal 46). Leukosit tinggi.

    Saya panik.

  26. Andika Chandra Putra says:

    apa bahaya jika ayah saya sekaligus berobat ke dokter syaraf, internis dan paru? Apakah bahaya?
    Jawabannya : tidak berbahaya..karena pastinya antar dokter mempunyai kompetensi keahlian masing-masing. Disamping itu perlu kerjasama yang baik antara dokter dan pasien dan keinginan anda tersebut dapat disampaikan dengan baik kepada dokter ybs.
    Mengenai kondisi ayah anda..berdasarkan apa yang anda sampaikan kemungkinan demam/meriang nya itu disebabkan oleh infeksi, bisa dilihat dengan leukosit yang tinggi. Tetapi dimana sumber infeksinya perlu dicari lebih lanjut apakah disebabkan bronkitis atau penyebab lain (saluran kencing dll). Mengenai pemberian antibiotik perlu dievaluasi melalui kadar leukosit sebelum dan sesudah pengobatan dan diobservasi tiap 2 hari. Disamping itu dilakukan pemeriksaan kultur dahak dan resistensi obat jika dicurigai penyebabnya dari bronkitis. Atau bisa juga dilakukan pemeriksaan kultur dari lokasi yang dicurigai (darah, urine)
    Sedangkan kadar kreatinin yang tinggi (apakah benar 47?)..perlu dicari penyebabnya..apakah karena infeksi saluran kencing, obat2an..
    Kecurigaan anda terhadap kanker paru cukup beralasan karena ayah anda merupakan perokok. Untuk itu perlu konsultasi ke dokter paru sehingga kemudian dilakukan pemeriksaan fisis, Ro-thoraks, CT-Scan dan pemeriksaan lain yang dirasa perlu. Tetapi untuk initial diagnosis dapat dilakukan berdasarkan Ro-thoraks.

    Sekali lagi mohon kerjasama yang baik antara anda, pasien dan dokter sehingga diharapkan memudahkan dalam tatalaksana ayah anda. Diharapkan juga komunikasi dari si dokter mengenai rencana tatalaksana pasien..

    Sekian..semoga mengurangi kepanikan anda..Jangan lupa berdoa..

  27. Djainudin says:

    selamat pagi dokter,
    akhir-akhir ini saya sering merasa,susah untuk menghela napas secara panjang,dimana saya merasa udara yang bisa saya hirup tidak maximal(napas pendek),kemudian punggung saya sering berkeringat disebelah kiri,disertai demam cuma pada malam hari,saya pernah menderita tb paru dan pernah 2kali berobat ke dokter,dimana kali pertama saya berobat selama 5 bulan kemudian tidak dilanjutkan dan pengobatan ke 2 sebanyak 3 bulan dantidak dilanjutkan,saya sepenuhnya sadar atas kelalaian pengobatan saya. Bapak Dokter yang ingin saya tanyakan apakah penyakit ini disebabkan oleh TB saya yang kambuh lagi,besar harapan saya agar Bapak Dokter untuk berkenan memberi jawaban akan pertanyaan saya ini.
    Hormat saya

    Djainudin

  28. Andika Chandra Putra says:

    selamat pagi juga pak..
    Proses pernapasan (inspirasi-ekspirasi) merupakan sistem yang komplek karena bukan hanya paru yang berperanan sebagai organ utama tetapi juga dipengaruhi oleh dinding dada, diagfragma otot perut dsb. Inspirasi (menghirup) yang kurang maksimal tentunya kita lihat dulu sebagai proses kompleks tadi. Apakah ada keluhan lain pada organ/tempat lain yang mempengaruhi tidak maksimalnya proses inspirasi sebagai contoh nyeri dada karena patah tulang costae sehingga napas jadi pendek..
    Tetapi kasus pak Djainudin..walaupun belum pasti lebih mengarah gangguan pada paru. Walaupun jarang TB paru mempunyai gejala berkeringat hanya disebelah kiri tetapi jika digabung dengan riwayat TB (apakah diperiksa dahak, Rontgen??), demam malam hari sepertinya mengarah ke TB paru. Untuk lebih memastikannya perlu pemeriksaan sputum (dahak), Rontgen (kalau bisa dibandingkan dengan rontgen waktu pengobatan I dan II) dan pemeriksaan fisik.
    Pengobatan TB paru yang tidak lengkap tentunya akan mempengaruhi hasil pengobatan, apalagi TB paru disebabkan Mycobacterium TB yang mudah resisten(kebal) terhadap pengobatan yang ada sekarang. Sehingga perlu juga dilakukan pemeriksaan tes resistensi terhadap obat TB.
    Demikian dulu pak Djainudin..semoga dapat menjawab pertanyaan..Saya ingatkan lagi berobatlah teratur dan tuntas demi kesembuhan anda..
    Wassalam..

  29. maya says:

    saya ingin mencari dokter yang bisa menjawab ke gelisahan saya karena orang tua tercinta saat ini sdg sakit sesak nafas sudah ke dokter paru tp belum ada perubahan bahkan sudah di rawat inap selama 1 minggu ortu saya terkena PPOK. obat sdh diberikan byk sekali tp kesehatan belum pulih..kasihan ortu saya

  30. deasy says:

    selamat siang dok….ayah saya baru dirawat di RS dg penyakit efusi pleura, dan sudah disedot cairan di dlm tubuhnya, tapi cairan itu tdk habis2 dan terus ada….1 botol, 2 botol setiap kali sedot dan ini sdh sedot ke 5 x nya….memang kira2 ada berapa byk cairan dlm tubuh penderita efusi pleura dok…kemudian yg ingin saya tanyakan bagaimana pengobatannya doc? apakah penyakit ini menular doc..kebetulan saya sedang hamil 3 bulan saya dengar2 wanita hamil tdk boleh mendekat karena takutnya menular…semudah itukah dik penularannya.terimakasih…mohon penjelasaanya dok

  31. Andika Chandra Putra says:

    Maaf mbak Deasy baru bisa dibalas sekarang…
    Sebenarnya efusi pleura bukan merupakan suatu penyakit. Efusi pleura hanyalah suatu simptom atau gejala dari suatu penyakit. Penyebab timbulnya efusi pleura itu sendiri bermacam-macam, bisa disebabkan oleh TB paru, kanker paru, mesothelioma dll.
    Perlu diketahui bahwa paru kita dilapisi oleh lapisan yang disebut pleura yang terdiri atas 2 lapisan yaitu pleura parietal dan visceral. Normalnya cairan diantara ruang pleura tersebut sekitar 20-30ml yang secara teratur diproduksi dan dibuang mel kel.limfe. Tetapi oleh sebab tertentu proses drainase tersebut terhambat atau produksinya sangat banyak yang menimbulkan tertumpuknya cairan tersebut diruang pleura yang disebut juga dengan efusi pleura. Cairan didalam pleura itu sendiri bermacam-macam bisa berupa darah, cairan seperti lemak dsb.
    Untuk kasus ayah anda, saya curiga penyebabnya adalah karena keganasan (kanker). Untuk itu mohon dikonfirmasi dengan dokter yang merawat ayah anda. Kalau penyebab karena kanker tentunya tidak akan menular seperti TB paru.
    Sekian..semoga bermanfaat

  32. surono says:

    Selamat siang dokter,

    Saya sudah foto thorax dan hasilnya : Pneumonia lobus medius & efusi pleura kanan.

    dan saya berobat di satu klinik kemudian diperiksa oleh satu dokter dan diberikan obat sbb:

    -Kalbutol 500mg 1×2 sore
    -Pyrazinamide 500mg 1×3 siang
    -Rifampicin kapsul 450mg 1×1 Pagi
    -Curcuma 3×1
    -Tablet warna putih dgn tulisan di tabletnya INH 300 1×1 malam
    -Tablet warna putih kecil dgn tulisan angka 6 (dgn garus bawah) 1×1 malam
    -OBH dari ITRASAL 3×2

    setelah obat habis kemudian sy dtng lg ke klinik tapi dengan dokter yg lain. setelah melihat hasil dari diagnosa yg pertama dokter ini hanya mengikuti apa yg diberikan oleh dokter pertama tanpa ada konsultasi ttg efek obat dan perubahan setelah minum obat.

    Dokter apakah obat yg diberikan oleh dokter klinik tersebut sesuai dengan apa yg saya derita.

    terima kasih dok atas waktunya

  33. Andika Chandra Putra says:

    Pa kabar pak..maaf baru bisa dijawab sekarang..
    Terus terang pak..kalau berdasarkan diagnosis radiologi (rontgen thorax) dengan obatnya tidak sesuai. Karena obat yang diberikan adalah obat TB sedangkan diagnosis radiologi adalah Pneumonia.
    Apakah sebelum pemberian obat atau konsultasi, bapak Surono ada menanyakan sakitnya dengan dokternya?.
    Terus terang saya agak sulit memberikan advis karena tidak diketahui keluhan secara detil. SEorang pasien yang diberikan pengobatan TB perlu pemeriksaan komphrensif dikarenakan pengobatan yang cukup lama.
    Kemudian jika bapak dinyatakan efusi pleura (terdapat cairan dalam rongga pleura paru), apakah cairan tersebut banyak?jika banyak maka perlu dilakukan pemeriksaan cairan pleura untuk memastikan penyebabnya disamping bisa juga sebagai terapi jika bapak Surono merasakan sesak.
    Kemudian juga apakah pak Surono telah dilakukan pemeriksaan dahak?
    Tetapi saya pikir dokternya Pak Surono mendiagnosis bapak sebagai TB paru. Pengobatan TB paru memang cukup lama sekitar 6 bulan tetapi dalam 2 bulan 1 perlu dianalisa efek samping obat dan hasil pengobatan melalui rontgen dan pemeriksaan dahak.
    Saran saya..coba berkonsultasi dengan dokternya dan memastikan diagnosisnya..perlu diingat bahwa bapak Surono yang merasakan keluhan sehingga sebagai pasien bapak wajib menerima informasi tentang penyakitnya..Jika tidak memuaskan saya saran mencari second opinion ke dokter paru. Sekian, terimakasih.

  34. surono says:

    Terima kasih pak dr.Andika atas jawabannya.

    Untuk keluhan saya sudah saya konsultasikan ke dokternya yaitu jika saya narik nafas panjang maka dada sebelah kanan saya terasa sakit, batuk saya tapi tidak berdahak dan berdarah. Jika saya bekerja terlalu lama di ruang AC maka kepala saya sakit berdenyut2.
    keluar dahak jika saya pada pagi hari setelah bangun tidur minum air putih hangat itu baru suka buang dahak.

    dari dokter cuma diberikan utk periksa LED dan hasilnya Eritrosit Sedimen Rate result 67mm.
    apakah saya perlu untuk permintaan pemeriksaan cairan dan dahak dari dokter tersebut untuk memastikan.

    karena setelah minum obat yg diberikan air seni saya menjadi berwarna kuning pekat.

    Sekali lagi saya mengucapkan banyak terima kasih atas jawaban dokter.

  35. dada sering kerasa tertusuk jarum,sama sering makan alganax efek ada gak dok,,,???

  36. novia sevtiyani rahayu says:

    maaf pak..
    saya mw tanya…
    ayah sya umur 59 tahun di diagnosis Paru-paru..
    beliau sempat di bawa ke RS sampai akhirnya beliau ingin pulang..

    untuk diketahui penyakit yang didiagnosis selama dirawat d RS adalah DIabetes, Jantung dan PAru..

    saat ini beliau diberi obat First Line seperti yang anda sampaikan..

    tetapi efeknya beliau terus saja merasa mual…
    sampai akhirnya karena terus2an merasa mual beliau tidak mau makan selama 3 hari..

    akibatnya gula darah beliau yang asalnya tinggi menjadi sangat rendah…

    saya ingin tanya dok,apa ada obat paru yang tidak menyebabkan mual..

    karena, kalau seperti ini terus penyakit paru tidak akan sembuh, penyakit lain malah muncul…

    mohon di jawab dok..
    terima kasih

  37. Andika Chandra Putra says:

    Terimkasih mbak atas pertanyaannya..
    Sebelum saya menjawab..perlu saya sedikit meluruskan bahwa Paru-paru tersebut bukan merupakan nama penyakit (diagnosis) tapi organ tubuh, yang dimaksud mungkin penyakit Tuberkulosis paru (TB paru). Begitu juga dengan jantung..mungkin bisa diperjelas penyakitnya.
    Memang hampir semua penderita TB paru yang sedang dalam terapi OAT akan mengalami mual. Tetapi jika yang dirasakan mual ringan maka dapat disiasati dengan minum obat OAT gabungan disebut juga dengan KDT (Kombinasi dosis tunggal) dimana jumlah obat yang diminum akan jauh berkurang. Atau dapat juga dilakukan dengan meminum obat OAT waktu malam hari sebelum tidur.
    Tetapi jika mual yang dirasakan sangat menganggu bahkan disertai muntah maka ada kemungkinan obat OAT menimbulkan “induced hepatitis”(gangguan fungsi hati) untuk itu perlu pemeriksaan laboratorium fungsi hati. Jika setelah pemeriksaan memang terjadi gangguan fungsi hati maka untuk sementara obat OAT dihentikan dan untuk kondisi ini saya anjurkan anda untuk berkonsultasi dengan dokter paru dalam pemberian terapi pada penderita TB dengan riwayat hepatitis drug induced.
    Sekian semoga bisa sedikit membantu..

  38. Andika Chandra Putra says:

    Maaf pak baru bisa dijawab..
    Dada terasa tertusuk jarum tersebut bisa beberapa kemungkinan diagnosis tergantung sebelah mana dada yang sakit dirasakan. Untuk memudahkan saya menjelaskan, maka secara sederhananya ada kemungkinan gangguan di paru, jantung atau bahkan hanya di otot (muscoloskeletal). Untuk lebih pastinya saya menganjurkan untuk dapat berkonsultasi dengan dokter secara langsung agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
    Mengenai pertanyaan anda tentang Alganax..saya tidak begitu paham maksudnya..apakah efek alganax terhadap timbulnya nyeri atau pada penderita nyeri boleh diberikan Alganax..mohon dapat diperjelas..
    Mengenai efek obat Alganax yang terlampau sering tentunya ada pengaruh. Alganax merupakan obat golongan benzodiazepin yaitu obat berefek depresan (penenang).
    Beberapa efek samping obat Alganax yang saya dapati dari http://www.farmasiku.com yaitu:
    Yang sering terjadi: drowsiness, kekeringan, sakit kepala ringan
    - Yang jarang terjadi: perubahan berat badan, nervousness, gangguan memori/amnesia, gangguan koordinasi, gangguan gastrointestinal dan manifestasi autonomik, pandangan kabur, sakit kepala, depresi, insomnia tremor
    - Seperti benzodiazepin yang lain, dapat terjadi: stimulasi, agitasi, kesulitan berkonsentrasi, konfusi, halusinasi, peningkatan tekanan intraokular
    - Pernah dilaporkan pada penggunaan benzodiazepin ansiolotik, seperti : distonia, iritabilitas, anoreksia, fatique, gangguan bicarajaund/’ce lemah otot, gangguan libido, irregularitas menstruasi, inkontinensia, retensi urin dan abnormal fungsi hati.

    Sekian..semoga bisa membantu..

  39. ummu sumayyah says:

    dokter, umur saya 29 tahun.semalam baru ke dokter radiologi dan dinyatakan bronchitis. tapi yang aneh, setiap batuk, kepala rasanya sakit sekali. badan juga demam. ada teman yang menyarankan untuk pemeriksaan sputum. kira2 biayanya berapa? dan di poli mana?
    obat yang mesti saya konsumsi apa?

  40. Andika Chandra Putra says:

    pa kabar..
    sakit kepala waktu batuk..merupakan gejala umum suatu penyakit disamping juga disebabkan karena peningkatan tekanan waktu batuk sehingga bisa menimbulkan sakit kepala.
    Pada penyakit bronkitis memang diserta gejala demam, batuk disertai kadang berdahak mulai keputihan sampai warna kehijauan. Pemeriksaan sputum dibolehkan saja tetapi untuk mengkonfirmasi apa ? karena pemeriksaan sputum bukan hanya untuk memeriksa TB paru saja.
    Dokter akan menganjurkan pemeriksaan sputum untuk mengkonfirmasi diagnosis kerja. Gejala-gejala yang anda sampaikan bukan hanya muncul pada bronkitis. Untuk itu perlu diterangkan secara lebih spesifik mengenai gejala2-nya.
    Mengenai pemeriksaan awal anda dapat memeriksan terlebih dulu dengan dokter umum.
    Sekian ..terimakasih..

  41. Santi says:

    Selamat siang dok,
    Saya santi berumur 28 tahun. Saya telah melakukan operasi tb kelenjar 3 bulan yang lalu. dan sekarang sya masih mengkonsumsi obat secara teratur.kata dokter sampai dengan 6 bulan. sewaktu saya kontrol saya tanyakan ke dokter kenapa klo malam hari hidung saya sering tersumbat dan dada agak panans, biasanya pagi harinya saya batuk2 kecil dan mengeluarkan dahak bening berupa gel. kata dokter itu gpp. tapi saya takut karena kan sudah di operasi kenapa masih keluar gel itu. setelah operasi memang ada perubahan pada berat badan saya nai, dan badan tidak lemas.
    1. Kata dokter Tb kelenjar tidak menular, apakah itu benar dok
    2.APakah dahak berupa gel itu ada hubunganya dengan penyakit TB kelenjar ato TB paru? karena saya takut kalo menular ke anak saya..

    Sebelunya saya ucapkan terima asih, mohon kejelasannya.

  42. Andika Chandra Putra says:

    Maaf mbak Santi..baru bisa dibalas sekarang..
    Pada dasarnya memang penyakit TB kelenjar tidak menular secara langsung atau droplet. Tetapi penyakit TB kelenjar sendiri sangat erat kaitannya dengan TB paru maka banyak dokter juga memeriksakan apakah ada TB paru atau tidak, yang diskrining melalui wawancara (keluhan) dan pemeriksaan rontgen dada. Apakah mbak Santi sudah melakukan pemeriksaan rontgen dada?Kalau belum saya anjurkan untuk dilakukan pemeriksaan tersebut.
    Mengenai gel..apakah yang dimaksud adalah dahak kental?..Jika iya tentunya ada hubungan dengan TB paru, apalagi kalau mbak Santi juga ada keluhan batuk yang lama.
    Untuk TB kelenjar sendiri biasanya memerlukan pengobatan yang cukup lama dengan memakan regimen anti TB selama 9-12 bulan.
    Sekian ..semoga memberikan sedikit pencerahan.

  43. suzi says:

    asalamualaikum dr.andika, saya seorang peremuan berumur 25 tahun..10 bulan belakangan ini saya mengalami dahak yang terkumpul banyak di tenggorokan, tidak ada reflek batuk hanya di “grok” kan saja sudah keluar kira2 1 minggu yang lalu dahak tersebut bercampur darah namun sedikit dan hanya 3 kali saja dengan rentang waktu yang berbeda,punggung kanan terasa pegal bukan nyeri,bb saya tidak turun justru naek, sesak nafas tidak ada, ayah saya meninggal 4,5tahun yang lalu karena kanker paru dan saya bukan perokok. saya sangat takut memeriksaan diri ke dokter spesialis paru, apakah dari gejala yang saya alami bisa ke arah kanker dan dengan pemeriksaan apa saya bisa tau untuk deteksi kanker?apakah dengan ct scan akan membantu?ct scan yang seperti apa yang membantu deteksi kanker??trimakasih atas jawabannya..

  44. Andika Chandra Putra says:

    Wasslk..mbak Suzi..
    Dahak atau sekret merupakan gejala umum pada banyak penyakit paru. Berdasarkan karakteristik dari dahak tersebut kadang-kadang kita dapat menduga penyebabnya contohnya jika dahak berwarna kehijauan bisa disebabkan oleh proses infeksi atau contoh lain dahak yang berwarna seperti campuran pink bisa disebabkan oleh edema paru.
    Kanker merupakan penyakit multifaktor, bisa dipengaruhi oleh rokok, genetik, paparan rokok pasif dll. Walaupun belum pasti tapi saya menduga penyebab dahak tersebut bukan karena kanker. Ada beberapa alasan :anda usia muda (agak jarang kanker paru pada usia muda), tidak perokok (wanita perokok lebih rentan timbul kanker paru), biasa pada kanker paru berupa batuk dengan darah2 segar, disertai penurunan BB.
    Untuk kanker paru, CT Scan dada sangat membantu dokter dalam menganalisis penyakit tersebut.
    Untuk lebih pastinya saya sangat menganjurkan anda memeriksakan diri ke dokter paru yang selanjutnya dapat kemudian dilakukan rontgen dada.

  45. suzi says:

    trimakasih atas jawabannya dr.andika
    saya cukup lega mendapat jawaban seperti itu, tapi saya pernah membaca artikel bahwa kanker bisa saja terjadi pada usia 20an namun jarang tapi tidak menutup kemungkinan untuk terjadi pada saya bukan? apalgi saya memiliki faktor genetik untuk terjadinya kanker…

  46. eka widya saharri says:

    Sore dok,
    saya eka…
    saya hanya ingin menanyakan apakah efusi pleura itu menular dok?
    lalu dgn cara apa penyakit ini bisa menular?
    trimakasih.

  47. rhinoo says:

    dok kalo mau operasi/sedot tb kelenjar yang ada di leher itu mahal ga sih ?? saya takut tidak mempunyai cukup uang.

  48. emalita says:

    Assalamualaikum dr…semoga dokter berkenan menjawab pertanyaan saya….
    tahun 2005 saat saya hamil 7 bulan saya didiaknosa menderita TB, setelah minum obat TB 3 bulan saya melahirkan dan saya berhenti minum obat karena ketidaktauan saya (saat itu batuk saya sudah berhenti dan berat badan sudah naik),setahun kemudian saya kembali batuk dan setelah cek ronsen hasil TB Lama aktif BTA (-) sudah cek BTA 2 kali,saya kembali melakukan pengobatan TB dipuskesmas selama 9 bulan, setelah selesai pengobatan dan cek BTA (-) ronsen “TB lama ada perbaikan”, dokter puskesmas menyatakan saya telah sembuh.oktober 2009 saya melahirkan anak kedua,saat anak saya berusia 2 bulan saya mengalami sesak napas sampai2 tidur sambil duduk setelah itu saya batuk terus menerus, setelah periksa ronsen kembali hasilnya TB Lama aktif setelah itu saya cek BTA hasilnya (-), saya melakukan pengobatan TB lagi selama 6 bulan (selesai tgl 15-10-2010) tetapi batuk saya tidak berkurang malah sekarang lebih sering sesak, dan berat badan saya drop turun terus terakhir nimbang 43kg sebelumnya 57kg, menurut dokter pengobatan apa lagi yang harus saya lakukan terutama untuk menyembuhkan batuk dan sesaknya (karena saya sangat tersiksa) kalo saya mau berobat ke RS persahatan harus berobat kebagian apa? mohon jawabannya

  49. Andika Chandra Putra says:

    Wassalamualaikum Wr Wb,
    maaf buk Emalita..saya terlambat sekali dalam menjawab pertanyaannya..sekali lagi maaf..
    Kalau berdasarkan riwayat penyakit yang diceritakan..saat ini mungkin ibu tidak menderita TB lagi..terbukti dari beberapa pemeriksaan dahak BTA yang hasilnya negatif..untuk hasil rontgen kemungkinan lesi bekas TB nya kadang-kadang mis diagnosis sehingga dicurigai TB aktif (tetapi harus dilihat dulu hasilnya.)
    Untuk kondisi ibu Emalita ada beberapa diagnosis saya curigai yang perlu pemeriksaan lebih lanjut…diantaranya Sindroma obstruksi paska TB (yaitu suatu kumpulan gejala yang diderita pada pasien bekas TB disebabkan oleh kerusakan jaringan parenkim paru sehingga terjadi penyempitan saluran napas), bisa juga karena kelainan jantung (Hipertensi pulmonal, Hipertrofi jantung atau malah gangguan pompa jantung) atau bisa juga kanker paru (walaupun kemungkinan ini kecil..)
    Untuk pengobatan/pemeriksaan lebih lanjut..saya sarankan ibu ke bagian paru dan jantung..
    Mohon maaf jika kurang memuaskan..terimakasih..semoga ibu Emalita dapat beraktifitas seperti sedia kala..amin

  50. Andika Chandra Putra says:

    Pada dasarnya tidak semua TB kelenjar dilakukan operasi..ada baiknya dilakukan pengobatan TB terlebih dahulu dimana pasien akan makan obat kombinasi TB selama 9-12 bln..Setelah melalui pemeriksaan dan follow up maka biasanya TB kelenjar akan menghilang, baru apabila belum ada perubahan dilakukan operasi (walaupun memerlukan pemeriksaan lebih lanjut) Untuk biaya saya rasa jika dilakukan di RS pemerintah dan memakai asuransi maka biaya tidak terlampau mahal..mengenai detil harga mohon maaf saya tidak tahu.

  51. Andika Chandra Putra says:

    efusi pleura hanyalah sebuah symptom dari banyak penyebab penyakit..diantaranya TB paru, kanker paru, gagal jantung dan banyak lagi. Jadi efusi pleura tidak akan menular kepada orang lain..kalau yang dimaksud adalah efusi pleura karena TB, karena penularan TB tidak melalui cairan tetapi melaui droplet (kontak batuk,). Sekali lagi efusi pleura tidak menular..tetapi penyebabnya seperti TB bisa menular. Tetapi efusi pleura yang disebabkan oleh penyakit lain maka umumnya tidak menular.
    Demikian .semoga bermanfaat..

  52. fengki says:

    assalamualaikum……….. saya laki – laki umur 23 tahun. 25 hari yang lalu saya mengalami meriang selama 5 hari diakibatkan suhu udara yang dingin, batuk tapi tidak sering dan berdahak sedikit. sesak nafas.
    kemudian pada keesokan harinya saya bekerja di tempat yang berdebu mengalami batuk berdahak dan keluar darah sedikit.
    kalau tidur telentang air ludah berubah warnanya menjadi merah muda.
    lalu saya meeriksakan diri kesalah satu dokter umum katanya paru paru anda ngeflek dan harus di rontgen dulu.
    lalu saya rontgen dengan hasil bronkitis tetapi kata dokter tersebut saya kena tbc, hanya dengan melihat hasil rontgen tersebut tanpa melalui tes dahak (bta).
    kamudian saya di beri obat batuk, vitamin dan obat tb tanpa mengetahui komposisi obat tb karena diracik menjadi satu.
    obat tb sudah saya konsumsi telah 20 hari. sekarang saya sudah baikan, tidak batuk dan sesak napas.
    namun saya bingung kenapa hasil rongten dan dianosa dokter tersebut berbeda, lalu saya memutuskan untuk berobat kembali ke dokter spesialis paru yang baru, saya di rontgen kembali dengan hasil tetap bronkitis dan kata dokter spesialis paru saya kena bronkitis bukan tbc, saya disuruh ga’ boleh minum obat tb itu lagi.
    yang mau saya tanyakan
    1. seandainya suatu saat nanti saya kena tbc(semoga jangan) karena baru pertama kali ini saya minum obat tb karena saya sekarang sudah tidak minum obat tb tadi.. apakah bakteri tbc sudah sudah resisten ?

    2. saya ingin melakukan tes dahak di puskesmas. seandainya hasilnya bta (+) (semoga jangan) tetapi hasil rontgennya bronchitis.apakah saya menderita tbc?dapatkah bisa sembuh total dan jenis obat maupun perawatannya lebih dari 6 bulan ga”?

    3.di puskesmas apakah ada pengobatan lini ke 2 dan kata teman saya bronchitis bisa berubah menjadi tbc?

    4. bronchitis berbahaya atau tidak?

    Mohon maaf terlalu banyak Tanya.

    Wassalam wr wb

  53. Andika Chandra Putra says:

    Wassalamualaikum Wr Wb,
    Dear Pak Fengki..terus terang dokter umum tempat melakukan pemeriksaan…seharusnya tidak melakukan hal seperti itu..Terus terang untuk symptom batuk apalagi disertai dahak berdarah..banyak dokter akan langsung berpikir penyebabnya adalah TB..Padahal dalam melakukan diagnosis ada langkah2 yang perlu dilakukan /dipikirkan si dokter. Untuk kasus pak Fengki dimana secara klinis tidak begitu jelas TBnya juga batuk yang kurang dari 2 minggu secara protapnya dokter akan memberikan obat antibiotik disertai obat batuk..baru biasanya jika batuk belum ada perubahan ..dokter menganjurkan dilakukan pemeriksaan rontgen serta pemeriksaan daha. Terus terang saya lebih curiga anda menderita Bronkitis..walaupun perlu pembuktian lebih lanjut..
    Mengenai pertanyaan anda..
    1. Terus terang sulit menjawab pertanyaan anda ini karena tidak ada seorang pun bisa memastikan kuman TB akan langsung resisten obat TB kecuali kalau anda memang sudah tertular kuman TB yang resisten obat2 TB. Walaupun belum ada jangka waktu pasti mengenai kapan kuman TB yang akan resisten juga di stop…tetapi pada banyak literatur dinyatakan pemberhentian setelah 2-3 bulan dapat menimbulkan resistensi obat TB..walaupun banyak faktor yang mempengaruhi..
    2. Jika hasil dahak BTA(+) maka kita lebih curiga anda menderita TB..disamping juga ditunjang dengan gejala dan rontgen.
    3. Setahu saya untuk pengobatan lini ke-2..belum semua puskesmas menyediakan..Biasanya untuk penderita TB dengan resistensi obat TB akan dirujuk ke RS rujukan..
    4. Bronkitis adalah infeksi saluran nafas atas yang kebanyakan disebabkan oleh virus dan kadang2 oleh bakteri. Jika daya tahan tubuh anda bagus biasanya tidak begitu berbahaya. Kebanyakan pengobatan hanya bersifat simptomatis dan suportif. Tetapi bagi penderita bronkitis dengan komorbid yang lain seperti PPOK, orang tua, bayi. maka penyakit ini bisa berbahaya..

    Demikian..semoga bermanfaat..

  54. eta says:

    assalamu alaikum dr chandra… saya wanita umur 19 tahun..saya ingin membaritahu tentang keluhan yang saya alami mohon jawaban dan saran2nya buat saya….saya sering mengalami sesak nafas pada waktu di tempat yang pengap dan sirkulasi udaranya sempit.kemudian saya juga sering mengalami nyeri dada hebat ketika saya tidur di kagetkan atau oada saat kedinginan.. di sertai tremor yang kueras sampai kadang nafas saya kayak gak nyampek ke paru2… trus saya juga pernah melakukan rontgen thorak itu kalo saya lyt sendiri ganbar paru-paru saya gak bisa bersih malah transparan trus kaya ada belang belangnya gitu tp gak lurik.belangnya itu bulet-bulet kaya bolong-bolong gitu loe dok.. tapi gag ada cairannya sebenarnya apa yang saya alami dokter??? sementara saya berada di antara orang2 perokok bapak saya pacar saya kaya hampir semua cowok2 dalam keluarga saya itu merokok..sedangkan saya sendiri gak betah dengan asap rokok.karena setelah saya menghirup asap rokok pasti saya susah nafas trus sehari atau dua hari kemudian tenggorokan saya sakit buat nelan dan berbicara.. sebenarnya apa yang saya alami dokter???? trus bagaimana cara menghentikan keluarga saya yang perokook juga pacar saya.. kalau dengan di bilangin saja sudah tidak mempan.. munkin kalau saya mengalami sakit yang tidak memperbolehkan saya dekat-dekat dengan asap mereka mau berhenti ya dok… mohon dokter mau menjawab dan memberikan masukan mengenai keluhan yang saya alanmi.wassalamu’alaikum dan terimakasih.

  55. irha says:

    asalamualaikum wr.wb
    saya ira,,saya ingin menanyakan apakah kanker paru
    -paru stadium 3 masih bisa di obati?,karna saya memiliki teman yang menderita kanker paru-paru stadium 3,dia pernah bilang bahwa dia biasanya batuk darah,saya mohon jawabannya dok..
    terima kasih..

  56. citra says:

    asallamualaikum wr wb,,
    dok saya mempunyai teman yang di diagnosa penyakit kanker paru paru stadium 3,,dia sering bilang bahwa dia sering batuk darah,saya hanya ingin menanyakan apakah kanker stadium 3 masih bisa di sembuhkan?
    tolong jawabannya yah dok,,
    wassalam wr wb.

  57. Andika Chandra Putra says:

    Wassalamualaikum Wr Wb,

    Berdasarkan klasifikasi TNM staging dari International Lung Cancer Staging system maka kanker stadium 3 terbagi atas 2 yaitu stadium IIIA dan IIIA. Yang membedakan antara kedua stadium 3 tersebut adalah ukuran tumor serta pembesaran kelenjar limfe yang disebabkan kanker paru. Disamping perbedaan ukuran dan pembesaran kelenjar limfe tersebut , maka penatalaksanaannya juga sedikit berbeda dimana untuk stadium IIIA masih sering dilakukan operasi sedangkan untuk stadium IIIB operasi sangat jarang sekali dilakukan. Untuk stadium IIIA median survivalnya kurang lebih 18 bulan tetapi jika dilakukan operasi akan mempunyai survival yang lebih lama. Sedangkan untuk stadium IIIB maka lama survivalnya lebih pendek yaitu kurang lebih 8 bulan. Walaupun begitu untuk kebanyakan kanker paru akan dilakukan multimodaliti treatment yaitu penggabungan beberapa teknik terapi seperti kemoterapi, radiasi bahkan molekular target terapi.
    Pada kasus kanker paru memang sering sekali terjadi batuk darah walaupun jarang timbul masif (banyak) biasanya hanya sedikit-sedikit tapi sering kecuali jika terjadi erosi pada pembuluh darah besar maka dapat terjadi batuk darah yang banyak.

    Demikian..semoga bermanfaat.

  58. FIRDAN says:

    Saya baru MCU di kantor..dan hasil utk fto rontgen sbg berikut :

    COR :NORMAL
    Pulmo :Fibrotic Suprahilar kanan
    KP LAMA

    saya memang pernah kena TB & sudah pengobatan sampai selesai..& sudh dinyatakan clear..tapi ko hasil MCU saya begini ya..??
    Dan saya di sarankan utk tdk melakukan kontak berulang dgn penderita TB..jadi apakah saya masih TB atau sudah sembuh..?Apakah klo pun sudah sembuh,paru tdk bisa kembali normal & normal ketika di rontgen..
    Mohon pencerahannya..thanks..

  59. bungaa says:

    ass…
    dok.. saya suka bersin-bersin (pilek) di pagi hari.. kalo kena debu juga bisa buat saya bersin-bersin.
    saya pernah tanya dokter spesialis paru yang mengajar di kampus saya, kata beliau itu tidak apa2, hanya alergi udara dingin. betulkah??
    lalu saya jg ingin tanya, kok kalo pagi-pagi, habis bangun tidur gitu, tenggorokan saya udah pengen ngluarkan dahak, nah dahak saya itu warnanya kehijauan dok.. apakah dahak orang yg kehijauan selalu TB paru?? saya takut dok… =(
    tapi saya tidak batuk-batuk, batuk jarang, tidak terus menerus..
    yang saya khawatirkan hanya dahak yang saya keluarkan kok warnanya begitu..??
    tapi kalau hari sudah siang, saya gak pilek lagi dan kalau meludah, dahaknya tidak adaa.. (hanya seperti liur).. bagaimana dok??
    mohon segera dibalas, saya takut sekali dok.. terimakasih..
    wass..

  60. Andika Chandra Putra says:

    Wassalamualaikum Wr Wb,
    Membaca apa yang mbak Bunga sampaikan saya memang menduga ini adalah Rhinitis alergi. Rhinitis alergi adalah suatu penyakit pada hidung yang timbul setelah paparan alergen yang dapat menimbulkan peradangan mukosa hidung. Seperti diketahui banyak penyebab alergi pada seseorang diantaranya faktor genetik serta enviromental factor. Tetapi saat ini diketahui bahwa rhinitis alergi yang prosesnya bisa menyerupai asma mempunyai faktor penyebab yang bersifat komplek. Artinya tidak ada singel faktor yang bertanggung jawab terhadap penyakit ini.
    Menurut saya ,apa yang anda sebut dahak , mungkin bukan berasal dari paru atau tenggorokan. Bisa jadi itu adalah post nasal drip yaitu cairan encer yang berasal dari hidung yang kadang kala sulit dibedakan dengan sekret dari paru. Post nasal drip ini sering timbul pada pasien yang menderita rhinitis alergi terutama pada saat serangan.

    Untuk penatalaksanaan lebih lanjut terhadap rhinitis alergi nya saya sarankan berkonsultasi dengan ahli THT.
    Demikian semoga bisa mengurangi keresahan anda.

    Hiroshima,20101216

  61. ady yuan says:

    terima kasih dok,,atas masukannya,,
    paling tidak,sedikit meringan kan kekawatiran saya,

    semoga sukses belajar nya dok,

    wassalam,,

  62. Dade T says:

    dok, gmn ya caranya memanipulasi hasil foto rontgen?
    soalnya adik saya mau tes seleksi karyawan BUMN, dan memang sebelumnya dia pernah terkena TB dan melakukan pengobatan (>6bln)… namun dia kwatir hasil foto rentgen yg merupakan bekas TB itu dianggap TB aktif…
    mohon pencerahannya ya dok…thx

  63. Andika Chandra Putra says:

    Setau saya tidak ada cara untuk memanipulasi hasil rontgen. Memang dilema..karena hal ini terjadi karena cap yang salah terhadap TB. Gambaran bekas TB pada rontgen yang diibaratkan seperti jaringan parut pada bekas luka di kulit, yang kadang2 jika penyembuhannya sempurna dan lukanya kecil tidak menimbulkan bekas luka yang kentara. Begitu pula dengan TB paru.
    Stigma gambaran bekas TB ini sudah begitu melekat pada masyarakat yang kadang2 dokter pun ikut2an dalam memberikan penilaian hasil rontgen yang hanya gambaran bekas TB sebagai sesuatu yang berbahaya. Walaupun sebenarnya dokter paru kerja sudah merekomendasikan bahwa gambaran bekas TB bukan sesuatu yang perlu dikhwatirkan.

  64. Andika Chandra Putra says:

    Gambaran rontgen pak Firdian hanyalah suatu gambaran bekas “luka” di paru karena penyakit TB paru sebelumnya. Hal tersebut bukan sesuatu yang perlu ditakutkan. Memang gambaran bekas TB tersebut dapat terlihat di rontgen dan kadang sulit untuk kembali pulih normal sepertisedia kala.

  65. sandra says:

    dok, ibu saya ada batuk2 kecil tapi jarang dan dadanya sakit.kemarin sdh rontgen thorax.hasilnya :

    - sinus,diaphragma = normal
    - cor membesar, elongatio aorta
    - kedua hili normal
    - paru vasculer normal,tak ada infiltrat/bendungan
    - kesan = kardiomegali
    paru tak dicurigai proses spesifik aktif

    yang mau saya tanyakan, apa artinya hasil thorax itu?
    terima kasih banyak dok

  66. Andika Chandra Putra says:

    Maksud dari hasil rontgen dada ibu anda menyatakan bahwa terjadi pembesaran jantung yang sudah menyebabkan terjadi perubahan posisi dari pembuluh aorta. Secara umum kelainan ada di jantung tetapi tidak ada kelainan yang ditemukan di paru baik kelainan primer dari paru atau akibat kelainan jantungnya..

    Sekian..semoga sedikit membantu..

  67. sandra says:

    makasih dok.saya mau tny apa itu berbahaya dok?dokter disini jg bilang jantungnya agak bengkak.pembengkakan jantungnya disebabkan apa ya dok?

  68. nisa says:

    Dok, mohon pencerahannya. Saya perempuan usia 26 tahun. Saya sudah kira-kira sebulan ini batuk ga sembuh-sembuh. Pada minggu pertama saya batuk, saya diberi obat oleh dokter dan amoxicillin. Berhubung belum sembuh, saya kembali ke dokter dan diberi obat sekaligus antibiotik yang lain. Pada minggu ketiga saya merasa sudah baikan. Badan terasa lebih sehat, batuk hanya sesekali saja dan ringan. Tapi pada minggu keempat batuk saya kambuh lagi. Saya memutuskan untuk ganti dokter. Setelah melihat keadaan saya (mulai minggu kedua hingga keempat batuk saya relatif ringan, sesekali dan berdahak sedikit serta tidak demam, kondisi paru-paru waktu dicek pake stetoskop juga katanya bagus), dokter memutuskan untuk memberi obat batuk dan antibiotik dulu. Tapi ternyata batuknya belum sembuh juga.
    Akhirnya dokter menyuruh saya untuk rontgen thorax dan tes BTA. Waktu tes BTA dahak saya ga bisa keluar, sehingga belum jadi dilaksanakan.
    Sedang untuk hasil rontgen nya, ada keterangan “KP minimal dengan chronic bronchitis”.
    Maksud dari kalimat tersebut apa ya, dok?
    Kata dokter saya, saya dicurigai terkena TB dan saya dikasih rekomendasi untuk tes BTA (yang pertama belum jadi) dan tes darah.
    Apa betul saya ada kemungkinan terpapar TB? Saya takut sekali dokter, padahal saya sekarang juga sedang program hamil.
    Jika benar saya positif TB, apakah program hamil saya harus dihentikan sementara?
    Apakah ada efek dari obat-obatan TB terhadap anak saya kelak?
    Mohon pencerahannya, dokter.
    Terima kasih.

  69. Andika Chandra Putra says:

    Maaf buk Nisa baru bisa balas sekarang..
    Mengenai hasil rontgen tersebut memang dinyatakan anda dicurigai menderita TB paru. Berdasarkan apa yang anda sampaikan memang sesuai prosedur pada penderita batuk > 2minggu kemungkinan TB harus kita perhitungkan. Diagnosis pasti TB paru memang berdasarkan pemeriksaan dahak BTA tersebut, dimana jika terbukti positif maka anda akan didiagnosis TB paru, disamping rontgen paru juga menyokong diagnosis tersebut. Jika belum dapat dilakukan pemeriksaan sputum BTA maka dapat dilakukan pemeriksaan dengan PCR sebagai alternatif (tapi bukan pemeriksaan yang standar dan juga tidak semua RS bisa melakukan pemeriksaan ini).
    Berdasarkan “evidenve” sekarang maka pengobatan TB tidak mempengaruhi kehamilan bahkan pengobatan TB pada kehamilan mempunyai obat-obat yang sama dengan pasien yang bukan hamil dengan sedikit modifikasi pada obat Pyrazynamide.

    Sekian..terima kasih..

  70. fais says:

    salam kenal dokter chandra,

    saya fais, usia 25 tahun dari surabaya. sudah lebih dari satu bulan saya sakit batuk dengan keluhan jika saya tarik nafas dalam/batuk terasa sakit di dada kanan bawah (bagian samping) saya. dan setiap bangun pagi saya selalu batuk-batuk dan terasa sakit di bagian dada kanan bawah (bagian samping). saya sudah ke dokter, tes TB, dan foto thorax. hasilnya

    TB : negatif
    cor : besar dan bentuk normal
    pulmo : tampak fibrokalsifikasi di suprahylar kanan
    sinus : kedua sinus prenicocostalis tajam
    kesan : KP lama

    oleh dokternya saya dikasih obat levofloxacin 500g dan obat batuk bentuk kapsul. sampai obatnya habis, rasa sakit di dada kanan bawah (bagian samping) masih terasa saat tarik nafas dalam/saat batuk dan batuknya sudah berkurang. yang saya tanyakan, apa arti dari foto thorax saya itu dok? dan sebaiknya apa yang harus saya lakukan?

    Terimakasih buanyak……

  71. andikacp_blog says:

    Salam kenal juga mas Fais..
    Berdasarkan lokasi nyeri yaitu pada dada kanan bawah ada beberapa kemungkinan
    1. Paru
    2. Hati (Liver)
    3. Otot dan tulang rusuk (costae)
    Kalo berdasarkan gambaran rontgen thoraks didapati adanya gambaran bekas TB (fibrokalsifikasi) yaitu jaringan parut pada bagian suprahilar. Kalau hanya fibrokalsifikasi minimal biasanya jarang menimbulkan keluhan nyeri, apalagi juga tidak ditemukan cairan pada paru (costofrenikus tajam).
    Saya menduga bisa jadi nyeri berasal dari otot disebabkan karena anda menderita batuk cukup lama yaitu 1 bulan. Anjuran saya untuk sementara dapat diminum obat analgetik sambil dilakukan observasi pada kondisi paru serta hatinya.

  72. fais says:

    terima kasi banyak dok…. maaf baru bales….

  73. Novi says:

    Dokter chandra salam kenal

    Nama saya novi 24 Th mau tanya,

    mengenai tb kelenjar saya dalam pengawasan dokter dalam pengobatan sudah hampir 5 bulan mengkonsumsi paket obat dr puskesmas dengan obat lanjutan berupa rifampicin dan inh dan saya juga hampir 6 bulan disuntik streptomicyn..seminggu sekali di dokter umum, karena pukesmas tidak setuju adanya penyuntikan selain konsumsi obat..tp selama suntik saya merasa benjolan pada leher saya menjadi kecil dan berkurang tadinya ada 8 biji benjolan sekarang tinggal 4 dan semua berukuran kecil.

    Yang mau saya tanyakan,apakah saya boleh berhenti suntik krn maklum saja tiap suntik saya harus merogoh kocek yg tidak sedikit. Tp menurut dokter umum yg sering menyuntik saya tidak boleh berhenti krn benjolan semakin tetap dan tidak berkurang dan klo berhenti sekali harus dimulai lg dr awal,,apa betul dok, mohon penjelasannya.

    Terima Kasih, saya tunggu jwaban dokter secepatnya.

  74. andikacp_blog says:

    Salam kenal mbak Novi..
    Sebelum menjawab pertanyaannya, saya juga harus memastikan ke anda, apakah ini benar-benar TB kelenjar? Sebelum diberikan obat TB apakah dilakukan pemeriksaan seperti biopsi/biopsi jarum halus pada kelenjar yang membesar? Apakah anda juga menderita TB paru?.
    Kenapa saya menanyakan hal tersebut karena berhubungan dengan tatalaksana yang akan dilakukan serta juga prediksi outcome dari pengobatan yang dokter lakukan.
    Jika ini pasti TB kelenjar maka dalam sisi pengobatan saya setuju dengan dokter puskesmas untuk tidak memberikan suntikan streptomycin. Karena suntikan streptomycin pada kasus anda, bukan saja memerlukan biaya tambahan bagi pasien tetapi juga tidak sesuai dengan rekomendasi pengobatan untuk TB kelenjar yang dianjurkan oleh WHO, PDPI (Persatuan Dokter Paru Indonesia) serta perkumpulan dokter paru dari berbagai negara lain. Jadi pastinya saya menganjurkan untuk memberhentikan suntikan Streptomycin, apalagi jika pemberian 1x/minggu tidak adekuat. Streptomycin pada individu yang sensitif dapat menimbulkan ketulian serta menyebabkan gangguan keseimbangan (pusing, telinga berdenging).
    Memang suatu clinical trial (penelitian efikasi obat) di Inggris pernah dengan menggunakan Streptomycin tetapi diberikan selama 2 bulan sebagai obat initial dengan tambahan INH dan Rifampicin. Tetapi setelah dibandingkan maka hasil pengobatannya tidak jauh berbeda pada pasien tanpa injeksi streptomycin.
    Saat ini direkomendasikan pengobatan dengan menggunakan obat paru lini pertama (selain injeksi streptomycin) dengan kombinasi 4 obat selama 2 bln dan dilanjutkan INH, Rifampicin selama 4 bln. Atau dapat diberikan dengan kombinasi 3 jenis obat dan dilanjutkan dengan INH dan Rifampicin selama 7 bulan.

  75. Novi says:

    Dear Dokter Chandra,

    Apa Kabar?

    Berdasarkan hasil test Fna dari sebuah lab, Saya positif kena lymphadenitis tubercolosa kaseosa dan hasil Led saya jg tinggi sekitar 62, itu hasil test pada pertengahan Bulan Februari 2011, kemudian saya dibawa ke dokter umum tersebut dan dokter umum tsb menyuruh saya suntik streptomicyn dari akhir februari 2011 sampai saat (minggu ke-2 Juli 2011) ini saya masih menjalani suntik seminggu sekali, kadang seminggu 2x karena minggu sebelumnya saya tidak suntik, dokter tsb bilang pada saya harus disuntik hingga benjolan saya kempes dan sudah tidak teraba, jika tidak suntik harus dimulai dr awal, begitu.

    Menurut Dokter Umum tsb, Saya harus terus mengikuti petunjuk dokter umum tsb utk kesembuhan tb kelenjar saya dengan memberi rifampicin dan inh sehari sekali tp karena terbatasnya biaya saya hanya mengikuti anjuran puskesmas dengan meminum obat tahap 2 tsb yakni rifampicin dan inh (berdasarkan tes sputum dan rontgen yg ke-2x awal Mei 2011) SEMINGGU 3X, tapi jujur saja saya sudah bosan disuntik karena biaya yg tidak sedikit, jadi apa saya harus menghentikan suntikan itu dr sekarang? tetapi apabila saya berhenti suntik apa yg akan terjadi kepada benjolan saya, apa akan membesar trs atau bagaimana? mohon penjelasannya dok, saya benar2 bingung saat ini.

    Terima Kasih Sebelumnya Dok, Saya tunggu jawabannya.

  76. andikacp_blog says:

    Kabar baik mbak Novi..pertanyaannya sudah saya jawab..coba lihat di page Consult and discussion tanggal 2011.07.05. Semoga mudah dipahami. Untuk lebih jelasnya nanti juga akan saya coba bikin tulisan tentang limfadenitis TB ini. Wassalam,

  77. fais says:

    pa kabar dok? semoga sehat sealu…

    ni fais yang beberapa pekan lalu konsultasi di halaman ini… gni dok, bulan lau saya ke dokter spesialis paru, ternyata saya didiagnosis positif TBC. sudah 4 minggu ini saya terapi obat rifampicin 600mg, pulna (etambhutol hcl, pyridoxine hcl, isoniazid), sirup poncolin dan satu lagi pil sebesar kancing baju (putih). dokter juga bilang kalo pengobatan saya ini lama, paling cepet 6 bulan dan sekarang sudah jalan 4 minggu. yang ingin saya tanyakan, apakah saya bisa membeli obat sendiri, bukan dapat dari dokter? karena jika dapat dari dokter, saya harus mengeluarkan biaya yang besar (bagi saya) apalagi tiap seminggu sekali. padahal obat yang diberikan tetep sama hanya saja kalo ke dokter biasanya disuntik dulu sebelum dikasih obat…. terimakasi banyak sebelumnya.

  78. andikacp_blog says:

    Kabar baik mas Faiz. Memang pengobatan TB minimal diberikan selama 6 bulan. Untuk 2 bulan pertama memang pengawasan/konsultasi dengan dokter dilakukan tiap 2 minggu yang bertujuan untuk mengetahui perkembangan penyakit serta untuk melihat adanya efek samping obat. Tetapi kemudian setelah 2 bulan, konsultasi dengan dokter dapat dilakukan 1x/bulan jika selama waktu tersebut tidak ada masalah dalam pengobatan.
    Terus terang berdasarkan peraturan peredaran obat2, tidak dibenarkan seseorang membeli obat jenis obat keras untuk dibeli tanpa resep dokter. Tetapi pengawasan peraturan yang tidak ketat menyebabkan peredaran obat menjadi tidak tentu. Dan pengalaman saya di Jepang juga seperti itu, kita tidak dapat membeli obat tanpa resep dokter di apotik atau toko obat. Pengawasan itu sangat penting karena berhubungan dengan zat kimia/obat yang dapat memberikan efek buruk pada pasien.
    Jika anda kesulitan biaya, saya anjurkan untuk meneruskan pengobatan dengan dokter di puskesmas atau dokter di RS pemerintah dengan meminta surat pindah berobat kepada dokter yang selama ini mengobati ini. Sehingga nantinya pengobatan anda akan terus terawasi dan sesuai dengan peraturan.

  79. fais says:

    dok
    saya mau nanya nie
    makanan pa saja yg baik buat paru2 dan harus supkuplemen pa saja
    thank

  80. wina says:

    slamat siang dokter, sy wina usia 31 thn tggi 160,berat 71kg, tgl 13 maret 2011 sy ada sedot cairan di paru sy sebanyak 3 litr, krna hsil rontgen menunjukan adanya cairan di paru2 sy. dan smpai skarang sy msih minum obat rifampicin600, inh ciba400, pyrazinamid500, ethambutol500,sudah 2 bulan sy tdk kontrol kedokter paru tpi obat msih sy minum, tpi sebulan setelah disedot cairan klau sy menarik napas panjang slalu nyeri disekitar tempat penyedotan (dibawah ketiak kanan smpai kepinggang),sy sudah tanyakan kedokter kontrol sy dan katanya itu hanya kejang otot saja, apa benar dok nyeri diotot sy efek dari penyedotan cairan di paru sy, trus apa bisa cairannya numpuk lagi dok, trimakasih atas jawaban dokter ya

  81. andikacp_blog says:

    Untuk paru tidak ada makanan yang spesifik. Secara umum makanan bergizi dan tinggi nutrisi sangat dianjurkan terutama pada pasien-pasien penderita infeksi terutama tuberkulosis.
    Wassalam.

  82. andikacp_blog says:

    Terima kasih pertanyaannya mbak Wina. Sebenarnya sangat dianjurkan untuk terus kontrol teratur dengan dokter yang mengobati penyakit anda. Karena terus terang inilah umumnya kebiasaan pasien yang berobat TB karena merasa sudah “enakan” maka tidak berobat teratur lagi. Biasanya memang setelah pengobatan 2-3 bulan maka gejala akan jauh berkurang. Nyeri yang anda rasakan memang sering terjadi jika infeksi terjadi didaerah pleura (pembungkus paru). Pada penderita yang telah mengalami “cairan pleura” biasanya mempunyai keluhan utama seperti ini. Ada kemungkinan terdapat cairan pleura minimal pada rongga pleura anda sehingga sering kali menimbulkan keluhan seperti yang anda rasakan, jadi bukan karena kejang otot. Untuk itu alangkah baiknya jika teratur berobat dengan dokter dan dilakukan pemeriksaan rontgen ulangan. Rontgen ulang ini disamping bertujuan untuk mengetahui terdapatnya lagi cairan pleura juga untuk evaluasi pengobatan.
    Sekian, semoga bermanfaat.

  83. bayu says:

    Assalamu’alaikum,
    Dok, pada akhir th 2009 saya divonis positif TBC kemudian menjalani pengobatan selama 6 bulan dan dinyatakan sehat berdasarkan hasil rontgen, tp saya masih merasakan nyeri di paru-paru dan kepala (seperti ada semacam cairan) dan ketika meludah (saat bangun dari tidur) air liur berwarna kemerahan (kemungkinan tercampur darah) namun hal ini saya biarkan cukup lama hingga memutuskan utk rontgen lagi dan hasilnya tetap sama yaitu tidak ada tanda kambuh atau penyakit lainnya. Beberapa bulan kemudian saya rontgen lagi dan mengkonsultasikannya ke spesialis paru dg membawa foto yg lama, hasilnya pun tetap sama dan dinyatakan sehat serta hanya diberi resep vitamin. Saya mohon bantuan dokter, mungkin mempunyai pendapat yg berbeda karena rasa nyeri masih terasa hingga sekarang. Terima kasih

  84. andikacp_blog says:

    Wassalamualaikum Wr Wb,
    Terima kasih pak Bayu atas pertanyaannya, saya ikut merasakan kegelisahan yang anda rasakan. Sebagai diketahui penyakit TB merupakan penyakit yang berhubungan dengan proses infeksi di jaringan paru. Suatu saat prosesnya dapat menimbulkan kerusakan pada pembuluh darah di paru dan biasanya menimbulkan gejala berupa batuk darah (keluar darah dapat sedikit atau banyak). Walaupun penyakit TB ini sudah diobati dan kuman TB nya tidak ditemukan lagi tetapi seringkali kerusakan jaringan yang terjadi akibat TB masih ada dan kadang-kadang masih timbul keluhan batuk darah. Mengenai keluhan nyeri yang terjadi dapat terjadi jika proses infeksi yang terjadi pada daerah sekitar pembungkus paru.
    Terus terang saya tidak bisa menilai penyakit anda karena tidak melihat hasil rontgennya tetapi saya menganjurkan dilakukan CT-scan thorax yang bermanfaat untuk melihat secara jelas gambaran gangguan yang terjadi. Kemudian juga saya menganjurkan dilakukan kultur kuman TB dari dahak anda untuk memastikan adanya TB atau tidak. Kultur ini mungkin akan memberikan hasil yang cukup lama biasanya sekitar 2-3 bulan.
    Sekian, semoga bermanfaat.

  85. taufiq says:

    selamat siang Dok.. saya laki2 26 tahun. sudah lebih dari 2 bulan kalau saya batuk atau mual selalu ada darah di air liur atau muntahan saya,, saya batuk hanya ketika saya mual tiap kali mencium aroma toilet. baru-baru ini saya periksakan ke klinik dan di rontgen akan tetapi dokter yang memeriksa saya tidak menjelaskan secara rinci apa hasilnya, hanya menyebutkan suspect bronchus pneumia (klo tdk salah) dan membuat surat rujukan ke dokter specialis.. hasil rontgen nya:
    Pulmo: tampak bercak infiltrat lunak dikedua perihiler. corakan bronchovaskuler berlebih.
    kesan: Kp duplek aktif.
    apa arti dari hasil rontgen saya Dok.. sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih..

  86. andikacp_blog says:

    Siang pak Taufiq. Kalau didasari hasil rontgennya, maka memperlihatkan anda menderita TB paru. Untuk diagnostik lebih lanjut alangkah baiknya anda konsultasi dengan dokter paru setempat yang akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda spesifik untuk penyakit anda. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan dahak untuk melihat terdapatnya kuman TB atau tidak. Jika terbukti maka anda akan diobati dengan obat anti TB selama minimal 6 bulan. Jika itu dilakukan dengan baik dan teratur maka InsyaAllah anda akan sembuh.
    Wassalam,

  87. rizaasfaza says:

    selamat siang pak….
    sya perempuan 31 tahun.melakukan rongen thorax dengan hasil cor, sinuses dan diafragmanormal
    pulmoinfiltra minimal atas kanan
    kesan:KP aktif
    apa artinya pak…?sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih…

  88. Selamat siang dok..
    Apa kabar dok? Bersyukur saya menemukan blog anda…
    Saya laki laki 24 tahun. tahun 2009 saya pernah rontgen paru karena batuk darah dan dinyatakan positive TBC, kemudian terapi obat TBC dari puskesmas (etambhutol dkk) selama 6 bulan. Sejak itu saya berniat hidup sehat, ningkatin asupan gizi, mengurangi rokok, tidur teratur, dan rutin olah raga sampai alhamdulillah saya bisa lari 3km/15 (standar untuk orang sehat katanya dok). Setelah itu saya rontgen lagi ke dokter ahli paru2 yg sama dan dinyatakan sembuh (jauh lebih baik kata beliau), tapi sayangnya meninggalkan bekas luka di paru. Saya di beri resep vitamin setelah itu, dan sampai sekarang saya masih mengkonsumsi beberapa obat tradisional yg dianjurkan untuk menghilangkan bekasnya, seperti jamur berwarna putih (maaf saya lupa namanya), jel gamat, klorofil dll. Saya selalu berusaha untuk mengurangi jumlah rokok harian saya menjadi 3-4 batang/hari, bahkan akhir2 ini bisa hanya 2 batang/hari. Apakah bekas luka saya bisa disamarkan dok? , mengingat syarat penerimaan di perusahaan saya melamar sangat ketat terhadap hasil rontgen paru, walaupun bekasnya tidak dapat ditolerir.
    Kemudian tadi pagi saya rontgen untuk lihat perkembangannya, hasilnya masih berbekas kata dokternya (klinik Rontgen),

    Sinus dan diaphragma biasa.
    Tampak bayangan infiltrat di paru kiri.
    Cor Biasa
    Kesimpulan : Koch Pulmonum

    Pertanyaannya apakah obat tradisional yg saya konsumsi memang berguna untuk paru2 saya dok? Apa arti dari hasil rontgen saya tadi dok? Saya juga mohon sarannya dok untuk masalah saya ini… Saya ucapakan banyak terima kasih untuk jawaban dokter nanti…

  89. andikacp_blog says:

    Terima kasih atas kunjungannya ke blog saya. Terus terang sampai sekarang saya belum tahu ada obat yang bisa memperbaiki jaringan paru yang rusak karena TB paru, apalagi obat-obatan tradisional. Bukannya saya anti obat tradisional tetapi kebanyakan obat tersebut tidak /belum memiliki bukti yang sahih dan belum ada penelitian yang sesuai dengan kaidah penelitian yang benar.
    Dari hasil rontgen yang anda sampaikan, sepertinya anda masih menderita TB paru. Itu terlihat adanya bayangan infiltrat di paru kiri. Untuk itu perlu dibandingkan dengan hasil rontgen sebelumnya.
    Wassalam,

  90. wina says:

    slamat siang dokter…
    sy wina.., trimakasih atas jawaban dokter sebelumnya
    sy mau tnya lagi ni dok,, seperti yg dokter bilang nyeri yg sy alami ini emang sering terjadi utk penderita pleura, ada gak ya dokter obat utk menghilangkan rasa nyeri ini, atw smpai kapan rasa nyeri ini akan hilang, karena kalau sy kelelahan trus tarik nafas panjang terasa sakitny, sampai2 sy takut utk bernafas panjang, trus utk berat badan sy sebelum paru sy disedot berat sy 63kg, tetapi tempo waktu 5 bulan berat sy skarang 71kg, apa ini karena sy jadi rajin minum susu stiap paginya dok, atas jawaban dokter sy ucapkan terimakasih banyak ya dokter…
    wassalam…

  91. andikacp_blog says:

    Terima kasih mbak wina atas pertanyaannya.
    Sebenarnya nyeri pleuritik masih akan terjadi jika proses infeksi dipleura masih ada atau jaringan dipleura belum mengalami proses penyembuhan sempurna. Untuk nyeri yang anda alami dapat dikurangi dengan obat-obat penghilang nyeri. Memang tidak akan hilang sama sekali tetapi dapat mengurangi keluhan nyeri saat bernafas yang sering dirasakan.
    Peningkatan berat badan pada penderita TB merupakan salah satu tanda bahwa pengobatan yang diberikan benar dan menunjukan ke arah penyembuhan. Hal ini terjadi karena selama proses infeksi TB maka nutrisi kita banyak “disedot” untuk memenuhi kebutuhan metabolisme kuman TBnya tetapi saat obat anti TB nya bekerja dan kumannya mati maka nutrisi yang dimakan dipakai untuk proses metabolisme tubuh. Selamat berarti anda akan terbebas kuman TB! tetap lanjutkan dengan pola hidup sehat.
    Wassalam,

  92. wina says:

    Terimakasih ya dokter atas jawaban dokter, sy senang skali menemukan blog anda, satu lagi prtanyaan sy dokter, boleh sy minta resep penghilang rasa nyeri ini dok, atas jawaban dokter sy ucapkan banyak2 terimaksih. wassalam…

  93. andikacp_blog says:

    Terima kasih atas apresiasinya..Untuk obat penghilang nyerinya dapat diminum mulai jenis paracetamol, asam mefenamat..sampai penghilang nyeri yang lebih kuat seperti tramadol..

  94. wina says:

    maaf dokter, bukannya paracetamol obat panas ya dok, trus sy bisakan bli obat nyerinya tanpa resep dokter, smoga Allah swt selalu mencurahkan rahmatnya bgi dokter dan kluarga. aaamiiiiinnn….

  95. andikacp_blog says:

    Obat paracetamol disamping dimanfaatkan untuk penurun panas juga merupakan obat penghilang nyeri. Jenis obat ini dapat dibeli bebas..tetapi beberapa jenis obat penghilang nyeri harus memerlukan resep dokter.
    Wassalam,

  96. indah says:

    Bersyukur sekali saya bisa menemukan blog ini, semoga dokter bersedia menjawab pertanyaan” saya.Terima kasih sebelumnya..
    Saya INDAH,usia 22 thn.2 hari lalu jam 1 mlm saya terbangun karna batuk dan seperti ingin mengelurkan dahak, slth k k.mndi ternyata darah yg keluar,darah kental&darah cair, sebelum’y saya tdk pernah batuk sama sekali dok.siang harinya saya k dokter umum, d sana saya batuk berdarah lagi, lalu d suntik kata’y untuk memberhentikan pendarahan,dan d kasih obat*DANOCHROM,warna putih kecil ad angka 10 dr kf,warna putih besar tilisan seperti hurufU$,dan kuning kecil.kata’y it untuk memberhentikan pendarahan jg. saya lgsg d minta untuk rontgen,hasilnya:
    Sinus lancip,diagfragma baik.
    Jantung dgn bentuk&besar dlm batas normal
    Mediastinum tidak melebar.
    Tampak perkabutan di paru kiri atas-tengah.
    KESAN
    TB paru Aktif,
    Mlm harinya saya bawa hasil rontgen k dok it lagi&lgsg d fonis TBC,dan d beri obat
    DEXA,INF,PYR,RIF450.katanya obat itu tdk boleh terputus.tp saya blm yakin kl saya TBC,karna tidak ad gejala seperti yg saya baca.lalu saya k puskesmas ke poli paru, disana saya harus periksa BTA 3x,dan obat dari dokter 1, harus berhenti.saya bingung dok.menurut dokter apa dari hasil rontgen blm bisa d pastikan saya TBC?
    Apabila nnt hasil BTA – berarti ap pnyakit saya? Lalu obat” itu obat ap, karna sepanjang saya baca tidak ad yg sama dgn yg saya punya..mohon jawaban dokter, terimakasih

  97. andikacp_blog says:

    Terima kasih atas apresiasinya.
    Kalau berdasarkan gejala klinis dan hasil rontgen yang mbak Indah sampaikan memang kemungkinan besar anda menderita TB paru. Tetapi walaupun begitu dokter yang pertama harusnya melakukan pemeriksaan dahak BTA 3x untuk konfirmasi dan memastikan diagnosis TB nya dan sesuai standar diagnosis TB tidak hanya cukup dengan pemeriksaan rontgen saja. Pemeriksaan sputum BTA adalah pemeriksaan yang menggunakan sampel dahak anda untuk melihat adanya basil mycobacterium tuberkulosis sebagai penyebab penyakit TB. Setelah dpemeriksaannya hasil positif maka baru kemudian diberikan pengobatan anti TB.
    Mengenai obat-obatan yang dihentikan oleh dokter puskesma sepertinya itu adalah obat-obat anti TB.
    Untuk sedikit menambah pengetahuan silahkan dilihat di artikel singkat saya ttg TB paru

  98. yanti says:

    siang dok! Sy yanti. Sudah hampir 3 minggu ini sy menjalani pgobatan tb kategori 2 ekstra paru, yakni tb kelenjar. 2 thn lalu sy kena tb paru dok. Setelah mjalani pgobtn slm 9 bln, sy putus obat. Januari 2011 lalu sy biopsi, hasilnya +tb kelenjar, namun hasil rontgen normal dan dahak (-). Sy br berobat lg bulan ini krn bln januari stlh sy tau kena tb kelenjar, sy berobat herbal tp tdk smbuh. Sekarang pgobatan sy adalah dgn rifampisin, pza, etham, dan streptomcn dok. Tp 3 hr ini sy tidak kuat dgn efek mualnya shg tiap hbs makan sy muntah. Sy jg pny maag. Sudah diberi inpepsa tp tdk mempan jg. Sy harus bgaimana mhdapi efek samping ini dok? Jujur ini malah bikin sy tambah tersiksa krn tdk bs makan padahal lapar. Trm kasih atas jwbn dokter

  99. indah says:

    Terimakasih atas jawabannya dok, saya sudah tes BTA dan hasilnya negatif.menurut dokter puskesmas, benar saya tbc tp tidak menular.berat badan saya hanya 41kg.
    Yg saya mw tanyakan lagi, boleh tidak saya mkn yg pedas.karna keluarga saya,melarang total.
    Saya hrs makan byk,tp kl tidak ad pedas” sedikit saya tidak lahap makan dok,bgaimana dgn es atw yg dngin”..
    Terimakasihh byk atas waktu dan jwbanny..

  100. andikacp_blog says:

    Sama-sama mbak Indah. Pada prinsipnya tidak ada pantangan khusus pada penderita TB paru. Sehingga anda boleh makan pedas, asal tidak ada menderita penyakit lambung. Sedangkan untuk minuman es sebenarnya bukan merupakan pantangan untuk penderita TB, tetapi tidak dianjurkan karena malah merangsang anda untuk batuk terus.
    Selanjutnya anda dapat membaca informasi ttg penyakit paru dan berkonsultasi di klinikdokterparu.com

  101. andikacp_blog says:

    Selamat siang mbak Yanti.
    Jika saat ini anda mempunyai keluhan efek samping yang berat sehingga membuat anda tidak makan makan karena terus muntah. Maka dianjurkan untuk meghentikan sementara pengobatan tetapi itu harus dikonsultasikan dengan dokter yang merawat anda. Sebaiknya dilakukan pemeriksaan fungsi hati untuk melihat apakah terjadi peningakatan enzim hati sebagai akibat efek samping dari obat anti TB.
    Jika anda sudah dibiopsi dan juga pernah mendapatkan pengobatan TB sebelumnya karena TB kelenjar juga, saya anjurkan dilakukan pemeriksaan sensitivitas obat anti TB. Karena seringkali gagal pengobatan disebabkan obat yang diberikan sudah resisten terhadap kuman TB penyebab penyakit tsb.
    Coba baca juga di blog ini ttg TB kelenjar

  102. SenoAdi says:

    Yth dr Andika
    Berbagai informasi yg disampaikan dokter dengan gamblang benar2 sangat membantu kami penderita masalah paru.
    Saya pria non perokok, berusia 55 th telah didiagnosa penderita kanker paru. Dari hasil ct scan terdapat massa 5cmx4 cm disekitar mediastinum dan indikasi limfoma. Dari hasil biopsi pada waktu dilakukan bronkoskopi terdiagnose kanker ganas adeno karsinoma, Dokter mendiagnose kanker paru stadium IIIa, Hasil ct scan kepala, bonescan, dan usg perut tidak ditemukan terjadi metastasi. Dokter pertama menyarankan dilakukan kemoterapi 2x, utk menghilangkan indikasi kanker di KGB, kemudian baru dilakuan operasi
    Karena saya belum mau dilakukan kemoterapi & operasi, maka kemudian saya mencoba mengikuti target terapi. Dokter meresepkan saya tarceva selama 1 bulan, saat ini saya sudh minum selama 1 minggu, sudah ada efek diare selama 2 hari. Namun karena obat tsb sangat mahal, rencana setelah pemakaian 1 bulan saya akan menganti dgn obat yg relatif lebih murah yaitu Iressa, dan kabarnya dinegara lain harganya lebih murah .
    Pertanyaan saya adalah bagaimanna pandangna dokter tentang target terapi saat ini, apakah saya harus mengkonsumsi obat tsb selamanya dan bagaimana dengan rencana perubahan penggunaann obat tsb (tarceva ke iressa). Berapa persen survival rate operasi kanker paru saat ini di Indonesia
    Terimakasih

  103. andikacp_blog says:

    Terima kasih pak Seno atas pertanyaan,
    Sebelum membicarakan kasus pak Seno,saya sedikit menyinggung tentang penatalaksanaan kanker paru stadium IIIA. Pada stadium ini memang pembedahan masih merupakan salah satu panduan dalam penanganannya dimana kemoterapi sebelum operasi (neoadjuvant kemoterapi) biasanya dilakukan. Tujuannnya disamping untuk mengecilkan tumornya juga untuk menurunkan risiko mikrometastasis yang telah terjadi (Baca lebih lanjut tentang ini http://klinikdokterparu.com/2011/09/12/kanker-paru-dan-analogi-kebakaran-hutan/. Saya cuma mengingatkan bahwa pengobatan kanker paru saya umpamakan sebagai kejar-kejaran dengan waktu karena semakin lambat penanganannya maka kanker paru semakin tak terkendali yang berakibat survival rate-nya semakin menurun.
    Mengenai pertanyaan bapak tentang targeted therapy, di banyak negara terutama di Jepang terutama di RS tempat saya berada sekarang, targeted therapy tidak pernah digunakan sebagai first line therapy artinya tidak pernah digunakan sebagai pilihan pertama. Memang saat ini ada beberapa clinical trial (uji klinis) tentang penggunaan targeted therapy seperti Gefitinib (iressa) atau Erlotinib (Tarceva) sebagai first line therapy tetapi didahului oleh pemeriksaan EGFR. Karena jika terdapat EGFR mutasi maka efektifitas obat-obat tersebut sangat besar. Untuk itu apakah anda sudah diperiksa mutasi EGFR?
    Kalau belum maka biasanya pilihan pemakaian Erlotinib (Tarceva) atau Gefitinib (Iressa) menjadi pilihan ke-2 karena lebih diutamakan pemberian kemoterapi konvesional.
    Mengenai perubahan dari Tarceva ke Iressa menurut saya tidak ada masalah karena kedua obat tersebut mempunyai sasaran yang sama tetapi sekali saya mengingatkan tentang pemeriksaan EGFR.
    Panduan dari lung cancer society merekomendasikan operasi baik lobektomi (pengambilan satu bagian kecil paru yg disebut lobus) dsb. Mengenai data statistik angka keberhasilan di Indonesia saya tidak tahu pasti tetapi yang pasti di RS Persahabatan sebagai pusat rujukan respirasi nasional mempunyai ahli bedah paru yang telah dilatih untuk menangani berbagai kasus kanker paru.
    Baca lebih lanjut ttg Kemoterapi dan kanker paru di http://klinikdokterparu.com/category/kanker-paru/
    Semoga bermanfaat.

  104. SenoAdi says:

    Terimakasih atas penjelasan dokter
    Sebenarnya waktu itu saya sudah memeriksakan EGFR, namun karena bahan hasil biopsi kurang, mungkin sebagian bahan sudah digunakan utk analisa jenis kanker, maka tidak dapat dilakukan tes EGFR.

  105. wina says:

    slamat pagi dokter, sy wina yg kemarin tgl 6 agust 2011 ada bertanya sma dokter, dan alhamdulillah dokter sudh mnjawabnya, sy mau brtanya lgi ni dokter, apakah efulsi pleura atw cairan di paru2 sy bisa kambuh lgi dokter??, trus apakah penderita paru tdk boleh mnggunakan kipas angin dokter, atas jawban dokter sy ucapkan bnyak terima ksih ya.

  106. nia candra says:

    Hallo dok,
    Lgsg dgn pertanyaan, suami saya pd awal bln lalu msk rs dn stlh di chek ternyata ada cairan di paru2 sblh kirinya, memang sblm dia msk rmh skt dia sering mengeluh skt pd bag dada, dn suka demam (bdn panas tetapi dia menggigil kedinginan). Akhirnya hari pertama dia msk rs, cairan lgsg di sedot dgn jarum suntik dn trdpt krg lbh 1200cc, stlh beberapa hari di rwt dn satu hari sblm pulang cairan di sedot lg sbnyk 900cc. Stlh kmbli ke rmh, dia merasa bdnnya sdh mulai sehat dn tdk sesak lg, tetapi stlh 5hari di rmh dia kembali demam dn pusing, stlh mnm paracetamol dia mrsa baikan, dn akhirnya smpai skrg kondisi tbh dia suka tiba2 drop (demam dn pusing atau melayang) dn skrg dia mengeluh ganti paru2 sblh kanannya yg skt sprti ditusuk2 klo ambil nafas dlm2.
    Pertanyaan saya, sbnrnya suami saya menderita penyakit apa?
    Apakah menular? Krna saya mempunyai bayi umur 7bln
    Apa efek samping stlh cairan disedot? Apakah memang stlh penyedotan cairan kondisi tubuh suka tiba2 drop (demam dn pusing)
    Apakah skrg paru2 sblh kanannya juga terdapat cairan?

    Terimakasih atas perhatian dn jwbnnya dok.
    Salam

  107. andikacp_blog says:

    Bu Nia..
    Perlu ibu ketahui bahwa terdapatnya cairan dalam rongga pleura tsb atau yg dikenal sbg efusi pleura hanyalah suatu gejala dari banyak penyebab. Penyebabnya efusi pleura ini bisa karena infeksi, kanker paru, penjalaran kanker dari tempat lain, gagal jantung dsb. Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
    Memang ada beberapa kondisi yg dianggap sebagai komplikasi dari pengambilan cairan pleura tetapi itu sangat jarang sekali. Melihat jumlah cairan yg anda sebukan sepertinya tidak menyebabkan komplikasi yg dimaksud. Saya kira demam dan pusing tersebut disebabkan oleh penyakit suami anda. Jika kita menduga ada cairan disisi yg lain maka perlu dilakukan rontgen dada ulangan untuk memastikannya.
    Demikian disampaikan, semoga bermanfaat

  108. lusyana nathalia says:

    Yth.dr.Andika..
    dok,sy perempuan umur 31thn,menikah belum memiliki anak.sy akan ceritakan dr awal mula kronologis penyakit sy.Pada November 2011 y.l sy mengalami sakit di bagian ulu hati dgn gejala seperti maag(kembung dsb.).Lalu sy ke dokter umum dan dinyatakan asam lambung sy tinggi.Namun setelah minum obat tidak kunjung sembuh.Lalu sy pun berobat ke internist dan disarankan melakukan cek darah dan USG.namun semua hasilnya normal dan negatif.Dan penyakit pun tidak juga sembuh.Beberapa hari kemudian pinggang belakang sy (dan perut)terasa sangat sakit luar biasa.Di malam hari suhu badan naik,berat badan turun dgn cepat (sy kehilangan 14kg dlm 2 bulan).
    Sy coba berobat ke dokter umum di Bdg dan ternyata setelah dia memeriksa perut sy(dgn cara di ketuk2),beliau langsung berkata bahwa sy mengidap TBC perut/usus.Lalu sy disarankan melakukan test PPD & rontgen tulang belakang.tetapi hasil PPD negatif dan hasil rontgen negatif/normal.tetapi dokter itu tetap meyakini bahwa saya terkena TBC usus/perut.
    Memang benar dok,sy diberi obat Rimstar dan hanya dengan sekali minum perut&pinggang belakang sy tidak sakit lagi.Namun beberapa hari kemudian sy merasakan gatal2 di tubuh sy terutama wajah.Sy kembali ke dokter itu dan obat diganti dengan Bacbutinh(dgn catatan pengobatan akan lebih lama dibanding Rimstar).Namun dgn Bacbutinh pun sy masih merasakan gatal2 hingga kaki pun seperti terkena gigitan nyamuk.Lalu Bacbut diganti dgn Rifabiotic dan diberikan Telfast HD (obat gatal).Tetapi gatal itu masih juga terasa.Akhirnya dokter menyarankan untuk memberhentikan dulu semua obat2an dgn tujuan menghilangkan gatal2 nya dulu.Terakhir sy diberi Volinol 500 (ciprofloxacin) dan Telfast.Tapi lagi2 gatal itu mengganggu dok.(Tapi gatal2 di kaki sudah hilang).Wajah terasa semakin gatal (kemerahan di bawah mata).Sy tdk tau lagi harus bagaimana dok.lusa sy berencana ke dokter itu lagi untuk berobat.
    Menurut dokter apa yg harus sy lakukan?apa yg terjadi dalam tubuh sy ini?benarkah sy alergi obat sedangkan saat ini sy sudah berhentikan meminum semua obat kecuali Telfast?
    Sy sangat mohon petunjuk/saran/masukan dr dokter.Atas segala perhatian nya sy ucapkan banyak2 terima kasih.

  109. andikacp_blog says:

    Mbak Lusyana..saya paham akan keresahan anda.
    Sebelumnya saya mohon maaf karena saya bukan ahli untuk masalah penyakit perut. Tetapi kalau saya berpendapat, saya melihat ada 2 permasalahan anda yaitu sakit perut & pinggang yg diduga TB usus dan gatal2.
    Utk TB usus, memang diagnosisnya agak sulit. Tetapi sekitar 25% penderita ini juga disertai TB paru. Jadi bagaimana rontgen dada anda utk memperkuat kemungkinan diagnosis TB usus. Kemudian walaupun ada 10%jenis TB usus yg dapat diraba berupa pengerasan pd perut tetapi sekitar 60% menunjukan adanya ulkus dengan gejala mual muntah berat. Bagaiman dgn kondisi anda?
    Disamping utk mendiagnosis TB usus, ada beberapa cara misalnya dgn rontgen, USG, Barium enema, Colonoscopy sehingga ada baiknya utk memastikannya anda minta pendapat ahli penyakit dalam bidang Gastroenterologi.
    Kmd problem gatal2 anda bisa jadi itu merupakan alergi tetapi biasanya utk Alergi karena obat TB biasanya akan hilang jika obatnya dihentikan. Pada kasus alergi biasanya pengobatan TBnya kita hentikan sampai reaksi alerginya hilang. Kemudian baru dilakukan trial error utk mengetahui dgn obat apa alergi.
    Demikian pendapat saya. Tks

  110. Lusyana Nathalia says:

    Sebelumnya terima kasih untuk jawabannya. Saya tidak mengalami gejala muntah/mual. Oya, hampir 3 minggu ini, saya mengalami batuk dan sesak nafas (nafas pendek/cepet cape). Apakah indikasinya terkena juga TB ke paru (kemungkinannya)?.Dok,sekarang kan semua obat sudah dihentikan sementara sampai gatal2nya hilang,tapi gatal2 itu masih ada.Yang ingin sy tanyakan berapa lama efek obat2 itu hilang?sy khawatir TB nya meluas (terutama karena ditambah batuk&nafas pendek).

    Terima kasih banyak dok untuk semua saran&masukannya.

  111. mike berger says:

    Saya mo tanya dok, hasil rontgen anak saya seperti ini : cor dan aorta dalam batas normal, mediastinum superior tidak melebar, hilus tidak melebar, pulmo tampak infiltrat paracardial bilateral,suprahiler kiri, pleura tidak menebal,sinus lancip, diafragma jelas, tulang dan jaringan lunak dada baik..KESAN : Cor baik, pulmo bronchopneumonia… Artinya apa ya dok

  112. andikacp_blog says:

    Pak Mike..pada anak sering kali kita harus mengartikan suatu hasil rontgen dengan melihat pemeriksaan diagnostik lainnya. Sebagai contoh kasus anak anda ini pada hasil rontgen terkesan tampak proses infeksi di kedua parunya. Jika hasil rontgen ini juga memperlihatkan gejala “akut” seperti demam, batuk dan peninggian kadar leukosit pada pemeriksaan darah maka ini kemungkinan memang bronkopneumonia. Bronkopneumonia yaitu proses peradangan di saluran napas bawah yang dapat disebabkan oleh virus, bakteri walaupun terbanyak disebabkan oleh virus. Tetapi jika tidak ada tanda “akut” ada kemungkinan juga disebabkan oleh TB paru yang perlu pemeriksaan lebih lanjut karena gejala TB paru pada anak tidak spesifik. Untuk itu perlu tatalaksana segera oleh dokter paru atau dokter anak. Sekian.

  113. siang Dok, saya laki-laki umur 34th berat 55, hasil photo ro ada cairan pada dada sebelah kanan, waktu d sedot cairannya berwarna kuning seperti kencing, menurut dokter itu karene firus tb, saya diberi obat rimstar 4-FDC d minum 3×1 sehari dan ciprofloxacin 500mg diminum 2×1 sehari. saya mohon petunjuknya mengenai penyakit saya Dok, sebelumnya saya ucapkan terima kasih

  114. raniko says:

    Siang dok,
    Kakak saya menderita tbc tulang sudah dioperasi juni 2011 sekarang sudah berobat selama satu tahun, bulan juni 2012 kontrol ke dokter paru dan hasil menyatakan kesan post TB tenang, apa arti post tb tenang ya dok? mohon penjelasannya? bulan juli kotrol kembali ke dokter bedah syaraf yang dulu mengoperasinya sama dr disarankan untuk MRI untuk mengecek ulang, padahal kakak saya sudah menghentikan minum obat sejak dr paru menyatakan kesan Tb tenang apa ini tidak masalah? kalau nanti dinyatakan sama dr bedah syaraf kumannya masih ada apakah minum obat dari awal lagi? apakah kalau sudah menghentikan minum obat selama satu bulan obatbya tidak resisten? terima kasih ya dok atas jawaban dan bantuannya.

  115. andikacp_blog says:

    Pak Raniko,
    Yang dimaksud post TB tenang adalah keadaan dimana telah terjadi penyembuhan paru serta tidak ditemukan tanda tanda TB aktif.
    Pada pasien dengan TB tulang memang pengobatannya sedikit lebih lama dari TB paru. Biasanya makan obat TB selama 9-12 bulan dibanding TB paru yang hanya makan obat selama 6 bulan.
    Seharusnya memang ada kesinambungan informasi antara Dokter paru dan dokter bedah sarafnya. Tetapi menurut saya dokter bedah saraf meminta dilakukan MRI hanya sebagai perbandingan saja sedangkan penyakit TB nya sendiri sudah sembuh.
    Demikian

  116. Assalamualaikum dokter Andika,

    Saya telah melakukan pengobatan TB paru selama 9 bulan sejak Agustus 2011 – April 2012 karena ada cairan di selaput paru, pada bulan ke-9 pengobatan yang hampir tuntas saya mengalami sesak nafas, dan sakit pada dada, menurut diagnosa dokter paru yang menangani saya, saya menderita pleuritis, kemudian saya coba berkonsultasi ke dokter paru lain dan setelah membandingkan hasil rontgen pada bulan ke-6 dan ke-9 katanya saya menderita Sindrom Obstruksi Pasca TB, kemudian saya dirujuk ke dokter rehabilitasi medik, oleh dokter rehabilitasi medik saya diminta untuk mencek darah dan urine, serta rontgen thorax post KP dari hasil tersebut saya diberikan pharmaton formula, sangobion, dan asam folat, serta diajari teknik pernafasan dan dianjurkan mengkonsumsi jus kulit manggis.

    Sebelumnya saya mengkonsumsi jus kulit manggis 3 x 30 ml selama 1 bulan dan 2 x 30 ml untuk bulan berikutnya disertai jalan pagi 20 – 30 menit setiap hari. Saya sekarang tiap pagi selalu meluangkan waktu untuk jalan pagi selama 20 – 30 menit, dan saya menambah konsumsi jus kulit manggis setiap malam setelah makan 15 – 30 ml. Alhamdulillah, manfaat yang saya rasakan adalah perbaikan yang pesat pada pernafasan saya, saya hampir tidak pernah merasakan sesak yang menyiksa lagi, hanya kadang perlu melakukan pernafasan panjang baik untuk penarikan dan pengeluaran udara, tapi sangat berbeda jauh dengan bulan ke-9 sebelum selesai pengobatan.

    Pertanyaan saya apakah Simdrom Obstruksi Pasca TB telah sembuh? ataukah ini hanya efek positif konsumsi suplemen dan latihan yang saya lakukan saja?

    Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.

    Wassalam,

    Rachmat Hidayat

  117. andikacp_blog says:

    Wassalamualaikum WrWb,
    Yth Pak Rachmat Hidayat..Alhamdulillah anda sudah merasakan perbaikan terutama kesulitan bernafas yang anda rasakan.
    Pada banyak literatur memang pasien TB/paska TB mempunyai risiko 4x untuk menderita sindrom obtruksi. Bahkan dari suatu penelitian menyatakan bahwa 40% dari penderita TB mempunyai keluhan “chronic obstruction’. Sebenarnya belum diketahui secara pasti kenapa hal ini terjadi pada penderita TB. Ada beberapa pendapat menyatakan bahwa hal ini disebabkan karena kerusakan paru oleh kuman TB. Bisa juga karena sekuale/bekas/sikatrik dari perbaikan jaringan paru yang menutup pipa saluran napas (endobronkial TB). Para peneliti juga berpendapat hal ini disebabkan peningkatan enzim protease yang diinduksi kuman TB yang menyebabkan rusaknya jaringan paru. Lebih lanjut, tentu saja hal ini diduga berkaitan dengan merokok terutama bila dikaitkan dengan penyakit PPOK (Penyakit Paru Obstruksi Kronik). Sehingga kalau anda merokok bisa jadi disebabkan oleh penyakit ini.
    Mengenai pertanyaan anda apakah Sindroma Obstruksi paska TB ini sudah sembuh, maka jawaban saya bisa iya bisa tidak, karena penyebab pastinya belum diketahui. Tetapi seperti lazimnya penyakit paru maka yang utama adalah memang latihan pernafasan. Sehingga diharapkan dengan latihan bernafas maka usaha bernafas anda menjadi lebih efisien dan efektif. Walaupun proses regenerasi jaringan paru sedikit dan memerlukan waktu panjang tetapi konsumsi jus serta makanan anti oksidan lainnya dianjurkan.
    Demikian.

  118. Dwi says:

    Dok, usia saya Desember nanti 26th, semenjak lulus SMA saya baru tau kalau ternyata saya sering batuk dan sesak itu karena asma….belum lama ini, batuk2 saya semakin menjadi dan terkadang di lendir dahak terdapat bercak darahnya, perut saya mual, tenggorokan saya terasa dikelitik, ulu hati saya sakit terasa sampai belakang badan seakan tembus dan berat badan saya terus menerus turun drastis….setelah saya melakukan rontgen pada kondisi terakhir ini, disebutkan bahwa panjang paru2 saya tidak normal untuk seumur saya, bentuknya lebih rendah dari batas normal, posisi berada di tulang rusuk yg ke delapan…menurut dokter, apa akan bisa normal kembali setelah saya melakukan perawatan pengobatan rutin? Dan apa yg menyebabkan paru2 saya bisa tidak normal seperti itu serta perawatan juga pantangan untuk lebih baik lagi seperti apa ya dok…maaf ya dok, jd kebanyakan pertanyaannya hehehehe,…..terima kasih byk dok…..

  119. roe says:

    dok. paman sy berobat tb kategori 2 krn gagal kategr 1,wkt dtest obt suntik nya klo tidak salah namanya streptop ternyata tidak tahan timbul gatal2,kmdn tetap dberikn obat nya tanpa disuntik,bgmn dok apakah paman sy bisa sembuh klo ga dg suntikan

  120. andikacp_blog says:

    mas Roe..pada pasien gagal pengobatan maka ada kemungkinan si pasien (paman anda) mengalami resistensi obat. Pada pasien gagal pengobatan sangat dianjurkan dilakukan kultur dan tes sensitifitas obat sehingga dapat diketahuiobat mana yg tidak ampuh lagi untuk mengobati TB paman anda. Pada lokasi yg terpencil dimana tidak tersedia kultur kuman maka dapat dilakukan terapi anti TB kategori 2. Tetapi jika anda berada di kota besar maka sangat penting dilakukan pemeriksaan sensitifitas obat ini apalagi saat ini paman anda kemungkinan besar alergi terhadap Streptomycin. Oleh karenanya sambil menunggu hasil pemeriksaan kultur yg memakan waktu 4-8 minggu maka dapat diberikan obat TB yang tersedia (HRZE)(karena alergi Streptomycin).

  121. andikacp_blog says:

    Mbak Dwi..berdasarkan apa yg anda sampaikan maka saya berkesimpulan bahwa permasalahan utama adalah asma anda. Memang pada pasien asma cendrung mengalami obtruksi saluran napas yang berulang. Hal ini berakibat terdapatnya banyak udara residu yg tidak dapat keluar paru secara normal. Walaupun ini bukan merupakan penyakit Emfisema…tetapi menimbulkan akibat yg sama yaitu Hiperinflasi paru (paru membesar karena banyak udara residu).
    Untuk pengobatannya yang terpenting adalah kontrol asmanya, cari faktor alergi serta melakukan senam pernafasan agar dapat melakukan pernafasan secara efisien. Dan terakhir coba kontrol ke dokter paru ..apakah ada kemungkinan kelainan paru lain.
    Mudah-mudahan dengan kontrol teratur dan olahraga aerobik diharapkan terjadi perbaikan fungsi paru.

  122. andikacp_blog says:

    Pak Murtinmulokarman..TB itu bukan virus tetapi sejenis kuman yang dapat menyerang paru serta selaput pembungkus parunya. Salah satu tanda yang ada adalah berupa terdapatnya cairan dalam paru. Untuk memastikan penyakit TB ini maka anda harus dilakukan pemeriksaan dahak, Rontgen dan pemeriksaan cairan pleura (sedotan). Setelah pasti baru akan diberikan obat anti TB. Jadi saya anjurkan tanyakan hal ini ke dokter anda..karena biasanya pada pasien yg dicurigai TB tidak akan diberikan obat Ciprofloxacin. Demikian.

  123. roe says:

    assalamualaikum,trimaksih dok atas jawaban sebelmnya atas kasus paman sy,oya dok apakah kalau hsil ronsen bertuliskn KP DEXTRA jg hrs berobt 6 bln,apa tdk bisa dg obat batuk biasa pdhl hasil dahaknya negatif dan tdk ada keluhan batuk maupun dada sesak,dilakukan ronsen krn diperlukan dr pihak perusahaan,tnyata hasilnya kp dektra dan dminta priksa dahak jg,mohon pencerahannya

  124. Siti Zubaidah Bt Basri says:

    Assalam doktor, saya dari malaysia. Saya bekas pesakit tb tapi sudah dapat rawatan penuh.. batuk saya sudah menjangkau 4 thn sblum terkena tb. Selepas thn ke4 baru dipastikan saya tb. Setelah pulih dalam tempoh setengah tahun saya batuk semula. Sgt serius. Sya sentiasa check up ke klinik tapi normal hingga akhirnya baru2 ini saya di xray dan mungkin saya ada bronchiectasis. Seandainya benar apa yang perlu saya lakukan. Batuk saya makin serius. Minta ulasan segera.

  125. soero says:

    Hallo dok apa kabar,

    saya sudah selesai terapi TB Paru selama 6 bulan dan pada catatan dokternya seperti berikut :

    Hasil ronsen thorax stqa
    paru,sonor,ves,rh dan wh tak terdengar
    slyem tak terdengar
    wd
    bekas TB
    terapy OAT stop

    apakah maksud dari catatan dokter tersebut, mungkin dokter bisa memberikan sedikit keterangan kepada saya

    terimakasi sebelumnya

  126. soero says:

    Apa kabar dr.Andika.

    Saya cuma ingin sedikit penjelasan dari hasil pengobatan saya selama 6 bulan. Terakhir saya berobat tertulis :

    kontrol
    hasil ronsen thorax stqa
    demam disangkal
    Paru sonor, ves, rh dan wh tak terdengar, slyem tak terdengar
    WD
    Bekas TB
    terapy OAT STOP

    dan hasil kesan ronsen saya yg terakhir :
    Thorax dalam batas normal, sudah tidak tampak tanda tanda proses spesifik

    Apakah dari hasil tersebut sudah baik dan apakah bisa timbul kembali,
    mohon sedikit penjelasannya dok.

  127. azar says:

    asalamualaikum dok. mautanya fibrotic suprahilar kiri KP. Lama itu apa ya dok..? teruss gimana cara penyembuhannya apa harus minum obat yg 6 bulan itu juga dok…

  128. Reno says:

    assalamualaikum wr.wb terima kasih sebelumnya dok karena telah meluangkan waktunya utk menjawab semua pertanyaan. doc ayah saya batuk2 dan sesak nafas serta meriang.. setelah berobat didiagnosa asma,, setelah minum obat dari dokternya berangsur membaik dan sembuh kemudian.. beberapa minggu ayah saya kembali sakit dengan gejala yg sama, seperti biasa dia berobat ke dokter yg sama dan sembuh tetapi akhirnya ayah saya sakit kembali dengan gejala nafas ngos-ngosan,, perut terasa kenyang walaupun belum makan apapun.. setelah diperiksa dan dirontgen dokter semula ternyata paru kanannya tidak nampak tapi paru kirinya nampak sehat dan jantungnya kata si dokter baik2 aja.. namun kata dokter dia ragu paru kanannya berisi cairan karena posisi jantung tidak tertekan.. kemudian dia buat surat rujukan untuk dictscan di rs besar..setelah saya bawa kerumah sakit dan bertemu dokter sp paru.. dokternya tersebut langsung mendiagnosa paru kanan ayah saya berisi cairan tapi dokter tersebut sempat ragu dan mencoba di usg..setelah di usg tampak berisi cairan kata dokternya dan langsung melakukan tindakan penyedotan cairan.. cairan tersebut encer, bening kemerahan sebanyak +- 800ml.. namun karena ayah saya tidak kuat dalam proses penyedotan maka dokter tersebut memutuskan untuk menyedot berkala sambil menunggu hasil lab cairan tersebut..setelah pulang dari Rs.. Ayah saya tiba2 mual dan muntah mngkin karena ayah saya belum makan sebelum penyedotan tersebut.. setelah bbrapa jam ayah saya tidak terlalu ngos-ngosan nafasnya.. setelah 2 hari ayah saya kembali ngos-ngosan sama sperti sebelum disedot cairannya..dok apakah cairan tersebut kembali lagi atau memang karena masih ada cairan yg belum disedot semua..karena itu ayah saya kembali ngos-ngosan seperti semula.. catatan dokter tersebut tidak memberi obat.. terima kasih banyak dokter.

  129. andikacp_blog says:

    Wassalamualaikum WrWb, mas/mbak Reno..saya tidak tahu mengenai riwayat penyakit ayah anda tetapi antara asma dengan cairan dalam pleura (efusi pleura) merupakan dua hal yang sangat berbeda. Biasanya asma muncul sejak kecil dan sering sesak napas secara periodik dengan sumber pencetus bermacam-macam.
    Saya lebih fokus mengenai cairan pleura (pleura adalah selaput pembungkus paru yang normalnya diisi cairan sekitar 20ml). Paru dimana pleuranya terisi cairan yang banyak seperti bapak anda menyebabkan paru tidak mengembang sempurna karena tertekan oleh cairan sehingga saat cairannya dikeluarkan maka pasien akan merasa lega. Tetapi dalam proses pengeluaran cairannya, dokter juga harus bersikap hati-hati karena bisa menyebabkan kondisi syok. Cairan pleura ini dapat muncul kembali tergantung penyebabnya bisa karena kanker paru, infeksi paru dsb. Untuk itu perlu dipastikan lebih lanjut penyebab timbulnya cairan pleura tersebut, dengan tetap berkonsultasi dengan dokter paru anda.
    Demikian semoga bermanfaat..

  130. Reno says:

    terima kasih dok..

  131. Reno says:

    Ass Wr.Wb. Maaf Dr. Andika saya mau bertanya lagi… ayah saya setelah seminggu disedot cairan dalam parunya sekarang akhir2 ini dia mengeluhkan sakit dada kanannya.. apakah ini normal karena yg berisi cairan tersebut ada di paru kanannya.. terima kasih banyak doc.

  132. andikacp_blog says:

    Mas Reno..nyeri dada sebelah kanan tersebut memang karena proses penyakitnya. perlu diketahui..pada dasarnya di paru tidak mempunyai saraf nyeri. Nyeri baru dirasakan apabila sudah mengenai bagian selaput paru (pleura). Dimana pada bapak anda sudah terjadi penumpukan cairan yang belum diketahui secara pasti penyebabnya. bisa jadi karena infeksi, tumor atau proses lainnya.

  133. ratmi says:

    Assalamualaikum dokter Andika, kemrin tiba-tiba keluar darah dari dada saya, saya langsung ke rumah sakit dan langsung dirongsen. yang saya tidak jelas maksud dari hasil rongsen ” terdapat infiltrat diatas kedua lapangan paru-paru” itu maksudnya apa ya dok? kalau hasil cek BTA bagus, terima kasih,

  134. andikacp_blog says:

    Wassalamualaikum WrWb,

    Mohon diperjelas bu Ratmi..keluar darah dari dada atau keluar darah saat batuk?..karena itu dua hal yang sangat berbeda..tks.

  135. nining indira says:

    selamat siang dok .
    mau sedikit konsul nih dok mohon pencerahannya

    saya mahasiswa , 20 thn , 2 bulan lalu saya didiagnosa terkena TB paru dan harus berobat jalan 6 bulan . karena kelalaian saya jarang minum obat efek sudah merasa sembuh, seminggu lalu saya sering mengalami sesak napas setiap tidur telentang dan mau sholat (sujud) . dan pas di rontgen paru-paru saya berair dok . dan dokter kasih dua alternatip . dilakukan tindakan penyedotan atau melalui obat aja dikeluarin cairannya . setelah runding keluarga, dan keluarga saya takut ada efek pasca penyedotan jadi keluarga saya memilih alternatip kedua . minum obat tambahan aja untuk mengeluarkan cairannya secara bertahap dan mengulang dari awal lagi minum resep buat penyakit TB nya dok.dan keluarga saya juga ngasih obat-obat herbal tambahan. jadi menurut dokter gimana ? apakah ide itu baik ? dan apakah cairan yg ada di paru-paru saya bisa keluar semuanya sampai bersih dok tanpa tindakan penyedotan?

    terimakasih dok

  136. andikacp_blog says:

    Mbak Indira..efusi pleura hanya merupakan gejala..jadi bukan penyakit. Penyebabnya salah satunya karena TB, kalau memang sudah dipastikan disebabkan oleh TB paru maka memang ada 2 alternatif melalui penyedotan kalau jumlah cairannya cukup banyak atau hanya melalui obat TB jika jumlah cairannya sedikit. Sebaiknya dipastikan dengan dokter alternatif terbaik.

  137. usy says:

    Pak dokter …slam kenal n trmaksh sblmy…pak sya pasien TB kategori 1..sy sdh brobat 9bln lama ny… Hsil sputum dnytkn(-) hsil rontgent mnytkan bhwa pulmo dlm kaan normal…… Prtnyan sya ”ttp knpa btuk nya blm smbuh warna dahak benig dan berbentuk gell bulat2 dan kdang mmnjang…. Sbnrnya ap pnykit yg sy drta ya pak dok…..

  138. andikacp_blog says:

    Pak Azhar..fibrotik itu mengambarkan bekas peradangan/infeksi pada tempat tersebut..bisa dibayangkan sebagai bekas luka pada kulit.
    Kondisi fibrotik tersebut tidak perlu diobati.

  139. andikacp_blog says:

    Dari hasil catatan dokter tersebut mengatakan bahwa penyakit TB anda sudah sembuh dan pengobtan dapat di stop.Demikian

  140. andikacp_blog says:

    Buk Usy..pada penderita bekas TB kadang-kadang memang batuknya masih ada..bisa dipicu karena ada kerusakan di parunya karena TB atau bisa juga karena ada penyakit infeksi lain. tetapi kalau batuk dahak bening kemungkinan belum ada infeksi bakteri lainnya. untuk sementara dapat diobati obat batuk saja. Demikian.

  141. andikacp_blog says:

    Wassalamualaikum ibu Siti Zubaidah..pada penderita TB seringkali terjadi infeksi yg menyebabkan kerusakan pada parunya yg disebut juga bronchiectasis. Pada kondisi yg sudah terjadi bronchiectasis si penderita sering mengalami infeksi bakteri yg menyebabkan batuk berdahak yg kadang berwarna kehijauan. Untuk itu perlu dilakukan check up teratut dan dicegah infeksi paru disebabkan oleh virus atau bakteri lainnya. Demikian.

  142. efendi says:

    selamat malam dok,
    saya mau bertanya sedikit.

    begini dok, saya mahasiswa umur 19 tahun. saya perokok.
    1 bulan belakangan ini setiap bangun dari tidur malam hari selalu saya selalu batuk sekali untuk mengeluarkan dahak yang menumpuk di dada saya. dahaknya berbentuk bulat2 bening kadang ada yang panjang. yang ingin saya tanyakan kira2 itu gejala apa ya dok?
    lalu setiap pagi sehabis mandi saya selalu merasa sesak nafas apalagi kalau jam tidur saya kurang karena tidurnya terlalu larut.

  143. kartika says:

    maaf dok saya ingin bertanya sebenarnya bronkitis kronik itu macam PPOK atau peyebab PPOK?lalu bedanya PPOK dgn bronkitis kronik apa? apakah patofisiologi dan penatalaksanaan kedua penyakit itu sama?

  144. andikacp_blog says:

    Mas Efendi..banyak penyakit paru mempunyai gejala yang anda sampaikan, apalagi merupakan perokok. Untuk lebih pasti ada baiknya berkonsultasi dengan dokter paru.Demikian.

  145. andikacp_blog says:

    Mbak Kartika..dulu bronkitis kronik merupakan penyakit tersendiri. tetapi saat ini bronkitis kronis masuk dalam kelompok PPOK. Sebenarnya sulit mengelompokan secara pasti bahwa PPOK ini mempunyai gejala spt bronkitis kronik atau bisa juga emfisema, karena seringkali PPOK nya mempunyai gejala gabungan dari penyakit tersebut. Seringkali pada textbook disampaikan bahwa bronkitis kronis merupakan diagnosis klinis sedangkan emfisema merupakan diagnosi patologis.

  146. nadia says:

    Assalamu’alaikum,
    dr, saya mau tanya. berdasarkan diagnosa sementara dr, saya mengidap chest pain pleuritis. itu maksudnya bagaimana ya? apakah berbahaya? terus juga diberi resep asam mefenamat dosis 500 mg. tablet warna putih kecil PYR dan tablet warna pink KF
    itu obat indikasinya untuk apa saja, ya? terima kasih..

    Susilowati, 22 tahun.

  147. andikacp_blog says:

    Wasslk..mbak Susilowati..terima kasih atas pertanyaannya.
    Yang dimaksud dengan pleuritis adalah peradangan pada selaput pembungkus paru. Peradangan pada daerah pleura menyebabkan nyeri sehingga disebut juga chest pain pleuritis. Penyebab peradangan pleura tersebut banyak, bisa karena TB paru, pneumonia, tumor dsb. Untuk itu perlu dikonsultasikan dengan dokter paru sehingga penyebabnya dapat segera diketahui.
    Mengenai obat anda berupa Asam mefenamat, itu merupakan obat penghilang nyeri sedangkan obat lain tidak saya ketahui.
    Demikian.
    Wassalam,
    Andika

  148. faizal says:

    Assalamualaikum wr wb,
    Dokter, saya mau tanya. Beberapa bulan yg lalu saya rontgen dan di diagnosa penyakit TB Paru serta hasil tes dahak 3x tiap pagi BTA negatif.
    Lalu saya dikasih obat berupa Rimstar 4-FDC (sehari 4x), Fortibi (sehari 1x), Imunos (1x), sekarang saya sudah berjalan sekitar 2 bln. selama 2 bulan mengkonsumsi obat itu saya tidak merasakan apa2, tetapi setelah 2 bulan batuk2 saya kambuh lagi dan badan agak terasa pegal2. Itu menandakan apa ya dok ? apakah kalo kita mengidap penyakit TB ada dahak/flek di paru-paru kita ?
    banyak artikel jika sudah 2 bulan pengobatan TB maka bulan berikutnya pengobatan berbeda.
    Terima kasih

  149. andikacp_blog says:

    Pak Faizal..
    Berdasarkan uraian yg bapak sampaikan berarti bapak didiagnosis sebagai penderita TB paru BTA (-). Untuk diagnosis tsb panduan dokter paru menganjurkan pemberian obat kategori 1 tg terdiri dari 2bln dgn 4 jenis bisa juga FDC dan dilanjutkan dgn 2 jenis obat selama 4 bln. Jadi seharusnya obat bapak sudah dikurangi.
    TB paru memang memberikan gejala batuk2 kadang2 berdahak tetapi biasanya sudah berkurang setelah pemberian obat TB, Mungkin juga dipikirkan anda menderita ISPA yg jg memberikan keluhan batuk dahak.

  150. budhyberau says:

    dok saya mau bertanya, akhir akhir ini dada kiri saya sering terasa nyeri kadang menembus dari depan sampai belakang nyerinya, kemudian sudah 2 hari ini langit langit mulut saya sakit kemudian tadi pagi mengeluarkan lendir yang bercampur darah sepertinya, karena berwarna merah encer, kira kira sakit apa yah dok ??? saya mahasiswa jadi kesulitan dana mw cekup ke spesialis dok

  151. andikacp_blog says:

    Mas Budhi..terus terang banyak kemungkinan penyebab sakitnya mulai dari yg ringan spt radang rongga mulut sampai yg berat misalnya kanker. Untuk itu ada baiknya kontrol ke puskesmas atau Rs terdekat. Saya rasa itu tidak memerlukan biaya yg cukup besar jika ke puskesmas atau RS pemerintah.
    Salam

  152. eko rahmat says:

    halo dok,saya eko rahmat umur saya 19.
    setiap kali saya tes medical untuk sbuah perusahaan saya selalu ggal.
    terakhir ini saya brtanya ke klinik tempat tes medical sya terkena ‘efusi pleura’.
    - nah dok apa pnakit itu bisa disembuhkan,bgaimana cranya??
    - kemudian apabila saya medical di perusahaan apa bisa di tutupi dok??
    terimakasih sbelumnya,mhon di balas ya dok

  153. andikacp_blog says:

    Yth mas Eko,
    1. Efusi pleura tersebut hanya merupakan gejala penyakit. Efusi pleura dapat disebabkan oleh penyakit. Bisa karena TUberkulosis (TB) paru, kanker paru dan banyak penyakit lainnya. Tetapi terbanyak disebabkan oleh TB paru. Oleh karena itu harus berobat ke dokter karena efusi pelura ini menunjukan penyakit anda sedang aktif.
    2. Efusi pleura terutama disebabkan oleh TB dapat sembuh dan hilang jika anda berobat teratur. Jadi tentunya tidak akan hilang pada rontgen jika anda tidak berobat.
    3. Kondisi paru melalui rontgen tidak bisa ditutup-tutupi.

  154. budhyberau says:

    halo dok, ini yang kedua kali nya saya bertanya sma doker nih, :), saya sudah periksa ke spesialis paru dok, kata dokter nya bronkitis, obat buat penyakit ini apa yah dok yang pas ?? udh di kasih resep sih sama dokternya tapi gak manjur dok

  155. budhyberau says:

    obat untuk bronkitis yang dapat di beli di apotik tanpa resep ada gak dok, mohon balasannya dok

  156. catur wahyu says:

    dok saat ini saya lg tes di perusahaan…nah di sni saya sedang d.fonis penyakit tbc oleh dokter, saat ini saya sedang berobat jalan selama 5 bln….yang saya tanyakan, apa saya bsa lulus medical ? n mnuman apa yg bsa menutupi bekas paru paru saya dok…..trimakash dok

  157. saify says:

    salam kenal dok, saya seorang ibu 30 tahun, dari kecil emang saya gampang sekali kena pilek, saya kira itu hal biasa, kemarin saya pilek dan kadang mungkin riaknya susah keluar jadi tenggorakan terasa gatel dan batuk, batuknya pun nggak sering dan tidak mengganggu aktivitas dan tidur malam juga biasa, tapi tadi pagi tiba2 saya batuk sekali dan langsung keluar darah segar, tenggorokan terasa gatal dan dada jadi terasa berat padahal sebelumnya biasa saja,
    sebenarnya saya kenapa y dok?? apakah ada yang nggak beres dengan paru2 saya???

  158. andikacp_blog says:

    Yth bu Saify.. Jika ibu batuk disertai darah dlm bahasa medisnya disebut hemoptisis. Kondisi hemoptisis merupakan gejala yg disebabkan Oleg banyak penyakit paru Dan sal.napas. Mulai yg ringan spt radang tenggorokan hingga yg berat spt kanker paru. Untuk itu Ada baiknya anda diperiksa langsung Oleh dokter.

  159. andikacp_blog says:

    Yth Pak Wahyu ..jika anda berobat teratur Dan tuntas Insyaallah penyakit TB paru anda akan sembuh, sehingga anda dapat lulus pemeriksaan medis. Tidak Ada obat yg dapat menutupi hasil roentgen .

  160. sheila says:

    salam kenal dok, mama saya (umur 59th) sdh masuk rmh skt dua kali dan sdh dilakukan penyedotan cairan di paru2(4 kali penyedotan), stlh kluar dr rmh skt yg kedua, ini sdh masuk 9 hr, kata mama sy sktnya mulai spt sejak awal masuk rmh skt lg(spt ada cairan diparu2 krn sktx sama: skt smp tembus kebelakang), apakah perlu dilakukan penyedotan 5 dan 6 kali lg dok?dan kenapa ya ga sembuh2, atau kanapa cairannya dtg lg?tks dok.

  161. andikacp_blog says:

    Mbak Sheila ysh
    Cairan yg disedot tsb disebut juga efusi pleura. Efusi pleura ini hanyalah gejala dari suatu penyakit bisa disebabkan infeksi spt TB, infeksi paru ( pneumonia) bahkan juga karena kanker paru. Dokter harus mencari penyebab timbulnya efusi pleura tsb.

  162. ambar says:

    Pagi dokter…
    Sy ibu umur 42 thn. setelah dilakukan biopsi eksisi di leher kanan, dinyatakan tb kelenjar. Yg ingin sy tanyakan…
    Tes apalagi yg hrs sy lakukan sblm pengobatan 6 bln, utk indikator bahwa setelah 6 bln pengobatan dinyatakan berhasil, mengingat hasil pcr tb via tes darah negatif dan ronsen thorax normal/bersih.
    Tks informasinya dokter.

  163. rudiyanto says:

    Dokter, tempat praktek nya dimana

  164. zulnafri says:

    siang dok. dok saya mau tanya masalah infeksi paru-paru, dok apakah obat yang di berikan ke paisien infeksi paru-paru boleh di selingi dengan obat herbal

  165. wahyu says:

    assalam, dokter, tbc stadium 3 itu termasuk kangker paru ya? terapi pengobatannya bagaimana?

  166. andikacp_blog says:

    Pak Wahyu..pada penyakit TB paru atau disingkat juga TBC paru tidak dikenal istilah TBC stadium 3. Jadi antara TB paru dan Kanker paru merupakan dua penyakit yang berbeda. Kedua penyakit tersebut tentu saja pengobatannya akan jauh berbeda dimana TB paru diobati dengan obat anti TB sedangkan kanker paru dengan menggunakan kombinasi modaliti spt pembedahan, kemoterapi atau radioterapi.
    Demikian..semoga bermanfaat.

  167. andikacp_blog says:

    Pak Zul ysh..sejauh obat-obat herbal tersebut memiliki bukti-bukti ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan serta tidak mempunyai efek kombinasi yang merugikan dengan obat-obatan infeksi paru…maka obat-obatan herbal tersebut bisa saja..tetapi sekali lagi jika ada bukti ilmiah ya..!

  168. andikacp_blog says:

    Saat ini saya masih di Jepang pak..InsyaAllah dalam waktu dekat akan berpraktek di RS Persahabatan, Jakarta.

  169. andikacp_blog says:

    Bu Ambar..utk limfadenitis TB seperti keluhan ibu anda maka terpenting mencari sumber primer infeksinya. Karena TB biasanya mengenai organ paru maka kita melakukan Ronsen dada atau periksa dahak untuk melihat apakah ada infeksi TB di paru. Disamping itu bisa juga melakukan pemeriksaan dgn PCR walaupun sensitifiti agak kurang.
    Jika tidak ada kemungkinan infeksi lain maka dokter akan fokus pada penanganan limfadenitis TB dengan memantau perkembangan kelenjarnya.
    Demikian.

  170. winWin says:

    dokter,saya ingin bertanya (saya cerita kronologisnya terlebih dahulu). saya punya teman yang mengalami “pneumothorax”,kmgkn disebabkan karena sering melakukan perjalanan jauh dengan motor. pada bulan januari telah dilakukan tindakan WSD (rawat inap selama 10 hari). pada saat penjahitan bekas selang WSD ada sedikit masalah yang mengakibatkan paru-paru yang blm mengembang 100%. tetapi kemudian oleh dokter nya dilakukan penanganan medis dengan menyedot dari bagian punggung. setelah dirontgen,dinyatakan telah bagus.
    teman saya melakukan aktivitas nya meski sering cepat capek, beberapa waktu teman saya melakukakn aktivitas yang cukup berat (mengangkat barang yang cukup berat),akibat nya dadanya sakit kembali terutama jika untuk berbaring.(sekitar 3 bln setelah keluar dari RS).
    setelah kontrol ke dokter,dilakukan rontgen,paru-paru yang sudah mengembang kempes lagi kira-kira 20%. dokter menyarankan istirahat total selama 3 hari,dilihat perkembangannya,untuk memastikan apakah perlu di WSD lagi tidak.
    Pertanyaan saya dokter:
    1. apakah kondisi seperti itu berbahaya?
    2. apakah ada cara selain WSD untuk bisa menormalkan paru-paru kembali,misal dengan lat.pernafasan (yoga) atau sejenisnya?
    3. bagaimanakah untuk bisa menjaga agar kondisi paru-paru dapat stabil?
    NB: teman saya jarang sekali olahraga,pola makannya juga tidak teratur.

    TERIMA KASIH BANYAK DOKTER…
    (Mohon Balasannya dokter)

  171. ade ayu rahmadani says:

    Dok,saya mau tanya,suami sy hasil rontgennya di diagnosa dr. Ada cairan di paru-paru, kemudian hasil test dahak nya hari-1 negativ , hari ke-2 negativ . Hari ke-3 positiv…apa itu tbc dok???? Trus apa bisa sembuh / tdk ada cairan lagi di paru-paru nya???

  172. Betty says:

    Selamat Siang Dokter. Ada kenalan yang sekarang sedang di opname di rumah sakit (33 tahun) karena adanya cairan pleura di paru-paru kanannya dan sudah disedot 2 x dgn total cairan +/- 2 liter. Setelah itu dia mengalami demam tinggi seharian dengan suhu badan berkisar 38.5-39 derajat dan badan panas dingin serta merasa sakit kepala (pandangan berputar) + tulang punggung bawah ngilu + sesak nafas. Mengapa bisa demikian? Apakah ini tanda”nya infeksi?
    Cairan yang disedot berwarna coklat, Saya baca” dari info internet, kl cairan warna coklat itu artinya ada hubungannya ke liver (Abses Hati Amebik), apakah benar dok?
    Obat yang diberikan oleh dokter sbb : Pyrazinamide 500 mg, Inh-Ciba 300 mg, Ethambutol 500 mg, Rifampicin 600 mg. Selain itu ada lagi : Vitamin B6, Prednison, Codeiin 20 mg.
    Dari daftar obat tersebut diatas apakah termasuk penderita TB Kategori 2, apakah termasuk penderita TB Aktif? Bisa menular bila tanpa sengaja kita terhirup hembusan nafasnya pd saat berbicara?
    Selain cek lab cairan pleura dan cek dahak, tindakan apa lg yg perlu dilakukan? Bisakah menjurus ke kanker?
    Bisakan penderita TB Aktif sembuh total? Maaf kalau pertanyaan yang saya ajukan terlalu banyak. Ini hanya untuk sekedar membantu sesama. Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih atas waktunya.

  173. erwin says:

    selamt sore dok, saya erwin umur 29th. saya perokok. saya mau menanyakan penyakt saya dok, tiap pagi ditenggorokn saya sperti ada dahak, ketika tak batuk kan keluar dahak bulat2 skitar ada 6butir lebih kadang2 bulat memanjang kayak ulat kecil, kalau siang/malam juga ditenggorokan seperti ada dahak. menurut dokter apa penyakit saya dok, trims. semga panjang umur dan sehat slalu. amien

  174. andikacp_blog says:

    Pak Erwin..pada perokok memang merangsang pembentukan mukus yg banyak. Yang lama kelamaan pengeluaran mukus yg terganggu menyebabkan proses infeksi. Disamping itu juga kerusakan paru karena rokok juga menjadi awal penyakit spt PPOK, kanker paru.
    Untuk detil penyakit atau kondisi anda perlu dilakukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter paru.

  175. Noer says:

    sore pak dokter…
    saya mau bertanya…
    tadi saya di rontgen thorax..hasilnya adalah :
    temuan radiologi : cor,sinuses dan diafragma norma. pulmo : hilli normal. corakan paru bertambah. tidak tampak bercak lunak. tampak penebalan peribronkial.
    Kesan : Bronkitis kronis. tidak tampak kardiomegali…
    saya perempuan..21 thun..
    mhon penjelasannya dok…
    sebelumnya..saya ucapkan terima kasih banyak.. :)

  176. erwin says:

    terima kasih banyak dok penjelasanya. kalau untuk mengurangi dahak biasanya pakai obat apa dok?

  177. tonikwee says:

    selamat sore dok…
    saya salah satu peserta calon tki…
    sebenarnya saya pernah teridentifikasi KP minimal lession dan sudah berobat selama 9 bulan, dan dinyatakan sembuh oleh dokter spesialis paru…
    selang waktu 6 bulan saya ronsen dan hasilnya seperti ini :
    jantung : bentuk dan ukuran normal
    paru paru : tampak proses fibrotik di periphere puncak paru kanan dengan bronchovascular pettern meningkat, tidak ada infiltrat
    sinus costophrenicus : tajam
    tulang tulang : baik dan intact
    Kes : bekas pulmonary tuberculosis di periphere puncak paru kanan
    Radiologis tampak tenang

    yang saya mau tanyakan apakah ini menular ?
    dan hasil seperti ini dalam medikal chek bisa dikatakan FIT ?
    trimakasih dok sebelumnya…

  178. andikacp_blog says:

    Bu Betty ysh..
    Cairan pada pleura bukan melulu disebabkan oleh TB paru. Untuk itu sebelum diberikan obat anti TB maka harus dipastikan benar apakah memang disebabkan oleh kuman TB dengan memperhatikan gejala, hasil ronsen, pemeriksaan dahak, pemeriksaan cairan pleura.
    Gejala-gejala yang anda sampaikan tsb memang disebabkan oleh infeksi tetapi bisa juga karena efek penyedotan cairan.
    Jika memang sudah dipastikan cairan pleura ini disebabkan oleh TB paru maka pasien ini dikelompokam pada kategori 1 dgn obat yg anda sebutkan diatas. Penyakit TB paru memang disebarkan melalui udara tetapi melalui kontak yang cukup lama. Ada baiknya memakai masker dianjurkan pada pasiennya begitu juga untuk yang berada didekatnya.

  179. andikacp_blog says:

    Pak Toni..??
    Dari hasil ronsen anda maka saat ini tidak menderita TB paru. Hanya ditemukan bekas TB paru yang sudah sembuh dengan pengobatan terdahulu.
    Jika pemeriksaan fungsi paru anda baik maka seharusnya anda FIT.

  180. tonikwee says:

    sore dok…
    trima kasih atas jawaban dokter kemarin

    dok.. untuk bekas TBC ku ini apa bisa hilang ?

  181. anggi says:

    Dok, sekitar 1 minggu lalu saya mengalami sesak nafas, tanpa disertai batuk, saya lalu memeriksakan diri ke dokter diagnosanya terdapat infeksi di paru2 sebelah kanan saya,namun hasil rontgen tertulis kedua parenkim baik, tak tampak infiltrat radang, kedua hilus baik, kedua sinus phrenicocostalis tajam, kedua hemidiafragma letaknya normal, hasil tidak ditemukan kelainan, dokter mengatakan bahwa diagnosa memang tidak tergantung dari kesimpulan radiologi karena dokter mengatakan difoto rontgen terlihat bahwa ada infeksi diparu kanan saya, saya diberi obat aztrin, lancid, dan obat racikan, dan dianjurkan u/ konsultasi kedua, hasil konsul kedua masi ada sedikit sesak, obat yg diberikan sama hanya ada tambahan euphyllin, yg mau saya tanyakan apakah benar saya menderita infeksi, apakah berbahaya dan apakah saya boleh melakukan olahraga seperti lari pagi atau jalan pagi u/ memperbaiki kondisi paru paru saya? terimakasih banyak dok atas bantuannya

  182. anggiat says:

    Dok saya pernah oprasi sedot cairan diparu 4 thn lalu n sdh sembuh,tp akhir2 ini saya sesak lg knp ya dok,apa mslh yg dulu timbbuul lg? Apa obatnya?

  183. astri says:

    Selamat sore dok,,,
    saya pernah terkena penyakit efusi pluera 2 tahun yang lalu dan setelah saya melakukan pengobatan selama 6 bulan berturut-turut paru-paru saya dinyatakan bersih dari cairan tetapi kenapa yah dok akhir-akhir ini saya merasakan nyeri di tulang belakang kiri dan kanan saat tarik nafas dan rasanya seperti mengangkat beban berat????apa penyakit saya kambuh lagi???tapi saya udah tidak batuk lagi dok dan bahakan berat badan saya naik 10kg.
    trus dok..
    saat ini saya sementara ingin melakukan medical check up untuk perusahaan yang saya tempati mendaftar pekerjaan apa kalau saat rontgen nanti penyakit saya masih bisa terlihat?atau kah saya harus ke dokter spesialis kembali untuk berkonsultasi???
    mohon balasannya dok,,
    terima kasih…

  184. andikacp_blog says:

    Yth mbak Astri..mengenai keluhan anda ada baiknya memeriksakan diri ke dokter paru. Ini juga penting untuk melihat kondisi terkini paru anda.

  185. andikacp_blog says:

    Yth pak Anggiat..efusi pleura atau terdapat cairan pada pleura munkin saja muncul kembali. Untuk mengetahuinya perlu dilakukan ronsen dada ulang.

  186. andikacp_blog says:

    Yth pak Noer.
    Hasil dari ronsen anda menjelaskan bahwa saat ini kondisi jantung anda normal tetapi ada proses peradangan paru/infeksi paru yang terlihat berupa corakan paru bertambah dan penebalan di peribronkial.
    Demikian.

  187. andikacp_blog says:

    Yth bu Ade Ayu.
    Jika sudah dilakukan pemeriksaan dahak dan hasilnya positif maka memang suami anda menderita TB. Tetapi untuk lebih pastinya kita juga menilai dari cairan parunya. InsyaAllah jika suami anda ditangani baik dan minum obat TB secara teratur maka penyakit TB dan cairannya dapat sembuh.
    Demikian.

  188. andikacp_blog says:

    Yth pak Win.
    1. Keadaan pneumothorax termasuk pada kasus emergency dibidang kedokteran. Jadi pneumothorax merupakan kasus gawat tetapi dalam panduan penangannannya jika kempesnya paru hanya 20% maka dapat dilakukan penanganan secara konservatif [wait and see] sambil bisa dilakukan latihan pernafasan dengan bantuan fisioterapi.
    2.Kondisi paru teman anda bisa dikatakan cukup rentan untuk munculnya pneumothorax ini.
    3. Secara umum pola makan teratur dan tidak ada pantangan makanan secara spesifik.

  189. siti says:

    dok, sy perempuan 25 th.
    pada tahun 2005 lalu sy batuk yg tak kunjung sembuh. oleh dokter dmnta rontgen dan tnyta kt dokter sy terkena flek paru. sy dberi obat rifampicin dan pyravit. menginjak bln k 7 pengobatan oleh dokter dminta periksa k spesialis paru. namun ktna kterbatasan biaya tdk sy lakukan.
    namun, bln maret kmrn kndisi badan sy drop dan batuk. 3 hr kmdian sy k dokter lalu karna sy pny riwayat flek paru, dokter mnyuruh kmbli rontgen dan hasilnya
    cor : bsar n bntuk normal
    pulmo : tmpak fibrotik suprahiler & parahiler dextra
    fibro kalsifikasi suprahiler & parahiler sinistra
    fibro infiltratif paracardial dextra
    kedua sinus phrenico costalis tajam
    kesimpulan : kp lama saat ini masih tampak proses aktif.
    Yg sy tanyakan:
    1. hsil rontgen tsb artinya apa?
    2. ktka sy btuk sy jg pilek. dan ingus yg kluar pd hdung sblah knan brwarna coklat tp yg kiri bening tak brwrna. ktka itu sy dksih obat pehadoxin, rifampicin, vectrin dan vit.
    apa obat tsb sdh tepat?
    3. 1bln kmdian sy kntrol. batuk sdh reda. tp bbrp kli pd tnggorokan ada smcam dahak kl dkluarkan berwrna coklat sma sperti ingus yg wktu itu d hidung knan. adanya dahak tsb tnpa dsertai batuk atopun pilek.
    itu prtanda apa ya dok?
    (sy dbri obat yg sma dg sblumnya)
    4. akhir2 ini perut srg mual n hndak mntah terutama dini hr smpe pg hr. knp ya dok, apa ada hub dg pnyakit sy ato dg obat2an yg sy knsumsi?
    5. sy hndak program hamil,berbahaya tdk kndisi sy saat ini thdp janin nntinya?
    trmaksh sblm.nya.

  190. Noer says:

    assalamu’alaikum wr.wb..
    ini noer lg pak..sy perempuan 21thn..
    trima kasih atas jwaban pertanyaan saya sbelumnya.. :)

    sebenarnya saya waktu bulan januari – februari itu batuk2 (awalnya batuk kering..setelah itu batuk berdahak..kdg2 d dahaknya ada sedikit merah)..waktu batuk saya di sarankan untuk di rontgen thorax oleh dokter..tp blm smpet rontgen sampai sya sdah tdak batuk2 lagi..
    tapi..pas waktu kedinginan..punggung sya terasa dingin dan akhirnya batuk2..
    karena itu..saya akhirnya rontgen dan hasilnya seperti itu (temuan radiologi : corakan paru bertambah,,tampak penebalan peribronkial..
    Kesan : bronkitis kronis, tdak tampak kardiomegali)..

    pertanyaannya..
    apakah harus ada tindakan medis ? dengan hasil rontgen seperti itu pak?
    kalau ada,,seperti apa tindakan medisnya..?

    trima kasih sebelumnya pak dokter :)

    nb.
    waktu usia 3 tahunan sya pernah sakit bronkitis..tp wktu di ajak tinggal di cirebon beberapa bulan..bronkitis sy smbuh…

  191. Noer says:

    oia pak..saya trakhir di rontgen tanggal 10 april 2013.. tanpa ada pengantar dari dokter..sya lgsung rontgen..karena tiap saya kedinginan dan punggung terasa dingin..saya suka batuk2..

    Terima kasih banyak atas perhatiannya pak..
    Wss..

  192. andikacp_blog says:

    Ibu Siti ysh..

    Pertama-tama yang ingin saya komentari dari apa yang anda sampaikan adalah kasihan. Kenapa kasihan? Karena anda tidak tuntas dalam pengobatan Tuberkulosisnya. Dalam pengobatan TB dokter dan juga pasien harus melaksanakan panduan pengobatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Pasien tidak boleh menganggap sepele pengobatan TB ini karena mudahnya timbul resistensi terhadap obat anti TB sedangkan jenis obat TB ini sendiri sangat terbatas.
    Secara umum yang dapat saya sampaikan bahwa dari hasil ronsen anda menyimpulkan bahwa masih ada kemngkinan besar anda menderita TB paru. Yang menjadi sulit pada kasus anda adalah adanya kemngkinan obat-obat anti TB sudah tidak mempan lagi untuk mengobati penyakit anda. Untuk itu perlu dilakukan kultur dan pemeriksaan resistensi obat TB. Jika anda berlokasi di Jakarta maka anda dapat berobat di RS. Persahabatan dan pengobatan TB ini gratis.
    Demikian.

  193. andikacp_blog says:

    Mbak/pak Anggi ysh..
    Saat pasien mengeluhkan sesak napas maka banyak kemungkinan diagnosis oleh dokter mulai dari infeksi paru, asma, gangguan jantung, kelainan darah, saraf dsb.
    Jadi melalui wawancara, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang maka dokter dapat mengambil kesimpulan akan penyakit yang diderita pasiennya.
    Tetapi biasanya jika tidak ditemukan kelainan pada ronsen maka penyebabnya bukan infeksi.
    Demikian.
    Wassalam,

  194. siti says:

    trmaksh sblm.nya atas pnjelasan dokter.
    sayangnya sy tggal d jawa timur.
    kl trjdi resistensi, apa msh bsa smbuh dok?
    kmgkinannya brp %?

  195. andikacp_blog says:

    Yth ibu Siti..
    Kalau sudah terjadi resistensi pengbatan TB nya menjadi sangat sulit..membutuhkan waktu yang lebih lama, biaya yang lebih besar.

  196. siti says:

    dok, mau tnya.
    tes untuk mngetahui adanya resisten obat untuk tb nama.nya apa ya dok?
    maaf kl bnyak tny, hehe

  197. FITRIA says:

    dok, saya mau tanya .
    apa yang harus dilakukan pada orang yang post TBC..?

  198. andikacp_blog says:

    Yth mbak Fitria

    Pada orang yang pernah menderita TB paru. Hal yang harus dilakukan adalah mencegah infeksi berulang. Jika ada orang sekitar menderita TB paru dianjurkan untuk memakai masker dan orang teersebut harus di obati.
    Kemudian dianjurkan tiap tahun untuk 3 tahun pertama untuk melakukan pemeriksaan ulang. Selanjutnya hanya menjaga gizi.
    Demikian.

  199. novi says:

    Pagi dokter

    2bulan yg lalu setelah saya cek up ke rumah sakit, saya terkena TB paru kiri.
    Dan akhirnya saya harus minum obat yang telah diberikan oleh dokter seperti
    rifampisin, isoniasid (INH), pirazinamid dan ethambutol. Sepertinya kalau saya mnum obat tersebut suka ngantuk. Berhubung saya kerja pagi dan pulangnya sore maka saya hanya mnum obat setelah saya pulang bekerja, apakah tidak apa2 dok ?
    Soalnya apabila saya minum obat pagi dikantor saya tajut ketiduran,
    Jadi bagaimana cara minum obat yang benar menurut dokter ?
    Bisa setelah makan kah, atau sblm mkn jga ?

  200. andikacp_blog says:

    Yth bu Novi..

    Memang salah satu efek samping obat TB Isoniazid menyebabkan pasien mudah mengantuk jadi dianjurkan khusus untuk obat ini diminum setelah makan malam.
    Minum obat TB yang ibu minum 4 macam tersebut tidak harus diminum secara berbarengan..obat-obat tersebut boleh dibagi minumnya misalnya Rifamicin diminum pagi hari, Pyrazinmid dan Ethambutol saat siang hari serta INH saat malam hari. Yang penting obat-obat tersebut jangan lupa diminum tiap hari.
    OAT harus diminum setelah makan.
    Demikian buk.

  201. titis says:

    Assalamualaikum dok…ayah sya menderita tb , dan alergi pd obat merah yg tersedia d rumah skit ato puskesmas, skrg ayah sya konsumsi obat etambutol, pirazinamid, ofloxcaxin. Oia dok ayah sy jg terkena diabetes tipe 2, 2 bulan kemarin ayah sy dianjurkan suntik streptomyocyn. Sekarang akibat suntikan tsb ayah sya kehilangan keseimbangan. Apakah ada obat untk menanggulangi keseimbangan akibat suntikan tsb?? Mohon bantuanny dok. Makasi

  202. Nurasiyah says:

    Sya seorg pendrta TB paru,akhir ini dada sy srg skit saat sya bekrja atau beraktifitas.
    Ap penyebab nya doc?!!
    Atau mungkn paru2 saya makin parah

  203. andikacp_blog says:

    Yth mbak Titis,

    Terus terang mbak Titis perlu lebih menjelaskan yg dimaksud alergi obat merah?..apakah yg dimaksud pil berwarna merah atau bikin kencing berwarna merah.
    Tetapi terlepas dari itu..seperti panduan obat TB nya sedikit berkurang. saya sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter paru

  204. odhi yala says:

    assalamu’alaikum dok,
    gini, bapak saya sudah sekitar 6 bulan ini di rumah karena mengidap kanker paru paru stadium 3, dulu akhir 2012 bapak saya rutin menjalankan kemoterapi ( saat masih stadium 2 ) tapi karna sel kanker sudah menjalar sampai ke tulang belakang atau sudah memasuki staidum 3 bapak saya memutuskan untuk dirumah dan tidak ke rs karna untuk berdiri atau duduk saja susah, dan akhir akhir ini bapak saya menjalani pengobatan sejenis bekam gitu dok, tapi rasa sakit akibat kanker itu nggak kunjung hilang dan malah tambah parah,, pengobatan sejenis bekam itu pengaruh nggak dok sama kanker bapak saya, dan saya ingin saran dokter bagi bapak saya karna akhir akhir ini bapak saya sering mengeluh kesakitan, kalo untuk kemoterapi itu gimana selanjutnya?
    Trimakasih banyak atas jawabanya dok,
    wassalam.

  205. andikacp_blog says:

    Yth pak Odhi.

    Saya turut prihatin dengan kondisi bapak anda. Kalau memang sudah terjadi penyebaran ke tulang belakang berarti bukan stadium 3 lagi tetapi sudah stadium 4. Pada tahap stadium ini penanganan kita bersifat meningkatkan kualitas hidup pasien atau disebut juga paliatif dan tidak bersfat kuratif atau mengobati(menghilangkan penyakit).
    Apakah bekam ada pengaruhnya ke kanker paru..terus terang saya tidak tahu pasti karena belum ada penelitiannya..tapi dengan maksud ikhtiar dan dalam kondisi stadium 4 ini boleh dicoba aja. Tetapi walaupun begitu harus dibarengi dengan upaya medis. Secara medis untuk mengurangi nyeri karena penyebaran kanker ini perlu dilakukan radioterapi( radiasi) paliatif.Jadi menurut saya radioterapi dulu karena kondisi tidak memungkinkan untuk kemoterapi.

  206. Pian says:

    Salam sehat dok
    Saya mantan Tb positif 3 setelah periksa dahak di puske dan saya mengikuti terapi obat 6 bulan di puske selama terapi saya minum herbal kulit manggis bentuk just dan pil dan juga air kunyit dan setiap saya diminta tampung dahak bahkan dahak di bulan ke 6 hasilnya negatif dok dan setelah 6 bulan habis saya dinyatakan sembuh tapi setelah 1 bulan kadang-kadang batuk saya datang lagi diawali gatal ditenggorokan kadang juga sesak dan kayak ada terganjal ditenggorokan dan itu pun sesekali kemudian dadasaya kadang nyeri dikiri kadang dikanan untuk batuk datngnya kalau ngirup sesuatu saja dok kayak debu atau yang dapat mengganggu tenggorokan. usia saya 29 tahun tinggi 164,5 cm berat terakhir 50,5 kg dah turun 2 kg biasa hanya mentok di 52 kg aja dan saya dok ada penyakit maag atau pencernaan dok. pertanyaan saya dok :
    1. Apakah TB paru saya kabuh lagi
    2. Atau ada penyakit lain datang?
    3. Mohon solusinya
    terima kasih
    dari. Pak Pian

  207. andikacp_blog says:

    Yth bu Nurasiyah..

    Memang nyeri dada pada penderita TB paru dapat terjadi terutama jika TB paru sudah mengenai selaput pembungkus paru. Tetapi nyeri dada tersebut tidak bisa dijadikan tanda keparahan penyakit TB.
    Demikian.

  208. andikacp_blog says:

    Yth pak Pian,

    Jika anda tanyakan apakah mungkin TB paru kambuh..maka jawabannya mungkin sekali. Apalagi kalau masih terus terpapar dengan penderita TB yang dahaknya positif.
    Sehingga ntuk mencegah kekambuhan sangat dianjurkan anda memakai masker dan menjaga gizi anda.
    Hal lain yang perlu anda ketahui bahwa sembuh TB paru bukan berarti batuknya hilang sama sekali. Karena hal ini sangat tergantung apakah ada lesi bekas ada paru akibat TB ditambah apakah ada infeksi paru dan saluran napas lainnya.

  209. hanifah says:

    dokter, saya sudah general checkup dengan hasil seperti ini..

    pulmo: hili normal
    corakan paru bertambah
    TAMPAK NODA KERAS APEK SERTA LAPANG ATAS DAN TENGAH PARU KANAN
    tidak tampak pembercakan lunak
    KESAN: TB PARU LAMA TENANG

    tetapi hasil periksa dahak negatif

    Bagaimana menurut analisa dokter.??

  210. hanifah says:

    Assalamu’alaikum wr.wb, dokter sy ibu rumah tangga berumur 43 tahun, baru saja sy general check up dengan hasil sbb:
    cor tidak membesar, sinuses dan diapragma normal
    Pulmo : Hili normal
    Corakan paru bertambah
    Tampak noda keras pada kedua apek serta lapang atas dan tengah paru kanan
    Tidak tampak pembercakan lunak
    Kesan:
    TB Paru lama tenang

    sy bawa hasil general check up itu ke puskesmas, dokter psksmas menyarankan utk chek dahak
    hasilnya 2 kali check dahak negatif, bgm menurut analisa dokter? hasil general chekup sy tersebut

  211. Marlo says:

    Dok apa ada obat rasa sakit untuk penderita tbc paru paru setelah mengkonsumsi obat OAT

  212. Hanifah says:

    Dokter, saya ibu berusia 43 thn. Krena mau melaksanakan ibadah haji, saya di haruskan general check up dengan hasil ronsen sprti ini.

    Cor tidak membesar, sinuses dan diafragma normal

    Pulmo : Hili normal
    Corakan paru bertambah
    Tampak noda keras pada kedua apek serta lapang atas dan tengah paru kanan
    Tidak tampak perbercakan lunak
    Kesan : TB paru lama tenang.

    setelah itu hasil ronsen ini di bawa ke puskesmas. kata dokter di puskesmas saya harus tes dahak. 2 kali tes dahak hasilnya negatif TB.

    Bagaimana menurut analisa dokter?

  213. andikacp_blog says:

    Yth bu Hanifah..

    Dalam mendiagnosis TB paru ada 3 hal yang perlu diperhatikan yaitu klinis ( apakah ada gejala-gejala penyakit TB seperti batuk lama, keringat malam dll), ronsen paru dan pemeriksaan dahak.
    Karena pada ronsen dada terdapat gambaran spt bekas TB makanya perlu dianalisa lebih lanjut dengan pemeriksaan dahak.
    Kalau saya anjurkan ada baiknya dilakukan konsultasi dengan dokter paru.

  214. andikacp_blog says:

    Yth pak Marlo,

    Untuk TB paru sebenarnya tidak diperlukan obat penghilang nyeri. Tetapi jika anda merasa nyeri bisa saja minum obat paracetamol atau asam mefenamat.

  215. indah says:

    asssalamualaikum……………..dok,waktu saya periksa rongsen,ternyata saya di diagnosa paru – paru saya ada efusi pleura kanan minimal.dan dada saya terkadang ngrasa nyeri.apakah penyakit ini sangat parah???
    dan bagaimana cara menyembuhkan penyakit ini,terima kasih dokter

  216. andikacp_blog says:

    Wassalamualaikum WrWb,

    Yth mbak Indah

    Efusi pleura berarti ada cairan alam rongga pembungkus parunya. Sebenarnya ini hanyalah gejala dari banyak penyakit seperti TB paru, kanker paru dll. Untuk itu perlu dipastikan penyebab terjadinya efusi pleura. Saya anjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter paru.
    Demikian.

  217. kus says:

    Ass.dok mengkonsumsi obat tb kan hrs teratur yaa?? Gaa boleh dilewat 1xpun.nah kalo kasusny sprti ini gmn?. Minum obt ttp 3x sehari,cm yang beda hanya jam nya saja. Misl kmrn minum obat jam 4sore,hrni br smpt minum sktr jm7 an mlm. Itu bahaya gaa dokter??? Apa itu bs menyebabkan ktidak sembuhan??? Mohon infonya

  218. Zainal says:

    Dok,
    Saya mau tany nih. D leher sebelah kanan ada benjolan kecil, apa it yg dnamakan TBC Kelenjar, apa bhayay?serta gimana cara menghlangkan benjolan tersebut?
    Sbelumy sya ucapkan trima kasih.

  219. debby rosya dhini says:

    Aslam dok..
    Saya deby umur 18 thn
    Sya mau tnya,sudh beberapa pekan ini sya batuk trus mnerus.. Gejalanya dmam,pusing tiba”,batuk berdahak,awalnya rdang tgorokan,suara serak,dahak kuning khijauan,tapi skarang dahaknya berwrna putih bening sya sdah coba mengkonsumsi obat scra tratur,tpi batuknya blum smbuh” sudah 2 mgu lebih,sembuh sbntar,tpi muncul lg..
    Mhon bantuannya ya dok
    Terimakasih

  220. faizah says:

    dok, saya pasien tbc yang memasuki tahap ke 2 atau tahapan lanjutan, yang jadi masalah saya telat minum obat sehari n pas ingat jam 4.30 pagi n langsung saya minum obat nya. apa yang sebaiknya saya lakukan?? apa saya harus memulai pengobatan awal lagi dengan segala macam pemeriksaannya??? atau saya melanjutkan minum obat??? tolong bantuannya dok dan terima kasih

  221. andikacp_blog says:

    Yth Ibu Faizah..

    Untuk keterlambatan minum OAT yang ibu alami tidak diperlukan pengulangan minum obat dari awal dan dapat melanjutkan fase lanjutannya sampai selesai.

  222. andikacp_blog says:

    Mbak Deby..

    Kondisi batuk-batuk yang 2 minggu atau lebih menunjukan keadaan yang memerlukan evaluasi dan pemeriksaan lebih lengkap. Batuk disertai dahak kehijauan apalagi disertai demam menunjukan tanda infeksi paru..pada awalnya bisa disebabkan oleh bakteri. Untuk itu saya anjurkan berkonsultasi dengan dokter paru.

  223. andikacp_blog says:

    Yth Pak Zanal..
    Benjolan pada leher tidak selalu merupakan Tb kelenjar..untuk itu perlu diperiksa lebih lanjut. Bisa dengan melakukan biopsi jarum halus pada benjolan tersebut kemudian dilakukan pemeriksaan di laboratorium. Jika memang disebabkan oleh Tuberkulosis maka anda harus minum obat anti tuberrkulosis selama 9-12 bulan.
    Demikian.

  224. andikacp_blog says:

    Pak Kus..

    Kondisi keterlambatan minum obat spertinya yang anda sampaikan tersebut tidaklah hal yang perlu dirisaukan. Keterlambatan minum obat yang ditakuti jika tidak minum obat satu bahkan beberapa hari.
    Demikian.

  225. faizah says:

    terima kasih untuk jawaban yang kemarin dok dan maaf saya mau tanya lagi apa benar kalau mengkonsumsi obat tbc menyebabkan gatal2?
    karena saat ini saya mengalami gatal2 disekitar (maaf) alat kelamin saya dan disekitar pergelangan kaki

  226. Indri Adam says:

    Hai dok,, saya indri umur 25 tahun
    5 hari lalu saya batuk darah sampe sekarang,, trus sya foto rontgen hasilnya
    Bercak2 berawan,, infiltrate pada lapangan atas kedua paru
    Cor: bentuk, ukuran, dan letak dalam batas normal. Aorta biasa
    Sinus costophrenicius dan diafragma baik
    Tulang2 intak
    Kesan: TB paru aktif bilateral
    Mohon penjelasannya dok dan bgaimana penanganannya,, terimakasih

  227. andikacp_blog says:

    Yth mbak Indri,
    Melihat hasil foto toraks yang anda sampaikan dan gejala batuk darah yang pernah terjadi, sepertinya anda menderita TB paru. untuk itu anda perlu konsultasi dengan dokter paru, sehingga tatalaksana dapat berjalan baik.
    Demikian.

  228. athi says:

    Halo dr. Andika…
    Saya athi… dulu saya pernah terkena efusi pleura dan saya menjalani sedot cairan dan setelah itu saya menjalani pengobatan selama 6 bln dgn obat metilprednisolon, inh, rifampicin dan pirazinamid. Setelah selesai masa pengobatan, saya hamil dok, dan sekarang anak saya berumur 6 bln, dan ada benjolan kecil di leher sebelah kanan anak saya, apakah mungkin anak saya jg terkena penyakit yg sama dgn saya dok? Lalu tindakan apa yg pertama2 harus sy lakukan mengingat umur anak sy yg masih kecil. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas bantuannya dok

  229. andikacp_blog says:

    Yth mbak Athi,
    Benjolan pada leher tersebut ada beberapa kemungkinan. Salah satu kemungkinannya limfadenitis TB (peradangan kelenjar limfe akibat TB). Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan lebihlanjut untuk memastikan penyakit anak anda tsb. Saya saran untuk berobat ke dokter anak.

  230. salmahmnalf says:

    selamat malam pak andika,

    salam kenal saya salmah, saya ingin bertanya.
    saya punya pacar yang sakit paru-paru bolong dan dy adalah perokok aktif hingga saat ini.
    1. kira-kira bisa disembuhkan atau tidak ya?
    2. jika bisa bagaimana cara pengobatannya, adakah cara pengobatan alternatif untuk paru-paru bolong?
    3. apakah bisa menular?bagaimana cara penularannya? apakah bisa menular lewat cairan tubuh ?
    4. benarkah susu sapi (dari merek2 ternama di indonesia) jg tidak boleh dikonsumsi, mengingat pacar saya penikmat susu sapi.

    cukup sekian dulu pertanyaan dari saya, mohon sekiranya berkenan untuk menjawab.

    best regards
    salmah

  231. andikacp_blog says:

    Mbak Salmah..
    1. InsyaAllah bisa sembuh jika berobat teratur dan berhenti merokok.
    2. Cara penularannya melalui batuk atau penyebaran melalui udara.
    3. Iya bisa menular
    4. Tidak benar.

  232. Mina says:

    Selamat siang dok,
    Saya 2 bulan lalu didiagnosa menderita penyakit TB Kelenjar + efusi pleura.
    Pada leher saya terdapat beberapa benjolan, hasil rontgen saya menunjukkan bayangan pada paru sebelah kiri (dokter mengatakan itu adalah penumpukan cairan.
    yang ingin saya tanyakan adalah dengan kondisi tersebut berarti ini adalah kuman TB jenis apa ya?
    hanya TB biasa, TB kelenjar atau TB ekstra paru?
    atau kuman tersebut berada di paru juga kelenjar getah bening saya?
    Lalu sembuhnya kira2 berapa lama? apa bisa 6 bulan sembuh?
    kemudian apa penyakit ini akan menyisakan bekas pada foto thorax bila sudah sembuh? karena saya khawatir tidak dapat lolos tes kesehatan.
    Mohon penjelasannya dok.
    Terimakasih sebelumnya.

  233. Santika San says:

    Selamat siang dok. Saya mau bertanya ibu saya hari selasa baru disedot cairan di paru2 sebanyak 650ml tetapi dalam waktu dua hari sudah terkumpul lagi sebanyak 650ml lagi. Kira2 apa penyebabnya ya dok? Terimakasih.

  234. irn231 says:

    selamat pagi pak andika,

    salam kenal nama saya irfan, saya ingin bertanya.
    4 hari yg lalu istri saya minum obat tbc (dia nya di diagnosis kena tbc kelenjar),
    setelah minum obat tsb, langsung mengalami alergi obat tbc seperti mual, muntah, lemas, otot kaku dan mata nge blur / berbayang.

    minum obatnya langsung dihentikan, untuk efek yg lain sudah hilang sekarang tinggal mata nge blur / berbayang, saya baca – baca diinternet katanya karena ethambutol.
    yang mau saya tanyakan : apa solusinya dok, apa ada obatnya? atau harus dibawa ke dokter mata atau cukup dibiarkan saja?

    cukup sekian dulu pertanyaan dari saya, mohon sekiranya berkenan untuk menjawab.

    best regards
    Irfan

  235. andikacp_blog says:

    Yth pak Irfan,
    Memang semua obat ada kemungkinan efek sampingnya. Untuk lebih memastikan ada baiknya ada kontrol dengan dokter paru begitu juga keluhan mata blur sebaiknya istri anda kontrol dengan dokter mata.
    Demikian saran saya.

  236. andikacp_blog says:

    Buk Sartika san

    Kondisi yang ibu anda alami disebut sebagai efusi pleura atau cairan pada pembungkus paru. Normalnya memang tidak ada atau hanya sekitar 20 ml. Efusi pleura tersebut dapat disebabkan oleh banyak penyakit bisa karena TB paru, infeksi paru ( pneumonia), kanker paru dll. Untuk itu ada baiknya ibu anda memeriksakan diri dengan dokter paru.

  237. andikacp_blog says:

    Yth bu Mina.
    Sebelum saya jawab perlu saya jelaskan tentang tuberkulosis. Tuberkulosis disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberkulosis. Kuman ini dapat menyerang banyak organ diantaranya paru, usus, kelenjar dll. Tetapi memang organ terbanyak yg diserang adalah paru. Untuk tuberkulosis yg menyerang paru disebut tuberkulosis paru ( TB paru). Sedangkan tuberkulosis yang menyerang selain paru disebut TB ekstraparu diantaranya TB kelenjar, Peritonitis TB dll.
    Untuk penyakit TB ini dengan meminum Obat anti tuberkulosis yang lengkap dan teratur mudah-mudahan akan sembuh. Sedangkan untuk TB paru minum obat minimal selama 6 bulan sedangkan TB kelenjar biasanya minum OAT selama 9 bulan.
    Demikian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s