CONSULT AND DISCUSSION

Bagi pembaca sekalian, jika ada yang mau berkonsultasi di bidang paru dan respirasi dapat menuliskan pertanyaan di ruang ini. Dengan segala keterbatasan yang saya miliki, saya akan berusaha menjawab pertanyaannya..terimakasih..
Comments




dok,akhir2 ini saya merasa bunyi mengi( kalo tidak salah ucapanya),sebelumnya paru2 saya pernah berair dok,dan kemudian dilakukan penyedotan air dari peru itu dengan menggunakan suntik. apakah paru2 saya masi bisa berair lagi,mengingat saya masi mengidap tb.
sekian dulu pertanyaan saya,trimaksih dok
halo Dr.andika
saya tertarik akan masalah penyakit paru ni.
yang saya ingin tanyakan apakah ada makanan atau minuman yang baik bagi kesehatan paru-paru??
terimakasih
Mengi atau bahasa kedokterannya disebut “wheezing” adalah bunyi yang timbul karena aliran turbulensi pada “pipa” saluran napas kita, biasanya gejala ini timbul pada penderita obstruksi saluran napas seperti asma, PPOK dll. Gejala ini timbul sebagai akibat tidak lancarnya aliran udara keluar(ekspirasi) melewati “pipa” saluran napas sehingga menimbulkan bunyi seperti mencicit. Pada pasien yang mempunyai mengi akan merasakan sesak napas karena perlu usaha untuk mengeluarkan napas.
Pada kasus anda apakah pasti bunyi mengi? karena walaupun mungkin juga ada mengi tetapi sangat jarang. Bunyi mengi pada TB bisa timbul pada penderita “TB lama” yang telah ada kerusakan/sumbatan/granulasi pada pipa saluran napas. Dan bila ini terjadi anda akan merasakan sesak napas yang sering.
Menurut analisa (kalau tidak salah!!) mungkin yang anda keluhkan itu bukan mengi. Mungkin yang terdengar melalui steteskop adalah ronki(cracle). Bunyi ronki dapat terdengar pada pasien efusi pleura (=terdapat cairan pada lapisan pleura paru). Penyebab timbulnya efusi pleura ini salah satunya karena TB paru. Selagi pengobatan TB nya tidak teratur atau tidak tuntas tetap ada kemungkinan cairan ini menumpuk. Tetapi biasanya bila sudah disedot dan mendapat terapi TB yang adekuat, cairan ini akan berkurang bahkan hilang sama sekali.
Semoga membantu..
Halo juga pak Jon..senang bisa berkenalan dengan anda..
Penyakit paru banyak macamnya pak Jon..Penyakit paru yang mana anda maksudkan?..Kalau yang anda maksudkan adalah TB (Tuberculosis) paru maka secara umum makanan dan minuman yang bergizi baik untuk penderita TB. Biasanya pasien TB memerlukan makanan/minuman bergizi seperti susu, protein tinggi untuk meningkatkan daya tahannya dan meningkatkan kemampuan tubuh untuk melawan kuman TB.
Begitu juga untuk pencegahan, disamping pola hidup bersih diperlukan juga makanan/minuman bergizi untuk menangkal masuk dan merajelelanya kuman TB pada tubuh kita. Kuman TB biasanya akan berkembang pada individu yang daya tahannya sedang menurun.
Demikian dulu semoga membantu..
assalamu’alaikum dr Andika Chandra, saya seorang ibu rumah tangga usia 26 tahun. setelah di vonis bahwa saya menderita TB paru Tingkat 1, saya harus minum obat secara rutin pagi, siang dan sore.pertanyaan saya,berhubung sebentar lagi bulan puasa, bagaimana saya harus mengkonsumsi obat yang siang itu dok?padahal kan saya harus puasa.Terus bagaimana solusinya? terima kasi dok atas bantuannya.
Wasslk Wr Wb, terimakasih ibu Dwi atas kepercayaanya..
Pertama mengenai diagnosis mungkin yang dimaksud ibu adalah TB paru Kategori 1, bukan TB paru tingkat 1. Yang dimaksud dengan TB kategori 1 adalah pasien yang baru pertamakali menderita TB dan belum pernah minum obat TB sebelumnya.
Mengenai obat TB untuk kategori 1 ini ada 4 macam jenis obat yaitu INH (H), Rifampicin (R), Pyrazynamid (Z) dan Ethambutol (E) selama 2 bulan dan dilanjutkan HR selama 4 bulan. Memang agak susah kalau ibu minum ke-empat jenis obat tersebut sekaligus atau diselang-seling (pagi, siang, malam). Jadi kalau ibuk minum obat TB yang terpisah seperti yang saya maksud diatas maka pada bulan puasa ibuk dapat meminum obat TB tersebut sekaligus waktu sahur atau berbuka.
Tetapi ada yang lebih mudah lagi..sebenarnya saat ini ada obat TB dimana keempat jenis obat TB diatas telah digabung menjadi satu pil. Obat ini dikenal sebagai Kombinasi Dosis Tetap (KDT) dan obat ini disediakan secara gratis dipuskesmas atau RS pemerintah kalau ibuk ikut serta dalam program pemberantasan TB yang disebut DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse).Sehingga jika meminum obat dalam bentuk ini maka ibuk hanya minum mungkin 2-3 pil 1 hari pada 2-3 jam sesudah berbuka atau sebelum sahur dibandingkan kalau yang terpisah bisa 7-8 pil 1 hari..
Sekian ..semoga bermanfaat..
halo dok,,
sya Angel,,,
Sya mau konsultasi ttg kebiasaan ayah saya yg hampir setiap hari mengkonsumsi obat amoxilin dgn ampicilin tanpa resep dokter dgn kluhan batuk dgn sdikit dahak,,
ayah sya umurnya 55 thn, tgi 173 cm, BB 86 klo.
prtanyaan saya,
apakah mngkonsumsi antibiotik secara terus-mnerus ada efek sampingnya trhadap ksehatan,,,?
Besar harapan sya agar dokter mau mmbalas konsultasi saya ini..
Trimakasih ,,
Terimakasih mbak Angel, tentunya anda sangat sayang sekali sama ayah anda.
Mengenai konsumsi obat tanpa indikasi yang jelas tentunya sangat berbahaya. Kita tahu bahwa obat merupakan zat kimia yang bermetabolisme dalam tubuh dan dapat menimbulkan efek tertentu. Apalagi kalau yang dikonsumsi tersebut adalah antibiotik. Antibiotik sendiri diindikasikan untuk membunuh kuman patogen yang ada dalam tubuh si penderita. Kalau meminum antibiotik sesuai indikasi dan cara pakainya, obat ini sangat bermanfaat sekali. Tetapi kalau meminum antibiotik tanpa indikasi dan cara pakai yang tidak benar tentunya sangat berbahaya sekali.
Bahaya yang mungkin dapat terjadi :
1. karena minum antibiotik tidak sesuai maka berakibat obat tersebut tidak mempan lagi untuk membunuh kuman (resisten) sehingga bila suatu saat memerlukan antibiotik terpaksa meminum antibiotik lain dengan kelas yang lebih tinggi dan harganya juga lebih mahal. Tetapi perlu diketahui antibiotik itu sendiri jenisnya sangat terbatas sehingga menyebabkan pilihan dokter sangat terbatas bila pada pasien tersebut mempunyai resistensi pada banyak antibiotik.
2. Kebanyakan obat dimetabolisme dalam hati dan ginjal. Pemakaian antibiotik yang tidak sesuai cara pakainya dapat menimbulkan kerusakan hati dan ginjal yang merupakan organ vital dalam tubuh. Kerusakan pada kedua organ tersebut pada kondisi sangat parah dapat menimbulkan gagal ginjal dan penurunan fungsi hati.
3. menghabiskan duit untuk hal yang belum tentu ada manfaatnya. Seperti yang anda sampaikan keluhan batuk dengan sedikit dahak belum tentu diakibatkan infeksi. Banyak kemungkinan penyebab batuk beliau, bisa terjadi PPOK (diakibatkan merokok), TB, kanker paru dsb. Hampir semua penyakit paru menimbulkan keluhan batuk sehingga saya sarankan kalau sudah sangat menggangu untuk berobat ke dokter.
sekian.
halo dok…
dok,saya terkena tb dan sekarang memasuki pengobatan kedua dengan resep obat anadex,rimfampin 600mg,ethiflox,rhinofed,dan pil kuning(saya tidak tau namanya)..sebelumnya saya juga suda mengikuti pengobatan yang harusnya 6 bulan tapi tidak saya laksanakan karena kekurangan biaya,saya mengentikan pengobtan kurang lebih 5 bulanan,setelah itu saya terkena lagi dan kemudian melanjutkan pengobatan..dok apakah masih ada kemungkinan untuk saya sembuh secara total,apakah dari pemeriksaan check up dapat diketahui saya pernah mengidap tb,mengingat saya ingin tes kesehatan diperusahaan asing(bila saya melanjutkan pengobatan secara penuh),apakah penyakit tb dapat menular melalui hewan(anjing) karena anjing dirumah saya terkena air liur saya tepat dimulutnya..
Atas kesediaan waktu dokter saya ucapkan terimakasih..
Halo juga pak aznan,
Semoga pengobatan TB kali ini pak aznar dapat berobat sampai tuntas karena kalau mengikuti aturan pengobatannya Insya Allah penyakit TB tersebut dapat sembuh. Terus terang biaya bukan alasan pak Aznan karena pemerintah melalui puskesmas telah menyediakan obat TB tersebut secara gratis alias tanpa bayar.
Ada beberapa hal yang perlu saya klarifikasi tentang obat-obat pak Aznar minum sekarang karena pengobatannya “cukup aneh” menurut saya karena Anadex (berisi obat untuk batuk-pilek, tidak ada indikasi buat TB), Rhihofed (diindikasikan buat pilek), obat kuning (saya tidak tahu), Rifampin (berisi Rifampicin utk pengobatan TB tetapi biasanya dikombinasikan dengan beberapa obat TB lainya), Ethiflox (berisi ofloxacin, biasanya digunakan sebagai obat TB lini ke-2, artinya dipakai jika obat lini 1 sudah dipakai dan terjadi resistensi alias tidak mempan lagi). Saat ini sudah bulan berapa pengobatan ke-2 nya? berobat dengan siapa?..Mohon konfirmasinya karena kalau pengobatan seperti itu dari awal bapak jalani, kemungkinan penyakitnya tidak akan sembuh.
Mengenai penularan melalui manusia ke anjing terus terang saya tidak mendalami. Tetapi yang pasti penularan TB itu tidak hanya melalui satu kali paparan tetapi paparan kuman TB yang berulang-ulang disertai kondisi tubuh yang rentan.
Mengenai bekas dari penyakit TB nya, sangat tergantung dari seberapa berat penyakit TB-nya. Kalau sudah berat biasanya masih meninggalkan tanda kerusakan paru (seperti luka dikulit meninggalkan bekas luka) yang akan terlihat pada rontgen walaupun sudah tuntas pengobatannya.
Sekian.
trimakasi dok atas balasanya….
saat ini telah masuk bulan ke 2 pengobatanya,dan saya berobat disalah satu rumah sakit swasta internasional di daerah jakarta timur,jujur aja dok saya jadi tidak mengerti apakah saya harus menganti dokter yang lain,saya berobat kedokter penyakit spesialis penyakit dalam(SpPD ),dan banyak menguras uang tabungan saya mengingat saya adalah pasien dengan tangungan mandiri,dok sebelumnya saya juga berobat ditempat yang sama selama kurang lebih 5 bulan kemudian saya berhenti secara sepihak karena merasa sudah sehat dan ternyata kemudian beberapa bulan kemudian tubuh saya sakit lagi dan saya kembali kontrol keruma sakit tersebut dan diberikan obat untuk bulan ke 2 seperti yang pernah saya tulis,untuk obat pil kuning kalo tidak sala namanya pehaddcftr(maaf dok saya tidak bisa menulis secara tepat karena dikertas resepnya susah dibaca dan obat itu obat racik yg diminum selama 30 hari@ i kali tiap malam dgn rinfampin 600mg), dok skali lagi trimaksi sebesar-besarnya atas kesediaan dokter untuk membantu…
terimakasih juga pak..
Pada dasarnya pada kasus pak Aznar..idealnya sebelum dilakukan pengobatan ke-2 (kambuh) maka diperiksa terlebih dahulu dahak 3x utk pemeriksaan kuman TB disertai tes resistensi kuman TB (hasil tes resistensi ini biasanya baru bisa keluar 2 bln). Sambil menunggu hasil pemeriksaan tersebut kalau dari gejala+dahak TB juga cendrung TB paru maka kita mulai pengobatan TB. Karena bapak Aznar sudah menderita TB sebelumnya dan tidak minum obat sampai tuntas maka kita masukan dalam kategori kasus putus obat. Penderita TB kategori putus obat biasanya diberikan kombinasi obat INH, Rifampisin, Ethambutol, Pyrazinamid dan ditambah obat suntik Streptomycin.
Mengenai obat racikan yang diberikan dokter anda di Jatinegara,terus terang saya tidak tahu. Saran saya coba komunikasikan dengan dokter anda tersebut, gali informasi dari beliau tentang penyakit anda. Dan jika anda kesulitan dalam masalah keuangan, saya sarankan berobat ke RS Persahabatan (RS Pusat Rujukan Penyakit Paru dan Respirasi) di Rawamangun. Anda dapat berobat di poli spesialis paru.
Terimakasih..semoga bermanfaat..
terimaksi banyak dok..atas masukanya saya ucapkan banyak terimakasih.
Assalamualaikum dok. sebelumnya terima kasih dokter sudah meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan saya di tengah kesibukan dokter. Begini dok,ibu saya satu bulan yang lalu ada cairan di rongga pleura dan rongga perutnya. kata dokter yang menangani ibu saya,ada efusi pleura dan ascites. kemudian cairan di pleuranya di sedot dan diambil cairannya sebanyak 3.5 liter. kemudian dokter mengatakan bahwa ibu saya terkena TB extra paru,kemungkinan TB usus. ibu saya di ksh obat TB vit,rifampicin,pyrazinamid dan etambutol. setelah 2 minggu minum obat,ternyata hati ibu saya tidak kuat dengan obat TB tersebut,SGOT SGPT nya menjadi tinggi 181 dan 161,akhirnya obat tersebut diganti dgn ciprofloxacin,etambutol dan curliv plus. setelah 2 mgg minum obat tersebut,kata dokter cairan di pleuranya terkumpul kembali. ibu saya juga kesulitan bernafas. gimana dok solusinya?apakah obat yg terakhir kurang kuat melawan bakterinya?sebaiknya bagaimana apabila obat TB tetap diberikan tetapi hati tidak kuat?apakah ada alternatif lain?
Wasslk..mbak Esti..
Memang penyakit TB dapat mengenai berbagai jenis organ tubuh bisa mengenai kulit, paru, usus, tulang dsb. Tetapi pada prinspnya pengobatannya hampir sama. Karena keterbatasan jenis obat2 TB maka pemakaian obatnya juga hampir sama. Salah satu gejala dari penyakit TB ini adalah timbulnya efusi pleura dan ascites.
Memang salah satu efek samping dari obat2an TB adalah terjadinya peningkatan SGOT/SGPT sebagai salah satu gejala dari insufiesiensi hepat akibat obat. Pada kasus ini kita biasanya menghentikan sementara pengobatan TB sampai terjadi penurunan kadar SGOT?SGPT, kemudian setelah terjadi penurunan kita dapat memulai lagi pengobatan TB dengan cara bertahap. Maksudnya bertahap adalah kita memulai satu jenis obat dulu dengan dosis kecil sampai mencapai dosis terapinya. Tetapi metabolisme pyrazinamid biasanya lewat hati maka biasanya tidak kita berikan.
Mengenai obat sementara yang diberikan seperti ciprofloxacin, etambutol dan curliv plus, itu bukan untuk penyembuhan TB nya, tetapi hanya bersifat sementara saja.
Tetapi mengenai diagnosis, perlu memikirkan kemungkinan diagnosis lain seperti tumor, karena tumor bisa juga menimbulkan gejala yang sama.
Terimakasih.semoga membantu
assalamualaikum pak dokter
terimakasih sebelumnya, umur saya 28 tahun,7 th yang lalu saya divonis dokter kira2 TBC karaena waktu itu dokter tidak menjelaskan sakit apa tetapi karena obat yang di berikan 3 macam seperti INH, Rifampisin dan yang lainya itu, tetapi karena kurang pengetahuan saya akan penyakit TBc membuat saya do, 2 tahun kemudian saya berobat ke pus kesmas dan selesai akan tetapi 2 tahun belakangan ini saya masih merasa terkadang dada dan belakang dada saya, masih terasa sakit dan sesak sampai sekarang kalau pagi mengeluarkan dahak bening yang berbentuk seperti gel bulat dan panjang.
kemudian saya periksa kedokter dgn hasil rontgen (+) dan Bta (-), 28 th bb=53 tb=164. kmdaian diberi resep obat gabungan anti TB Rimstar (kalau ngak salah) tetapi belum saya lakukan Pengobatan, karena takut bila saya salah dalam penangan nanti kuman tb saya menjadi resistan terhadap obat .Apa benar dokter Tb bisa sembuh total dokter dan bagaiamana seharusnya yang saya lakukan?
mohon petunjuknya karena semua ini membuat saya minder
wassalamualaikum pak yadi..saya salut atas semangat pak Yadi..
Mengenai TB bapak sebelumnya.. bagaimana (waktu pertama berobat di puskesmas) hasil pemeriksaan BTA ?Rontgen? begitu juga setelah diakhir pengobatan apakah diperiksakan lagi BTA dan rontgen? Karena hasil pemeriksaan sebelumnya sangat berguna bagi dokter untuk menidaklanjuti penyakit yang sekarang ini.
Secara definisi TB kambuh adalah pasien yang pernah menderita TB dan berobat sampai tuntas dan hasil pemeriksaan terakhir BTA (-). Jika pak Yadi masuk kategori ini maka pengobatan Rimstar belum cukup karena harus ditambah dengan satu jenis obat suntik yaitu streptomycin.
Sedangkan TB gagal : Pasien TB yang menderita TB dan telah minum obat anti TB secara teratur tetapi diakhir pengobatan hasil pemeriksaan BTA tetap positif. Jika masuk dalam kategori maka sebaiknya dilakukan pemeriksaan resistensi obat (mungkin dikarenakan resistensi obat) atau diagnosis dipastikan lagi.
Tetapi pada kasus pak Yadi riwayat pemeriksaan TB sebelumnya saya belum tahu. Kalo berpijak dari pemeriksaan sekarang terus terang perlu pertimbangan spesialistik dikarenakan apakah hasil rontgen + sekarang ini merupakan bekas TB atau memang kambuhan. Saran saya sebaiknya pak Yadi konsultasi ke spesialis paru kemudian dilakukan pemeriksaan biakan dahak (untuk memastikan tumbuhnya kuman TB atau tidak)..
Mengenai apakah penyakit TB bisa sembuh total?Jawaban nya iya..jika pengobatannya dilakukan secara teratur serta tidak ada komorbid lainnya..
Sekian..semoga bisa sedikit menenangkan..Wassalam
terima kasih pak atas jawaban nya .
kemarin saya sudah konsulatasi ke dokter yang lain kali ini di BP4 (balai pengobatan paru2) di jogjakarta,
setelah dirontgen kembali ,cek BTA lagi dan di cek darah. dokter menyatakan hasilnya baik (bukan Tb kambuh) dan sakit nyeri di dada yang saya rasakan merupakan akibat luka lama diparu2 dan diberi obat BUSCOVAN PLUS di minum kalau perlu jika kemudian hari merasa sakit bisa minta lagi/beli di aptk.
yang jadi pertayaan saya
apa akibat bekas luka tb hanya bisa di beri anti nyeri BUSCOVAN PLUS saja dokter?
saya jadi rada bingung dan juga senang sih dengan berita dari dokter di BP4 yang menyatakan hasilnya baik? bagaimana nih dokter?
bagaimana menghilangkan bekas luka di paru2 mengingat setiap saya tes kesehatan di perusahaan slalu gagal pada tes kesehatan?
Alhamdulillah..kalau hasil pemeriksaan dokter di BP4 menyatakan hanya bekas TB paru..Pada dasarnya kalau pada rontgen paru hanya terlihat kalsifikasi itu merupakan tanda bekas TB yang memang sulit hilang..seperti luka di kulit tangan tentu saja kanan akan menyisakan bekas, apalagi kalau lukanya besar begitu juga dengan kerusakan di paru kita. Salah kaprah memang kalau dibanyak perusahaan masih ragu akan kondisi pasien bekas TB, hal ini salah satunya tidak ada pengetahuan yang lengkap tentang TB itu sendiri.
Mengenai pengobatan anti nyeri, sebenarnya penderita bekas TB tidak akan menimbulkan nyeri pada paru kecuali kalau sudah mengenai pleura karena di paru tidak ada sensibilitas nyeri. Mungkin nyeri yang dirasakan akibat batuk atau otot dsb. Kemudian BUSCOPAN PLUS mengandung Hyoscine butylbromide (untuk relaksasi otot karena spasme) dan Paracetamol (analgetik). Kalau dimaksudkan untuk penghilang nyeri masih dapat dibenarkan tetapi sebenarnya lebih banyak dipakai untuk nyeri abdomen karena tegang otot (spasme).
Semoga sedikit membantu..
terima kasih banyak dok… atas semuanya . semoga tuhan membalas amal kebaikan kembali pada bapak
Pak dokter mau tanya
Saya menderita TB kategori 2 ni la ini saya minum obat obatnya, Rifampicin 600 mg, etambutol 1500 mg, izoniasid 600 mg tetapi tidak ada pirazinamid dan injeksi streptomisin apakah itu bisa sembuh setelah pengobatan 6 bulan
Kalo Pak Yudi sudah menderita TB kategori 2 maka pengobatan standarnya harus pakai Pirazinamid dan injeksi Streptomycin. Logika nya kalau kambuh atau tidak tuntas pengobatan tentunya harus memakai obat yang lebih banyak. Untuk kategori 2 tentunya pengobatan lebih kompleks sehingga memerlukan pemeriksaan resistensi kuman TB terhadap obat-obat standar.
Sehingga sarankan melakukan pemeriksaan secara rutin dengan dokter. Perlu anda ketahui pengobatan TB ini gratis..jadi tidak perlu anda beli sendiri..Terimakasih..
Malam dok,7 bulan yang lalu saya batuk tidak berhenti,stlh saya k dktr saya dinyatakan positif TB paru,saat itu saya berobat k dktr Spd,saya diberi obat generic,entah knapa kondisi tubuh saya makin menurun smp harus diopname,saya jg sesak nafas smp hrs pakai oksigen,stelah sminggu saya boleh pulang dan anehnya smp rumah kondisi saya makin menurun smp saya terkena liver,saat itu obat utk TB distop dl dan fokus ke liver,trnyata dktr bilang saya tidak cocok dgn obat itu.stlh 2minggu saya mnm obat liver dan darah saya normal lg,sy kmbl disuruh mnm obat generic lg.apakah ada obat paten untuk TB paru,krn saya ingin sembuh tp ingin yang obatnya cocok dengan badan saya.ada lagi,bersamaan saya sakit,anak saya pun yang balita umur 2th dan 8bln dinyatakan TB paru,saya merasa sangat bersalah,mereka tertular dari ibunya sndr,sy pun msh bingung knp saya bs mnderita TB paru,kadang saya malu takut dijauhi kluarga apbl mrk tahu saya mndrita TB paru.
Pa kabar buk Triyani..saya bisa merasakan kesedihan yang ibu alami..tapi yakin lah bahwa penyakit TB jika diterapi secara benar..Insya Allah akan sembuh..
Sebelum saya menjawab pertanyaan ibu Triyani..perlu saya jelaskan bahwa dokter sebelum menegakkan diagnosis TB pada pasien maka pasien tersebut harus diperiksa dulu dahak/sputum, rontgen disamping juga terdapat gejala2 yang mendukung dalam diagnosis TB..Apakah ibu Triyani sudah melakukan pemeriksaan tersebut?..
Jika sudah dan memang positif TB maka baru kita bicara pengobatan. Dalam pengobatan TB terdapat obat yang selalu diberikan INH, Rifampisin, Ethambutol dan Rifampicin. Keempat obat tersebut ada yang diberi nama dagang dan ada juga yang tidak. Pada obat diberi nama dagang dikenal juga dengan obat paten sedangkan sebaliknya yang tidak disebut obat generik. Sehingga sebenarnya antara obat generik dan obat paten tidak berbeda.
Pada kasus ibu Triyani..kondisi yang ibu alami dikenal juga dengan Hepatitis induced TB drug. Artinya sakit liver yang terjadi disebabkan obat-obat TB yang diminum. Memang obat TB tersebut mempunyai efek samping pada liver bahkan pada sebagian orang rentan dapat mengalami Hepatitis induced TB drug seperti yang ibu alami.
Untuk kondisi seperti ibu alami (TB paru + Hepatitis induced TB drug) maka untuk sementara semua obat TB nya distop terlebih dulu. Setelah hepatitis/penyakit liver membaik, baru kemudian pengobatan TB dimulai. Tetapi pengobatan TB nya dengan riwayat hepatitis cause drug harus dilakukan dengan cara2 tertentu. Caranya dikenal dengan desensitasi obat TB maksudnya masing-masing obat TB diberikan dosis rendah dulu sampai mencapai dosis optimal untuk pengobatan sambil diobservasi fungsi hati/liver nya. Pada pasien ini obat jenis Pyrazinamid tidak boleh diberikan lagi sangat mempengaruhi fungsi hati. Sehingga sebenarnya kondisi yang ibu alami bukan masalah obat generik atau paten. Jadi saran saya karena kondisi ibu merupakan kondisi khusus (TB dengan riwayat hepatitis karena obat) maka sebaiknya konsultasi/rawat jalan dengan dokter paru yang lebih mendalami masalah ini..
Terimakasih..semoga membantu..
Ayah saya th lalu pernah mengalami flek di paru2 dan diopname. Dulu dia didiagnosa oleh dokter internis = bronkhitis.
Hari ini adalah hari ke-5 di opname lagi dan selama ini badannya meriang, demam, meriang dst. Walaupun sudah 2 x dikasih obat antibiotik yg lebih bagus, tetep aja beliau demam-meriang gitu..
Selain bronkhitis, sekarang ayah saya merasa pegel di punggung. Hasil MRI = AO cervical yg membuat saraf terjepit. Dokter internis menyarankan konsul ke dokter saraf.
Saya ingin sekali ayah dirawat oleh dokter paru. Tapi ibu dan ayah ingin satu-satu, yaitu ke dokter internis dan syaraf dulu menyembuhkan demam dan meriangnya. Yg ingin saya tanyakan, apa bahaya jika ayah saya sekaligus berobat ke dokter syaraf, internis dan paru? Apakah bahaya?
Lalu saya curiga ayah kena kanker paru karena beliau sering merokok dan minum minuman keras. Oh, ya fungsi hati dan ginjal juga tinggi. (kreatinin tinggi 1 point = 47 dari normal 46). Leukosit tinggi.
Saya panik.
apa bahaya jika ayah saya sekaligus berobat ke dokter syaraf, internis dan paru? Apakah bahaya?
Jawabannya : tidak berbahaya..karena pastinya antar dokter mempunyai kompetensi keahlian masing-masing. Disamping itu perlu kerjasama yang baik antara dokter dan pasien dan keinginan anda tersebut dapat disampaikan dengan baik kepada dokter ybs.
Mengenai kondisi ayah anda..berdasarkan apa yang anda sampaikan kemungkinan demam/meriang nya itu disebabkan oleh infeksi, bisa dilihat dengan leukosit yang tinggi. Tetapi dimana sumber infeksinya perlu dicari lebih lanjut apakah disebabkan bronkitis atau penyebab lain (saluran kencing dll). Mengenai pemberian antibiotik perlu dievaluasi melalui kadar leukosit sebelum dan sesudah pengobatan dan diobservasi tiap 2 hari. Disamping itu dilakukan pemeriksaan kultur dahak dan resistensi obat jika dicurigai penyebabnya dari bronkitis. Atau bisa juga dilakukan pemeriksaan kultur dari lokasi yang dicurigai (darah, urine)
Sedangkan kadar kreatinin yang tinggi (apakah benar 47?)..perlu dicari penyebabnya..apakah karena infeksi saluran kencing, obat2an..
Kecurigaan anda terhadap kanker paru cukup beralasan karena ayah anda merupakan perokok. Untuk itu perlu konsultasi ke dokter paru sehingga kemudian dilakukan pemeriksaan fisis, Ro-thoraks, CT-Scan dan pemeriksaan lain yang dirasa perlu. Tetapi untuk initial diagnosis dapat dilakukan berdasarkan Ro-thoraks.
Sekali lagi mohon kerjasama yang baik antara anda, pasien dan dokter sehingga diharapkan memudahkan dalam tatalaksana ayah anda. Diharapkan juga komunikasi dari si dokter mengenai rencana tatalaksana pasien..
Sekian..semoga mengurangi kepanikan anda..Jangan lupa berdoa..
selamat pagi dokter,
akhir-akhir ini saya sering merasa,susah untuk menghela napas secara panjang,dimana saya merasa udara yang bisa saya hirup tidak maximal(napas pendek),kemudian punggung saya sering berkeringat disebelah kiri,disertai demam cuma pada malam hari,saya pernah menderita tb paru dan pernah 2kali berobat ke dokter,dimana kali pertama saya berobat selama 5 bulan kemudian tidak dilanjutkan dan pengobatan ke 2 sebanyak 3 bulan dantidak dilanjutkan,saya sepenuhnya sadar atas kelalaian pengobatan saya. Bapak Dokter yang ingin saya tanyakan apakah penyakit ini disebabkan oleh TB saya yang kambuh lagi,besar harapan saya agar Bapak Dokter untuk berkenan memberi jawaban akan pertanyaan saya ini.
Hormat saya
Djainudin
selamat pagi juga pak..
Proses pernapasan (inspirasi-ekspirasi) merupakan sistem yang komplek karena bukan hanya paru yang berperanan sebagai organ utama tetapi juga dipengaruhi oleh dinding dada, diagfragma otot perut dsb. Inspirasi (menghirup) yang kurang maksimal tentunya kita lihat dulu sebagai proses kompleks tadi. Apakah ada keluhan lain pada organ/tempat lain yang mempengaruhi tidak maksimalnya proses inspirasi sebagai contoh nyeri dada karena patah tulang costae sehingga napas jadi pendek..
Tetapi kasus pak Djainudin..walaupun belum pasti lebih mengarah gangguan pada paru. Walaupun jarang TB paru mempunyai gejala berkeringat hanya disebelah kiri tetapi jika digabung dengan riwayat TB (apakah diperiksa dahak, Rontgen??), demam malam hari sepertinya mengarah ke TB paru. Untuk lebih memastikannya perlu pemeriksaan sputum (dahak), Rontgen (kalau bisa dibandingkan dengan rontgen waktu pengobatan I dan II) dan pemeriksaan fisik.
Pengobatan TB paru yang tidak lengkap tentunya akan mempengaruhi hasil pengobatan, apalagi TB paru disebabkan Mycobacterium TB yang mudah resisten(kebal) terhadap pengobatan yang ada sekarang. Sehingga perlu juga dilakukan pemeriksaan tes resistensi terhadap obat TB.
Demikian dulu pak Djainudin..semoga dapat menjawab pertanyaan..Saya ingatkan lagi berobatlah teratur dan tuntas demi kesembuhan anda..
Wassalam..
saya ingin mencari dokter yang bisa menjawab ke gelisahan saya karena orang tua tercinta saat ini sdg sakit sesak nafas sudah ke dokter paru tp belum ada perubahan bahkan sudah di rawat inap selama 1 minggu ortu saya terkena PPOK. obat sdh diberikan byk sekali tp kesehatan belum pulih..kasihan ortu saya
selamat siang dok….ayah saya baru dirawat di RS dg penyakit efusi pleura, dan sudah disedot cairan di dlm tubuhnya, tapi cairan itu tdk habis2 dan terus ada….1 botol, 2 botol setiap kali sedot dan ini sdh sedot ke 5 x nya….memang kira2 ada berapa byk cairan dlm tubuh penderita efusi pleura dok…kemudian yg ingin saya tanyakan bagaimana pengobatannya doc? apakah penyakit ini menular doc..kebetulan saya sedang hamil 3 bulan saya dengar2 wanita hamil tdk boleh mendekat karena takutnya menular…semudah itukah dik penularannya.terimakasih…mohon penjelasaanya dok
Maaf mbak Deasy baru bisa dibalas sekarang…
Sebenarnya efusi pleura bukan merupakan suatu penyakit. Efusi pleura hanyalah suatu simptom atau gejala dari suatu penyakit. Penyebab timbulnya efusi pleura itu sendiri bermacam-macam, bisa disebabkan oleh TB paru, kanker paru, mesothelioma dll.
Perlu diketahui bahwa paru kita dilapisi oleh lapisan yang disebut pleura yang terdiri atas 2 lapisan yaitu pleura parietal dan visceral. Normalnya cairan diantara ruang pleura tersebut sekitar 20-30ml yang secara teratur diproduksi dan dibuang mel kel.limfe. Tetapi oleh sebab tertentu proses drainase tersebut terhambat atau produksinya sangat banyak yang menimbulkan tertumpuknya cairan tersebut diruang pleura yang disebut juga dengan efusi pleura. Cairan didalam pleura itu sendiri bermacam-macam bisa berupa darah, cairan seperti lemak dsb.
Untuk kasus ayah anda, saya curiga penyebabnya adalah karena keganasan (kanker). Untuk itu mohon dikonfirmasi dengan dokter yang merawat ayah anda. Kalau penyebab karena kanker tentunya tidak akan menular seperti TB paru.
Sekian..semoga bermanfaat
Selamat siang dokter,
Saya sudah foto thorax dan hasilnya : Pneumonia lobus medius & efusi pleura kanan.
dan saya berobat di satu klinik kemudian diperiksa oleh satu dokter dan diberikan obat sbb:
-Kalbutol 500mg 1×2 sore
-Pyrazinamide 500mg 1×3 siang
-Rifampicin kapsul 450mg 1×1 Pagi
-Curcuma 3×1
-Tablet warna putih dgn tulisan di tabletnya INH 300 1×1 malam
-Tablet warna putih kecil dgn tulisan angka 6 (dgn garus bawah) 1×1 malam
-OBH dari ITRASAL 3×2
setelah obat habis kemudian sy dtng lg ke klinik tapi dengan dokter yg lain. setelah melihat hasil dari diagnosa yg pertama dokter ini hanya mengikuti apa yg diberikan oleh dokter pertama tanpa ada konsultasi ttg efek obat dan perubahan setelah minum obat.
Dokter apakah obat yg diberikan oleh dokter klinik tersebut sesuai dengan apa yg saya derita.
terima kasih dok atas waktunya
Pa kabar pak..maaf baru bisa dijawab sekarang..
Terus terang pak..kalau berdasarkan diagnosis radiologi (rontgen thorax) dengan obatnya tidak sesuai. Karena obat yang diberikan adalah obat TB sedangkan diagnosis radiologi adalah Pneumonia.
Apakah sebelum pemberian obat atau konsultasi, bapak Surono ada menanyakan sakitnya dengan dokternya?.
Terus terang saya agak sulit memberikan advis karena tidak diketahui keluhan secara detil. SEorang pasien yang diberikan pengobatan TB perlu pemeriksaan komphrensif dikarenakan pengobatan yang cukup lama.
Kemudian jika bapak dinyatakan efusi pleura (terdapat cairan dalam rongga pleura paru), apakah cairan tersebut banyak?jika banyak maka perlu dilakukan pemeriksaan cairan pleura untuk memastikan penyebabnya disamping bisa juga sebagai terapi jika bapak Surono merasakan sesak.
Kemudian juga apakah pak Surono telah dilakukan pemeriksaan dahak?
Tetapi saya pikir dokternya Pak Surono mendiagnosis bapak sebagai TB paru. Pengobatan TB paru memang cukup lama sekitar 6 bulan tetapi dalam 2 bulan 1 perlu dianalisa efek samping obat dan hasil pengobatan melalui rontgen dan pemeriksaan dahak.
Saran saya..coba berkonsultasi dengan dokternya dan memastikan diagnosisnya..perlu diingat bahwa bapak Surono yang merasakan keluhan sehingga sebagai pasien bapak wajib menerima informasi tentang penyakitnya..Jika tidak memuaskan saya saran mencari second opinion ke dokter paru. Sekian, terimakasih.
Terima kasih pak dr.Andika atas jawabannya.
Untuk keluhan saya sudah saya konsultasikan ke dokternya yaitu jika saya narik nafas panjang maka dada sebelah kanan saya terasa sakit, batuk saya tapi tidak berdahak dan berdarah. Jika saya bekerja terlalu lama di ruang AC maka kepala saya sakit berdenyut2.
keluar dahak jika saya pada pagi hari setelah bangun tidur minum air putih hangat itu baru suka buang dahak.
dari dokter cuma diberikan utk periksa LED dan hasilnya Eritrosit Sedimen Rate result 67mm.
apakah saya perlu untuk permintaan pemeriksaan cairan dan dahak dari dokter tersebut untuk memastikan.
karena setelah minum obat yg diberikan air seni saya menjadi berwarna kuning pekat.
Sekali lagi saya mengucapkan banyak terima kasih atas jawaban dokter.
dada sering kerasa tertusuk jarum,sama sering makan alganax efek ada gak dok,,,???
maaf pak..
saya mw tanya…
ayah sya umur 59 tahun di diagnosis Paru-paru..
beliau sempat di bawa ke RS sampai akhirnya beliau ingin pulang..
untuk diketahui penyakit yang didiagnosis selama dirawat d RS adalah DIabetes, Jantung dan PAru..
saat ini beliau diberi obat First Line seperti yang anda sampaikan..
tetapi efeknya beliau terus saja merasa mual…
sampai akhirnya karena terus2an merasa mual beliau tidak mau makan selama 3 hari..
akibatnya gula darah beliau yang asalnya tinggi menjadi sangat rendah…
saya ingin tanya dok,apa ada obat paru yang tidak menyebabkan mual..
karena, kalau seperti ini terus penyakit paru tidak akan sembuh, penyakit lain malah muncul…
mohon di jawab dok..
terima kasih
Terimkasih mbak atas pertanyaannya..
Sebelum saya menjawab..perlu saya sedikit meluruskan bahwa Paru-paru tersebut bukan merupakan nama penyakit (diagnosis) tapi organ tubuh, yang dimaksud mungkin penyakit Tuberkulosis paru (TB paru). Begitu juga dengan jantung..mungkin bisa diperjelas penyakitnya.
Memang hampir semua penderita TB paru yang sedang dalam terapi OAT akan mengalami mual. Tetapi jika yang dirasakan mual ringan maka dapat disiasati dengan minum obat OAT gabungan disebut juga dengan KDT (Kombinasi dosis tunggal) dimana jumlah obat yang diminum akan jauh berkurang. Atau dapat juga dilakukan dengan meminum obat OAT waktu malam hari sebelum tidur.
Tetapi jika mual yang dirasakan sangat menganggu bahkan disertai muntah maka ada kemungkinan obat OAT menimbulkan “induced hepatitis”(gangguan fungsi hati) untuk itu perlu pemeriksaan laboratorium fungsi hati. Jika setelah pemeriksaan memang terjadi gangguan fungsi hati maka untuk sementara obat OAT dihentikan dan untuk kondisi ini saya anjurkan anda untuk berkonsultasi dengan dokter paru dalam pemberian terapi pada penderita TB dengan riwayat hepatitis drug induced.
Sekian semoga bisa sedikit membantu..
Maaf pak baru bisa dijawab..
Dada terasa tertusuk jarum tersebut bisa beberapa kemungkinan diagnosis tergantung sebelah mana dada yang sakit dirasakan. Untuk memudahkan saya menjelaskan, maka secara sederhananya ada kemungkinan gangguan di paru, jantung atau bahkan hanya di otot (muscoloskeletal). Untuk lebih pastinya saya menganjurkan untuk dapat berkonsultasi dengan dokter secara langsung agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Mengenai pertanyaan anda tentang Alganax..saya tidak begitu paham maksudnya..apakah efek alganax terhadap timbulnya nyeri atau pada penderita nyeri boleh diberikan Alganax..mohon dapat diperjelas..
Mengenai efek obat Alganax yang terlampau sering tentunya ada pengaruh. Alganax merupakan obat golongan benzodiazepin yaitu obat berefek depresan (penenang).
Beberapa efek samping obat Alganax yang saya dapati dari http://www.farmasiku.com yaitu:
Yang sering terjadi: drowsiness, kekeringan, sakit kepala ringan
- Yang jarang terjadi: perubahan berat badan, nervousness, gangguan memori/amnesia, gangguan koordinasi, gangguan gastrointestinal dan manifestasi autonomik, pandangan kabur, sakit kepala, depresi, insomnia tremor
- Seperti benzodiazepin yang lain, dapat terjadi: stimulasi, agitasi, kesulitan berkonsentrasi, konfusi, halusinasi, peningkatan tekanan intraokular
- Pernah dilaporkan pada penggunaan benzodiazepin ansiolotik, seperti : distonia, iritabilitas, anoreksia, fatique, gangguan bicarajaund/’ce lemah otot, gangguan libido, irregularitas menstruasi, inkontinensia, retensi urin dan abnormal fungsi hati.
Sekian..semoga bisa membantu..
dokter, umur saya 29 tahun.semalam baru ke dokter radiologi dan dinyatakan bronchitis. tapi yang aneh, setiap batuk, kepala rasanya sakit sekali. badan juga demam. ada teman yang menyarankan untuk pemeriksaan sputum. kira2 biayanya berapa? dan di poli mana?
obat yang mesti saya konsumsi apa?
pa kabar..
sakit kepala waktu batuk..merupakan gejala umum suatu penyakit disamping juga disebabkan karena peningkatan tekanan waktu batuk sehingga bisa menimbulkan sakit kepala.
Pada penyakit bronkitis memang diserta gejala demam, batuk disertai kadang berdahak mulai keputihan sampai warna kehijauan. Pemeriksaan sputum dibolehkan saja tetapi untuk mengkonfirmasi apa ? karena pemeriksaan sputum bukan hanya untuk memeriksa TB paru saja.
Dokter akan menganjurkan pemeriksaan sputum untuk mengkonfirmasi diagnosis kerja. Gejala-gejala yang anda sampaikan bukan hanya muncul pada bronkitis. Untuk itu perlu diterangkan secara lebih spesifik mengenai gejala2-nya.
Mengenai pemeriksaan awal anda dapat memeriksan terlebih dulu dengan dokter umum.
Sekian ..terimakasih..
Selamat siang dok,
Saya santi berumur 28 tahun. Saya telah melakukan operasi tb kelenjar 3 bulan yang lalu. dan sekarang sya masih mengkonsumsi obat secara teratur.kata dokter sampai dengan 6 bulan. sewaktu saya kontrol saya tanyakan ke dokter kenapa klo malam hari hidung saya sering tersumbat dan dada agak panans, biasanya pagi harinya saya batuk2 kecil dan mengeluarkan dahak bening berupa gel. kata dokter itu gpp. tapi saya takut karena kan sudah di operasi kenapa masih keluar gel itu. setelah operasi memang ada perubahan pada berat badan saya nai, dan badan tidak lemas.
1. Kata dokter Tb kelenjar tidak menular, apakah itu benar dok
2.APakah dahak berupa gel itu ada hubunganya dengan penyakit TB kelenjar ato TB paru? karena saya takut kalo menular ke anak saya..
Sebelunya saya ucapkan terima asih, mohon kejelasannya.
Maaf mbak Santi..baru bisa dibalas sekarang..
Pada dasarnya memang penyakit TB kelenjar tidak menular secara langsung atau droplet. Tetapi penyakit TB kelenjar sendiri sangat erat kaitannya dengan TB paru maka banyak dokter juga memeriksakan apakah ada TB paru atau tidak, yang diskrining melalui wawancara (keluhan) dan pemeriksaan rontgen dada. Apakah mbak Santi sudah melakukan pemeriksaan rontgen dada?Kalau belum saya anjurkan untuk dilakukan pemeriksaan tersebut.
Mengenai gel..apakah yang dimaksud adalah dahak kental?..Jika iya tentunya ada hubungan dengan TB paru, apalagi kalau mbak Santi juga ada keluhan batuk yang lama.
Untuk TB kelenjar sendiri biasanya memerlukan pengobatan yang cukup lama dengan memakan regimen anti TB selama 9-12 bulan.
Sekian ..semoga memberikan sedikit pencerahan.
asalamualaikum dr.andika, saya seorang peremuan berumur 25 tahun..10 bulan belakangan ini saya mengalami dahak yang terkumpul banyak di tenggorokan, tidak ada reflek batuk hanya di “grok” kan saja sudah keluar kira2 1 minggu yang lalu dahak tersebut bercampur darah namun sedikit dan hanya 3 kali saja dengan rentang waktu yang berbeda,punggung kanan terasa pegal bukan nyeri,bb saya tidak turun justru naek, sesak nafas tidak ada, ayah saya meninggal 4,5tahun yang lalu karena kanker paru dan saya bukan perokok. saya sangat takut memeriksaan diri ke dokter spesialis paru, apakah dari gejala yang saya alami bisa ke arah kanker dan dengan pemeriksaan apa saya bisa tau untuk deteksi kanker?apakah dengan ct scan akan membantu?ct scan yang seperti apa yang membantu deteksi kanker??trimakasih atas jawabannya..
Wasslk..mbak Suzi..
Dahak atau sekret merupakan gejala umum pada banyak penyakit paru. Berdasarkan karakteristik dari dahak tersebut kadang-kadang kita dapat menduga penyebabnya contohnya jika dahak berwarna kehijauan bisa disebabkan oleh proses infeksi atau contoh lain dahak yang berwarna seperti campuran pink bisa disebabkan oleh edema paru.
Kanker merupakan penyakit multifaktor, bisa dipengaruhi oleh rokok, genetik, paparan rokok pasif dll. Walaupun belum pasti tapi saya menduga penyebab dahak tersebut bukan karena kanker. Ada beberapa alasan :anda usia muda (agak jarang kanker paru pada usia muda), tidak perokok (wanita perokok lebih rentan timbul kanker paru), biasa pada kanker paru berupa batuk dengan darah2 segar, disertai penurunan BB.
Untuk kanker paru, CT Scan dada sangat membantu dokter dalam menganalisis penyakit tersebut.
Untuk lebih pastinya saya sangat menganjurkan anda memeriksakan diri ke dokter paru yang selanjutnya dapat kemudian dilakukan rontgen dada.
trimakasih atas jawabannya dr.andika
saya cukup lega mendapat jawaban seperti itu, tapi saya pernah membaca artikel bahwa kanker bisa saja terjadi pada usia 20an namun jarang tapi tidak menutup kemungkinan untuk terjadi pada saya bukan? apalgi saya memiliki faktor genetik untuk terjadinya kanker…
Sore dok,
saya eka…
saya hanya ingin menanyakan apakah efusi pleura itu menular dok?
lalu dgn cara apa penyakit ini bisa menular?
trimakasih.
dok kalo mau operasi/sedot tb kelenjar yang ada di leher itu mahal ga sih ?? saya takut tidak mempunyai cukup uang.
Assalamualaikum dr…semoga dokter berkenan menjawab pertanyaan saya….
tahun 2005 saat saya hamil 7 bulan saya didiaknosa menderita TB, setelah minum obat TB 3 bulan saya melahirkan dan saya berhenti minum obat karena ketidaktauan saya (saat itu batuk saya sudah berhenti dan berat badan sudah naik),setahun kemudian saya kembali batuk dan setelah cek ronsen hasil TB Lama aktif BTA (-) sudah cek BTA 2 kali,saya kembali melakukan pengobatan TB dipuskesmas selama 9 bulan, setelah selesai pengobatan dan cek BTA (-) ronsen “TB lama ada perbaikan”, dokter puskesmas menyatakan saya telah sembuh.oktober 2009 saya melahirkan anak kedua,saat anak saya berusia 2 bulan saya mengalami sesak napas sampai2 tidur sambil duduk setelah itu saya batuk terus menerus, setelah periksa ronsen kembali hasilnya TB Lama aktif setelah itu saya cek BTA hasilnya (-), saya melakukan pengobatan TB lagi selama 6 bulan (selesai tgl 15-10-2010) tetapi batuk saya tidak berkurang malah sekarang lebih sering sesak, dan berat badan saya drop turun terus terakhir nimbang 43kg sebelumnya 57kg, menurut dokter pengobatan apa lagi yang harus saya lakukan terutama untuk menyembuhkan batuk dan sesaknya (karena saya sangat tersiksa) kalo saya mau berobat ke RS persahatan harus berobat kebagian apa? mohon jawabannya
Wassalamualaikum Wr Wb,
maaf buk Emalita..saya terlambat sekali dalam menjawab pertanyaannya..sekali lagi maaf..
Kalau berdasarkan riwayat penyakit yang diceritakan..saat ini mungkin ibu tidak menderita TB lagi..terbukti dari beberapa pemeriksaan dahak BTA yang hasilnya negatif..untuk hasil rontgen kemungkinan lesi bekas TB nya kadang-kadang mis diagnosis sehingga dicurigai TB aktif (tetapi harus dilihat dulu hasilnya.)
Untuk kondisi ibu Emalita ada beberapa diagnosis saya curigai yang perlu pemeriksaan lebih lanjut…diantaranya Sindroma obstruksi paska TB (yaitu suatu kumpulan gejala yang diderita pada pasien bekas TB disebabkan oleh kerusakan jaringan parenkim paru sehingga terjadi penyempitan saluran napas), bisa juga karena kelainan jantung (Hipertensi pulmonal, Hipertrofi jantung atau malah gangguan pompa jantung) atau bisa juga kanker paru (walaupun kemungkinan ini kecil..)
Untuk pengobatan/pemeriksaan lebih lanjut..saya sarankan ibu ke bagian paru dan jantung..
Mohon maaf jika kurang memuaskan..terimakasih..semoga ibu Emalita dapat beraktifitas seperti sedia kala..amin
Pada dasarnya tidak semua TB kelenjar dilakukan operasi..ada baiknya dilakukan pengobatan TB terlebih dahulu dimana pasien akan makan obat kombinasi TB selama 9-12 bln..Setelah melalui pemeriksaan dan follow up maka biasanya TB kelenjar akan menghilang, baru apabila belum ada perubahan dilakukan operasi (walaupun memerlukan pemeriksaan lebih lanjut) Untuk biaya saya rasa jika dilakukan di RS pemerintah dan memakai asuransi maka biaya tidak terlampau mahal..mengenai detil harga mohon maaf saya tidak tahu.
efusi pleura hanyalah sebuah symptom dari banyak penyebab penyakit..diantaranya TB paru, kanker paru, gagal jantung dan banyak lagi. Jadi efusi pleura tidak akan menular kepada orang lain..kalau yang dimaksud adalah efusi pleura karena TB, karena penularan TB tidak melalui cairan tetapi melaui droplet (kontak batuk,). Sekali lagi efusi pleura tidak menular..tetapi penyebabnya seperti TB bisa menular. Tetapi efusi pleura yang disebabkan oleh penyakit lain maka umumnya tidak menular.
Demikian .semoga bermanfaat..
assalamualaikum……….. saya laki – laki umur 23 tahun. 25 hari yang lalu saya mengalami meriang selama 5 hari diakibatkan suhu udara yang dingin, batuk tapi tidak sering dan berdahak sedikit. sesak nafas.
kemudian pada keesokan harinya saya bekerja di tempat yang berdebu mengalami batuk berdahak dan keluar darah sedikit.
kalau tidur telentang air ludah berubah warnanya menjadi merah muda.
lalu saya meeriksakan diri kesalah satu dokter umum katanya paru paru anda ngeflek dan harus di rontgen dulu.
lalu saya rontgen dengan hasil bronkitis tetapi kata dokter tersebut saya kena tbc, hanya dengan melihat hasil rontgen tersebut tanpa melalui tes dahak (bta).
kamudian saya di beri obat batuk, vitamin dan obat tb tanpa mengetahui komposisi obat tb karena diracik menjadi satu.
obat tb sudah saya konsumsi telah 20 hari. sekarang saya sudah baikan, tidak batuk dan sesak napas.
namun saya bingung kenapa hasil rongten dan dianosa dokter tersebut berbeda, lalu saya memutuskan untuk berobat kembali ke dokter spesialis paru yang baru, saya di rontgen kembali dengan hasil tetap bronkitis dan kata dokter spesialis paru saya kena bronkitis bukan tbc, saya disuruh ga’ boleh minum obat tb itu lagi.
yang mau saya tanyakan
1. seandainya suatu saat nanti saya kena tbc(semoga jangan) karena baru pertama kali ini saya minum obat tb karena saya sekarang sudah tidak minum obat tb tadi.. apakah bakteri tbc sudah sudah resisten ?
2. saya ingin melakukan tes dahak di puskesmas. seandainya hasilnya bta (+) (semoga jangan) tetapi hasil rontgennya bronchitis.apakah saya menderita tbc?dapatkah bisa sembuh total dan jenis obat maupun perawatannya lebih dari 6 bulan ga”?
3.di puskesmas apakah ada pengobatan lini ke 2 dan kata teman saya bronchitis bisa berubah menjadi tbc?
4. bronchitis berbahaya atau tidak?
Mohon maaf terlalu banyak Tanya.
Wassalam wr wb
Wassalamualaikum Wr Wb,
Dear Pak Fengki..terus terang dokter umum tempat melakukan pemeriksaan…seharusnya tidak melakukan hal seperti itu..Terus terang untuk symptom batuk apalagi disertai dahak berdarah..banyak dokter akan langsung berpikir penyebabnya adalah TB..Padahal dalam melakukan diagnosis ada langkah2 yang perlu dilakukan /dipikirkan si dokter. Untuk kasus pak Fengki dimana secara klinis tidak begitu jelas TBnya juga batuk yang kurang dari 2 minggu secara protapnya dokter akan memberikan obat antibiotik disertai obat batuk..baru biasanya jika batuk belum ada perubahan ..dokter menganjurkan dilakukan pemeriksaan rontgen serta pemeriksaan daha. Terus terang saya lebih curiga anda menderita Bronkitis..walaupun perlu pembuktian lebih lanjut..
Mengenai pertanyaan anda..
1. Terus terang sulit menjawab pertanyaan anda ini karena tidak ada seorang pun bisa memastikan kuman TB akan langsung resisten obat TB kecuali kalau anda memang sudah tertular kuman TB yang resisten obat2 TB. Walaupun belum ada jangka waktu pasti mengenai kapan kuman TB yang akan resisten juga di stop…tetapi pada banyak literatur dinyatakan pemberhentian setelah 2-3 bulan dapat menimbulkan resistensi obat TB..walaupun banyak faktor yang mempengaruhi..
2. Jika hasil dahak BTA(+) maka kita lebih curiga anda menderita TB..disamping juga ditunjang dengan gejala dan rontgen.
3. Setahu saya untuk pengobatan lini ke-2..belum semua puskesmas menyediakan..Biasanya untuk penderita TB dengan resistensi obat TB akan dirujuk ke RS rujukan..
4. Bronkitis adalah infeksi saluran nafas atas yang kebanyakan disebabkan oleh virus dan kadang2 oleh bakteri. Jika daya tahan tubuh anda bagus biasanya tidak begitu berbahaya. Kebanyakan pengobatan hanya bersifat simptomatis dan suportif. Tetapi bagi penderita bronkitis dengan komorbid yang lain seperti PPOK, orang tua, bayi. maka penyakit ini bisa berbahaya..
Demikian..semoga bermanfaat..
assalamu alaikum dr chandra… saya wanita umur 19 tahun..saya ingin membaritahu tentang keluhan yang saya alami mohon jawaban dan saran2nya buat saya….saya sering mengalami sesak nafas pada waktu di tempat yang pengap dan sirkulasi udaranya sempit.kemudian saya juga sering mengalami nyeri dada hebat ketika saya tidur di kagetkan atau oada saat kedinginan.. di sertai tremor yang kueras sampai kadang nafas saya kayak gak nyampek ke paru2… trus saya juga pernah melakukan rontgen thorak itu kalo saya lyt sendiri ganbar paru-paru saya gak bisa bersih malah transparan trus kaya ada belang belangnya gitu tp gak lurik.belangnya itu bulet-bulet kaya bolong-bolong gitu loe dok.. tapi gag ada cairannya sebenarnya apa yang saya alami dokter??? sementara saya berada di antara orang2 perokok bapak saya pacar saya kaya hampir semua cowok2 dalam keluarga saya itu merokok..sedangkan saya sendiri gak betah dengan asap rokok.karena setelah saya menghirup asap rokok pasti saya susah nafas trus sehari atau dua hari kemudian tenggorokan saya sakit buat nelan dan berbicara.. sebenarnya apa yang saya alami dokter???? trus bagaimana cara menghentikan keluarga saya yang perokook juga pacar saya.. kalau dengan di bilangin saja sudah tidak mempan.. munkin kalau saya mengalami sakit yang tidak memperbolehkan saya dekat-dekat dengan asap mereka mau berhenti ya dok… mohon dokter mau menjawab dan memberikan masukan mengenai keluhan yang saya alanmi.wassalamu’alaikum dan terimakasih.
asalamualaikum wr.wb
saya ira,,saya ingin menanyakan apakah kanker paru
-paru stadium 3 masih bisa di obati?,karna saya memiliki teman yang menderita kanker paru-paru stadium 3,dia pernah bilang bahwa dia biasanya batuk darah,saya mohon jawabannya dok..
terima kasih..
asallamualaikum wr wb,,
dok saya mempunyai teman yang di diagnosa penyakit kanker paru paru stadium 3,,dia sering bilang bahwa dia sering batuk darah,saya hanya ingin menanyakan apakah kanker stadium 3 masih bisa di sembuhkan?
tolong jawabannya yah dok,,
wassalam wr wb.
Wassalamualaikum Wr Wb,
Berdasarkan klasifikasi TNM staging dari International Lung Cancer Staging system maka kanker stadium 3 terbagi atas 2 yaitu stadium IIIA dan IIIA. Yang membedakan antara kedua stadium 3 tersebut adalah ukuran tumor serta pembesaran kelenjar limfe yang disebabkan kanker paru. Disamping perbedaan ukuran dan pembesaran kelenjar limfe tersebut , maka penatalaksanaannya juga sedikit berbeda dimana untuk stadium IIIA masih sering dilakukan operasi sedangkan untuk stadium IIIB operasi sangat jarang sekali dilakukan. Untuk stadium IIIA median survivalnya kurang lebih 18 bulan tetapi jika dilakukan operasi akan mempunyai survival yang lebih lama. Sedangkan untuk stadium IIIB maka lama survivalnya lebih pendek yaitu kurang lebih 8 bulan. Walaupun begitu untuk kebanyakan kanker paru akan dilakukan multimodaliti treatment yaitu penggabungan beberapa teknik terapi seperti kemoterapi, radiasi bahkan molekular target terapi.
Pada kasus kanker paru memang sering sekali terjadi batuk darah walaupun jarang timbul masif (banyak) biasanya hanya sedikit-sedikit tapi sering kecuali jika terjadi erosi pada pembuluh darah besar maka dapat terjadi batuk darah yang banyak.
Demikian..semoga bermanfaat.
Saya baru MCU di kantor..dan hasil utk fto rontgen sbg berikut :
COR :NORMAL
Pulmo :Fibrotic Suprahilar kanan
KP LAMA
saya memang pernah kena TB & sudah pengobatan sampai selesai..& sudh dinyatakan clear..tapi ko hasil MCU saya begini ya..??
Dan saya di sarankan utk tdk melakukan kontak berulang dgn penderita TB..jadi apakah saya masih TB atau sudah sembuh..?Apakah klo pun sudah sembuh,paru tdk bisa kembali normal & normal ketika di rontgen..
Mohon pencerahannya..thanks..
ass…
dok.. saya suka bersin-bersin (pilek) di pagi hari.. kalo kena debu juga bisa buat saya bersin-bersin.
saya pernah tanya dokter spesialis paru yang mengajar di kampus saya, kata beliau itu tidak apa2, hanya alergi udara dingin. betulkah??
lalu saya jg ingin tanya, kok kalo pagi-pagi, habis bangun tidur gitu, tenggorokan saya udah pengen ngluarkan dahak, nah dahak saya itu warnanya kehijauan dok.. apakah dahak orang yg kehijauan selalu TB paru?? saya takut dok… =(
tapi saya tidak batuk-batuk, batuk jarang, tidak terus menerus..
yang saya khawatirkan hanya dahak yang saya keluarkan kok warnanya begitu..??
tapi kalau hari sudah siang, saya gak pilek lagi dan kalau meludah, dahaknya tidak adaa.. (hanya seperti liur).. bagaimana dok??
mohon segera dibalas, saya takut sekali dok.. terimakasih..
wass..
Wassalamualaikum Wr Wb,
Membaca apa yang mbak Bunga sampaikan saya memang menduga ini adalah Rhinitis alergi. Rhinitis alergi adalah suatu penyakit pada hidung yang timbul setelah paparan alergen yang dapat menimbulkan peradangan mukosa hidung. Seperti diketahui banyak penyebab alergi pada seseorang diantaranya faktor genetik serta enviromental factor. Tetapi saat ini diketahui bahwa rhinitis alergi yang prosesnya bisa menyerupai asma mempunyai faktor penyebab yang bersifat komplek. Artinya tidak ada singel faktor yang bertanggung jawab terhadap penyakit ini.
Menurut saya ,apa yang anda sebut dahak , mungkin bukan berasal dari paru atau tenggorokan. Bisa jadi itu adalah post nasal drip yaitu cairan encer yang berasal dari hidung yang kadang kala sulit dibedakan dengan sekret dari paru. Post nasal drip ini sering timbul pada pasien yang menderita rhinitis alergi terutama pada saat serangan.
Untuk penatalaksanaan lebih lanjut terhadap rhinitis alergi nya saya sarankan berkonsultasi dengan ahli THT.
Demikian semoga bisa mengurangi keresahan anda.
Hiroshima,20101216
terima kasih dok,,atas masukannya,,
paling tidak,sedikit meringan kan kekawatiran saya,
semoga sukses belajar nya dok,
wassalam,,
dok, gmn ya caranya memanipulasi hasil foto rontgen?
soalnya adik saya mau tes seleksi karyawan BUMN, dan memang sebelumnya dia pernah terkena TB dan melakukan pengobatan (>6bln)… namun dia kwatir hasil foto rentgen yg merupakan bekas TB itu dianggap TB aktif…
mohon pencerahannya ya dok…thx
Setau saya tidak ada cara untuk memanipulasi hasil rontgen. Memang dilema..karena hal ini terjadi karena cap yang salah terhadap TB. Gambaran bekas TB pada rontgen yang diibaratkan seperti jaringan parut pada bekas luka di kulit, yang kadang2 jika penyembuhannya sempurna dan lukanya kecil tidak menimbulkan bekas luka yang kentara. Begitu pula dengan TB paru.
Stigma gambaran bekas TB ini sudah begitu melekat pada masyarakat yang kadang2 dokter pun ikut2an dalam memberikan penilaian hasil rontgen yang hanya gambaran bekas TB sebagai sesuatu yang berbahaya. Walaupun sebenarnya dokter paru kerja sudah merekomendasikan bahwa gambaran bekas TB bukan sesuatu yang perlu dikhwatirkan.
Gambaran rontgen pak Firdian hanyalah suatu gambaran bekas “luka” di paru karena penyakit TB paru sebelumnya. Hal tersebut bukan sesuatu yang perlu ditakutkan. Memang gambaran bekas TB tersebut dapat terlihat di rontgen dan kadang sulit untuk kembali pulih normal sepertisedia kala.
dok, ibu saya ada batuk2 kecil tapi jarang dan dadanya sakit.kemarin sdh rontgen thorax.hasilnya :
- sinus,diaphragma = normal
- cor membesar, elongatio aorta
- kedua hili normal
- paru vasculer normal,tak ada infiltrat/bendungan
- kesan = kardiomegali
paru tak dicurigai proses spesifik aktif
yang mau saya tanyakan, apa artinya hasil thorax itu?
terima kasih banyak dok
Maksud dari hasil rontgen dada ibu anda menyatakan bahwa terjadi pembesaran jantung yang sudah menyebabkan terjadi perubahan posisi dari pembuluh aorta. Secara umum kelainan ada di jantung tetapi tidak ada kelainan yang ditemukan di paru baik kelainan primer dari paru atau akibat kelainan jantungnya..
Sekian..semoga sedikit membantu..
makasih dok.saya mau tny apa itu berbahaya dok?dokter disini jg bilang jantungnya agak bengkak.pembengkakan jantungnya disebabkan apa ya dok?
Dok, mohon pencerahannya. Saya perempuan usia 26 tahun. Saya sudah kira-kira sebulan ini batuk ga sembuh-sembuh. Pada minggu pertama saya batuk, saya diberi obat oleh dokter dan amoxicillin. Berhubung belum sembuh, saya kembali ke dokter dan diberi obat sekaligus antibiotik yang lain. Pada minggu ketiga saya merasa sudah baikan. Badan terasa lebih sehat, batuk hanya sesekali saja dan ringan. Tapi pada minggu keempat batuk saya kambuh lagi. Saya memutuskan untuk ganti dokter. Setelah melihat keadaan saya (mulai minggu kedua hingga keempat batuk saya relatif ringan, sesekali dan berdahak sedikit serta tidak demam, kondisi paru-paru waktu dicek pake stetoskop juga katanya bagus), dokter memutuskan untuk memberi obat batuk dan antibiotik dulu. Tapi ternyata batuknya belum sembuh juga.
Akhirnya dokter menyuruh saya untuk rontgen thorax dan tes BTA. Waktu tes BTA dahak saya ga bisa keluar, sehingga belum jadi dilaksanakan.
Sedang untuk hasil rontgen nya, ada keterangan “KP minimal dengan chronic bronchitis”.
Maksud dari kalimat tersebut apa ya, dok?
Kata dokter saya, saya dicurigai terkena TB dan saya dikasih rekomendasi untuk tes BTA (yang pertama belum jadi) dan tes darah.
Apa betul saya ada kemungkinan terpapar TB? Saya takut sekali dokter, padahal saya sekarang juga sedang program hamil.
Jika benar saya positif TB, apakah program hamil saya harus dihentikan sementara?
Apakah ada efek dari obat-obatan TB terhadap anak saya kelak?
Mohon pencerahannya, dokter.
Terima kasih.
Maaf buk Nisa baru bisa balas sekarang..
Mengenai hasil rontgen tersebut memang dinyatakan anda dicurigai menderita TB paru. Berdasarkan apa yang anda sampaikan memang sesuai prosedur pada penderita batuk > 2minggu kemungkinan TB harus kita perhitungkan. Diagnosis pasti TB paru memang berdasarkan pemeriksaan dahak BTA tersebut, dimana jika terbukti positif maka anda akan didiagnosis TB paru, disamping rontgen paru juga menyokong diagnosis tersebut. Jika belum dapat dilakukan pemeriksaan sputum BTA maka dapat dilakukan pemeriksaan dengan PCR sebagai alternatif (tapi bukan pemeriksaan yang standar dan juga tidak semua RS bisa melakukan pemeriksaan ini).
Berdasarkan “evidenve” sekarang maka pengobatan TB tidak mempengaruhi kehamilan bahkan pengobatan TB pada kehamilan mempunyai obat-obat yang sama dengan pasien yang bukan hamil dengan sedikit modifikasi pada obat Pyrazynamide.
Sekian..terima kasih..
salam kenal dokter chandra,
saya fais, usia 25 tahun dari surabaya. sudah lebih dari satu bulan saya sakit batuk dengan keluhan jika saya tarik nafas dalam/batuk terasa sakit di dada kanan bawah (bagian samping) saya. dan setiap bangun pagi saya selalu batuk-batuk dan terasa sakit di bagian dada kanan bawah (bagian samping). saya sudah ke dokter, tes TB, dan foto thorax. hasilnya
TB : negatif
cor : besar dan bentuk normal
pulmo : tampak fibrokalsifikasi di suprahylar kanan
sinus : kedua sinus prenicocostalis tajam
kesan : KP lama
oleh dokternya saya dikasih obat levofloxacin 500g dan obat batuk bentuk kapsul. sampai obatnya habis, rasa sakit di dada kanan bawah (bagian samping) masih terasa saat tarik nafas dalam/saat batuk dan batuknya sudah berkurang. yang saya tanyakan, apa arti dari foto thorax saya itu dok? dan sebaiknya apa yang harus saya lakukan?
Terimakasih buanyak……
Salam kenal juga mas Fais..
Berdasarkan lokasi nyeri yaitu pada dada kanan bawah ada beberapa kemungkinan
1. Paru
2. Hati (Liver)
3. Otot dan tulang rusuk (costae)
Kalo berdasarkan gambaran rontgen thoraks didapati adanya gambaran bekas TB (fibrokalsifikasi) yaitu jaringan parut pada bagian suprahilar. Kalau hanya fibrokalsifikasi minimal biasanya jarang menimbulkan keluhan nyeri, apalagi juga tidak ditemukan cairan pada paru (costofrenikus tajam).
Saya menduga bisa jadi nyeri berasal dari otot disebabkan karena anda menderita batuk cukup lama yaitu 1 bulan. Anjuran saya untuk sementara dapat diminum obat analgetik sambil dilakukan observasi pada kondisi paru serta hatinya.
terima kasi banyak dok…. maaf baru bales….
Dokter chandra salam kenal
Nama saya novi 24 Th mau tanya,
mengenai tb kelenjar saya dalam pengawasan dokter dalam pengobatan sudah hampir 5 bulan mengkonsumsi paket obat dr puskesmas dengan obat lanjutan berupa rifampicin dan inh dan saya juga hampir 6 bulan disuntik streptomicyn..seminggu sekali di dokter umum, karena pukesmas tidak setuju adanya penyuntikan selain konsumsi obat..tp selama suntik saya merasa benjolan pada leher saya menjadi kecil dan berkurang tadinya ada 8 biji benjolan sekarang tinggal 4 dan semua berukuran kecil.
Yang mau saya tanyakan,apakah saya boleh berhenti suntik krn maklum saja tiap suntik saya harus merogoh kocek yg tidak sedikit. Tp menurut dokter umum yg sering menyuntik saya tidak boleh berhenti krn benjolan semakin tetap dan tidak berkurang dan klo berhenti sekali harus dimulai lg dr awal,,apa betul dok, mohon penjelasannya.
Terima Kasih, saya tunggu jwaban dokter secepatnya.
Salam kenal mbak Novi..
Sebelum menjawab pertanyaannya, saya juga harus memastikan ke anda, apakah ini benar-benar TB kelenjar? Sebelum diberikan obat TB apakah dilakukan pemeriksaan seperti biopsi/biopsi jarum halus pada kelenjar yang membesar? Apakah anda juga menderita TB paru?.
Kenapa saya menanyakan hal tersebut karena berhubungan dengan tatalaksana yang akan dilakukan serta juga prediksi outcome dari pengobatan yang dokter lakukan.
Jika ini pasti TB kelenjar maka dalam sisi pengobatan saya setuju dengan dokter puskesmas untuk tidak memberikan suntikan streptomycin. Karena suntikan streptomycin pada kasus anda, bukan saja memerlukan biaya tambahan bagi pasien tetapi juga tidak sesuai dengan rekomendasi pengobatan untuk TB kelenjar yang dianjurkan oleh WHO, PDPI (Persatuan Dokter Paru Indonesia) serta perkumpulan dokter paru dari berbagai negara lain. Jadi pastinya saya menganjurkan untuk memberhentikan suntikan Streptomycin, apalagi jika pemberian 1x/minggu tidak adekuat. Streptomycin pada individu yang sensitif dapat menimbulkan ketulian serta menyebabkan gangguan keseimbangan (pusing, telinga berdenging).
Memang suatu clinical trial (penelitian efikasi obat) di Inggris pernah dengan menggunakan Streptomycin tetapi diberikan selama 2 bulan sebagai obat initial dengan tambahan INH dan Rifampicin. Tetapi setelah dibandingkan maka hasil pengobatannya tidak jauh berbeda pada pasien tanpa injeksi streptomycin.
Saat ini direkomendasikan pengobatan dengan menggunakan obat paru lini pertama (selain injeksi streptomycin) dengan kombinasi 4 obat selama 2 bln dan dilanjutkan INH, Rifampicin selama 4 bln. Atau dapat diberikan dengan kombinasi 3 jenis obat dan dilanjutkan dengan INH dan Rifampicin selama 7 bulan.
Dear Dokter Chandra,
Apa Kabar?
Berdasarkan hasil test Fna dari sebuah lab, Saya positif kena lymphadenitis tubercolosa kaseosa dan hasil Led saya jg tinggi sekitar 62, itu hasil test pada pertengahan Bulan Februari 2011, kemudian saya dibawa ke dokter umum tersebut dan dokter umum tsb menyuruh saya suntik streptomicyn dari akhir februari 2011 sampai saat (minggu ke-2 Juli 2011) ini saya masih menjalani suntik seminggu sekali, kadang seminggu 2x karena minggu sebelumnya saya tidak suntik, dokter tsb bilang pada saya harus disuntik hingga benjolan saya kempes dan sudah tidak teraba, jika tidak suntik harus dimulai dr awal, begitu.
Menurut Dokter Umum tsb, Saya harus terus mengikuti petunjuk dokter umum tsb utk kesembuhan tb kelenjar saya dengan memberi rifampicin dan inh sehari sekali tp karena terbatasnya biaya saya hanya mengikuti anjuran puskesmas dengan meminum obat tahap 2 tsb yakni rifampicin dan inh (berdasarkan tes sputum dan rontgen yg ke-2x awal Mei 2011) SEMINGGU 3X, tapi jujur saja saya sudah bosan disuntik karena biaya yg tidak sedikit, jadi apa saya harus menghentikan suntikan itu dr sekarang? tetapi apabila saya berhenti suntik apa yg akan terjadi kepada benjolan saya, apa akan membesar trs atau bagaimana? mohon penjelasannya dok, saya benar2 bingung saat ini.
Terima Kasih Sebelumnya Dok, Saya tunggu jawabannya.
Kabar baik mbak Novi..pertanyaannya sudah saya jawab..coba lihat di page Consult and discussion tanggal 2011.07.05. Semoga mudah dipahami. Untuk lebih jelasnya nanti juga akan saya coba bikin tulisan tentang limfadenitis TB ini. Wassalam,
pa kabar dok? semoga sehat sealu…
ni fais yang beberapa pekan lalu konsultasi di halaman ini… gni dok, bulan lau saya ke dokter spesialis paru, ternyata saya didiagnosis positif TBC. sudah 4 minggu ini saya terapi obat rifampicin 600mg, pulna (etambhutol hcl, pyridoxine hcl, isoniazid), sirup poncolin dan satu lagi pil sebesar kancing baju (putih). dokter juga bilang kalo pengobatan saya ini lama, paling cepet 6 bulan dan sekarang sudah jalan 4 minggu. yang ingin saya tanyakan, apakah saya bisa membeli obat sendiri, bukan dapat dari dokter? karena jika dapat dari dokter, saya harus mengeluarkan biaya yang besar (bagi saya) apalagi tiap seminggu sekali. padahal obat yang diberikan tetep sama hanya saja kalo ke dokter biasanya disuntik dulu sebelum dikasih obat…. terimakasi banyak sebelumnya.
Kabar baik mas Faiz. Memang pengobatan TB minimal diberikan selama 6 bulan. Untuk 2 bulan pertama memang pengawasan/konsultasi dengan dokter dilakukan tiap 2 minggu yang bertujuan untuk mengetahui perkembangan penyakit serta untuk melihat adanya efek samping obat. Tetapi kemudian setelah 2 bulan, konsultasi dengan dokter dapat dilakukan 1x/bulan jika selama waktu tersebut tidak ada masalah dalam pengobatan.
Terus terang berdasarkan peraturan peredaran obat2, tidak dibenarkan seseorang membeli obat jenis obat keras untuk dibeli tanpa resep dokter. Tetapi pengawasan peraturan yang tidak ketat menyebabkan peredaran obat menjadi tidak tentu. Dan pengalaman saya di Jepang juga seperti itu, kita tidak dapat membeli obat tanpa resep dokter di apotik atau toko obat. Pengawasan itu sangat penting karena berhubungan dengan zat kimia/obat yang dapat memberikan efek buruk pada pasien.
Jika anda kesulitan biaya, saya anjurkan untuk meneruskan pengobatan dengan dokter di puskesmas atau dokter di RS pemerintah dengan meminta surat pindah berobat kepada dokter yang selama ini mengobati ini. Sehingga nantinya pengobatan anda akan terus terawasi dan sesuai dengan peraturan.
dok
saya mau nanya nie
makanan pa saja yg baik buat paru2 dan harus supkuplemen pa saja
thank
slamat siang dokter, sy wina usia 31 thn tggi 160,berat 71kg, tgl 13 maret 2011 sy ada sedot cairan di paru sy sebanyak 3 litr, krna hsil rontgen menunjukan adanya cairan di paru2 sy. dan smpai skarang sy msih minum obat rifampicin600, inh ciba400, pyrazinamid500, ethambutol500,sudah 2 bulan sy tdk kontrol kedokter paru tpi obat msih sy minum, tpi sebulan setelah disedot cairan klau sy menarik napas panjang slalu nyeri disekitar tempat penyedotan (dibawah ketiak kanan smpai kepinggang),sy sudah tanyakan kedokter kontrol sy dan katanya itu hanya kejang otot saja, apa benar dok nyeri diotot sy efek dari penyedotan cairan di paru sy, trus apa bisa cairannya numpuk lagi dok, trimakasih atas jawaban dokter ya
Untuk paru tidak ada makanan yang spesifik. Secara umum makanan bergizi dan tinggi nutrisi sangat dianjurkan terutama pada pasien-pasien penderita infeksi terutama tuberkulosis.
Wassalam.
Terima kasih pertanyaannya mbak Wina. Sebenarnya sangat dianjurkan untuk terus kontrol teratur dengan dokter yang mengobati penyakit anda. Karena terus terang inilah umumnya kebiasaan pasien yang berobat TB karena merasa sudah “enakan” maka tidak berobat teratur lagi. Biasanya memang setelah pengobatan 2-3 bulan maka gejala akan jauh berkurang. Nyeri yang anda rasakan memang sering terjadi jika infeksi terjadi didaerah pleura (pembungkus paru). Pada penderita yang telah mengalami “cairan pleura” biasanya mempunyai keluhan utama seperti ini. Ada kemungkinan terdapat cairan pleura minimal pada rongga pleura anda sehingga sering kali menimbulkan keluhan seperti yang anda rasakan, jadi bukan karena kejang otot. Untuk itu alangkah baiknya jika teratur berobat dengan dokter dan dilakukan pemeriksaan rontgen ulangan. Rontgen ulang ini disamping bertujuan untuk mengetahui terdapatnya lagi cairan pleura juga untuk evaluasi pengobatan.
Sekian, semoga bermanfaat.
Assalamu’alaikum,
Dok, pada akhir th 2009 saya divonis positif TBC kemudian menjalani pengobatan selama 6 bulan dan dinyatakan sehat berdasarkan hasil rontgen, tp saya masih merasakan nyeri di paru-paru dan kepala (seperti ada semacam cairan) dan ketika meludah (saat bangun dari tidur) air liur berwarna kemerahan (kemungkinan tercampur darah) namun hal ini saya biarkan cukup lama hingga memutuskan utk rontgen lagi dan hasilnya tetap sama yaitu tidak ada tanda kambuh atau penyakit lainnya. Beberapa bulan kemudian saya rontgen lagi dan mengkonsultasikannya ke spesialis paru dg membawa foto yg lama, hasilnya pun tetap sama dan dinyatakan sehat serta hanya diberi resep vitamin. Saya mohon bantuan dokter, mungkin mempunyai pendapat yg berbeda karena rasa nyeri masih terasa hingga sekarang. Terima kasih
Wassalamualaikum Wr Wb,
Terima kasih pak Bayu atas pertanyaannya, saya ikut merasakan kegelisahan yang anda rasakan. Sebagai diketahui penyakit TB merupakan penyakit yang berhubungan dengan proses infeksi di jaringan paru. Suatu saat prosesnya dapat menimbulkan kerusakan pada pembuluh darah di paru dan biasanya menimbulkan gejala berupa batuk darah (keluar darah dapat sedikit atau banyak). Walaupun penyakit TB ini sudah diobati dan kuman TB nya tidak ditemukan lagi tetapi seringkali kerusakan jaringan yang terjadi akibat TB masih ada dan kadang-kadang masih timbul keluhan batuk darah. Mengenai keluhan nyeri yang terjadi dapat terjadi jika proses infeksi yang terjadi pada daerah sekitar pembungkus paru.
Terus terang saya tidak bisa menilai penyakit anda karena tidak melihat hasil rontgennya tetapi saya menganjurkan dilakukan CT-scan thorax yang bermanfaat untuk melihat secara jelas gambaran gangguan yang terjadi. Kemudian juga saya menganjurkan dilakukan kultur kuman TB dari dahak anda untuk memastikan adanya TB atau tidak. Kultur ini mungkin akan memberikan hasil yang cukup lama biasanya sekitar 2-3 bulan.
Sekian, semoga bermanfaat.
selamat siang Dok.. saya laki2 26 tahun. sudah lebih dari 2 bulan kalau saya batuk atau mual selalu ada darah di air liur atau muntahan saya,, saya batuk hanya ketika saya mual tiap kali mencium aroma toilet. baru-baru ini saya periksakan ke klinik dan di rontgen akan tetapi dokter yang memeriksa saya tidak menjelaskan secara rinci apa hasilnya, hanya menyebutkan suspect bronchus pneumia (klo tdk salah) dan membuat surat rujukan ke dokter specialis.. hasil rontgen nya:
Pulmo: tampak bercak infiltrat lunak dikedua perihiler. corakan bronchovaskuler berlebih.
kesan: Kp duplek aktif.
apa arti dari hasil rontgen saya Dok.. sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih..
Siang pak Taufiq. Kalau didasari hasil rontgennya, maka memperlihatkan anda menderita TB paru. Untuk diagnostik lebih lanjut alangkah baiknya anda konsultasi dengan dokter paru setempat yang akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda spesifik untuk penyakit anda. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan dahak untuk melihat terdapatnya kuman TB atau tidak. Jika terbukti maka anda akan diobati dengan obat anti TB selama minimal 6 bulan. Jika itu dilakukan dengan baik dan teratur maka InsyaAllah anda akan sembuh.
Wassalam,
selamat siang pak….
sya perempuan 31 tahun.melakukan rongen thorax dengan hasil cor, sinuses dan diafragmanormal
pulmoinfiltra minimal atas kanan
kesan:KP aktif
apa artinya pak…?sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih…
Selamat siang dok..
Apa kabar dok? Bersyukur saya menemukan blog anda…
Saya laki laki 24 tahun. tahun 2009 saya pernah rontgen paru karena batuk darah dan dinyatakan positive TBC, kemudian terapi obat TBC dari puskesmas (etambhutol dkk) selama 6 bulan. Sejak itu saya berniat hidup sehat, ningkatin asupan gizi, mengurangi rokok, tidur teratur, dan rutin olah raga sampai alhamdulillah saya bisa lari 3km/15 (standar untuk orang sehat katanya dok). Setelah itu saya rontgen lagi ke dokter ahli paru2 yg sama dan dinyatakan sembuh (jauh lebih baik kata beliau), tapi sayangnya meninggalkan bekas luka di paru. Saya di beri resep vitamin setelah itu, dan sampai sekarang saya masih mengkonsumsi beberapa obat tradisional yg dianjurkan untuk menghilangkan bekasnya, seperti jamur berwarna putih (maaf saya lupa namanya), jel gamat, klorofil dll. Saya selalu berusaha untuk mengurangi jumlah rokok harian saya menjadi 3-4 batang/hari, bahkan akhir2 ini bisa hanya 2 batang/hari. Apakah bekas luka saya bisa disamarkan dok? , mengingat syarat penerimaan di perusahaan saya melamar sangat ketat terhadap hasil rontgen paru, walaupun bekasnya tidak dapat ditolerir.
Kemudian tadi pagi saya rontgen untuk lihat perkembangannya, hasilnya masih berbekas kata dokternya (klinik Rontgen),
Sinus dan diaphragma biasa.
Tampak bayangan infiltrat di paru kiri.
Cor Biasa
Kesimpulan : Koch Pulmonum
Pertanyaannya apakah obat tradisional yg saya konsumsi memang berguna untuk paru2 saya dok? Apa arti dari hasil rontgen saya tadi dok? Saya juga mohon sarannya dok untuk masalah saya ini… Saya ucapakan banyak terima kasih untuk jawaban dokter nanti…
Terima kasih atas kunjungannya ke blog saya. Terus terang sampai sekarang saya belum tahu ada obat yang bisa memperbaiki jaringan paru yang rusak karena TB paru, apalagi obat-obatan tradisional. Bukannya saya anti obat tradisional tetapi kebanyakan obat tersebut tidak /belum memiliki bukti yang sahih dan belum ada penelitian yang sesuai dengan kaidah penelitian yang benar.
Dari hasil rontgen yang anda sampaikan, sepertinya anda masih menderita TB paru. Itu terlihat adanya bayangan infiltrat di paru kiri. Untuk itu perlu dibandingkan dengan hasil rontgen sebelumnya.
Wassalam,
slamat siang dokter…
sy wina.., trimakasih atas jawaban dokter sebelumnya
sy mau tnya lagi ni dok,, seperti yg dokter bilang nyeri yg sy alami ini emang sering terjadi utk penderita pleura, ada gak ya dokter obat utk menghilangkan rasa nyeri ini, atw smpai kapan rasa nyeri ini akan hilang, karena kalau sy kelelahan trus tarik nafas panjang terasa sakitny, sampai2 sy takut utk bernafas panjang, trus utk berat badan sy sebelum paru sy disedot berat sy 63kg, tetapi tempo waktu 5 bulan berat sy skarang 71kg, apa ini karena sy jadi rajin minum susu stiap paginya dok, atas jawaban dokter sy ucapkan terimakasih banyak ya dokter…
wassalam…
Terima kasih mbak wina atas pertanyaannya.
Sebenarnya nyeri pleuritik masih akan terjadi jika proses infeksi dipleura masih ada atau jaringan dipleura belum mengalami proses penyembuhan sempurna. Untuk nyeri yang anda alami dapat dikurangi dengan obat-obat penghilang nyeri. Memang tidak akan hilang sama sekali tetapi dapat mengurangi keluhan nyeri saat bernafas yang sering dirasakan.
Peningkatan berat badan pada penderita TB merupakan salah satu tanda bahwa pengobatan yang diberikan benar dan menunjukan ke arah penyembuhan. Hal ini terjadi karena selama proses infeksi TB maka nutrisi kita banyak “disedot” untuk memenuhi kebutuhan metabolisme kuman TBnya tetapi saat obat anti TB nya bekerja dan kumannya mati maka nutrisi yang dimakan dipakai untuk proses metabolisme tubuh. Selamat berarti anda akan terbebas kuman TB! tetap lanjutkan dengan pola hidup sehat.
Wassalam,
Terimakasih ya dokter atas jawaban dokter, sy senang skali menemukan blog anda, satu lagi prtanyaan sy dokter, boleh sy minta resep penghilang rasa nyeri ini dok, atas jawaban dokter sy ucapkan banyak2 terimaksih. wassalam…
Terima kasih atas apresiasinya..Untuk obat penghilang nyerinya dapat diminum mulai jenis paracetamol, asam mefenamat..sampai penghilang nyeri yang lebih kuat seperti tramadol..
maaf dokter, bukannya paracetamol obat panas ya dok, trus sy bisakan bli obat nyerinya tanpa resep dokter, smoga Allah swt selalu mencurahkan rahmatnya bgi dokter dan kluarga. aaamiiiiinnn….
Obat paracetamol disamping dimanfaatkan untuk penurun panas juga merupakan obat penghilang nyeri. Jenis obat ini dapat dibeli bebas..tetapi beberapa jenis obat penghilang nyeri harus memerlukan resep dokter.
Wassalam,
Bersyukur sekali saya bisa menemukan blog ini, semoga dokter bersedia menjawab pertanyaan” saya.Terima kasih sebelumnya..
Saya INDAH,usia 22 thn.2 hari lalu jam 1 mlm saya terbangun karna batuk dan seperti ingin mengelurkan dahak, slth k k.mndi ternyata darah yg keluar,darah kental&darah cair, sebelum’y saya tdk pernah batuk sama sekali dok.siang harinya saya k dokter umum, d sana saya batuk berdarah lagi, lalu d suntik kata’y untuk memberhentikan pendarahan,dan d kasih obat*DANOCHROM,warna putih kecil ad angka 10 dr kf,warna putih besar tilisan seperti hurufU$,dan kuning kecil.kata’y it untuk memberhentikan pendarahan jg. saya lgsg d minta untuk rontgen,hasilnya:
Sinus lancip,diagfragma baik.
Jantung dgn bentuk&besar dlm batas normal
Mediastinum tidak melebar.
Tampak perkabutan di paru kiri atas-tengah.
KESAN
TB paru Aktif,
Mlm harinya saya bawa hasil rontgen k dok it lagi&lgsg d fonis TBC,dan d beri obat
DEXA,INF,PYR,RIF450.katanya obat itu tdk boleh terputus.tp saya blm yakin kl saya TBC,karna tidak ad gejala seperti yg saya baca.lalu saya k puskesmas ke poli paru, disana saya harus periksa BTA 3x,dan obat dari dokter 1, harus berhenti.saya bingung dok.menurut dokter apa dari hasil rontgen blm bisa d pastikan saya TBC?
Apabila nnt hasil BTA – berarti ap pnyakit saya? Lalu obat” itu obat ap, karna sepanjang saya baca tidak ad yg sama dgn yg saya punya..mohon jawaban dokter, terimakasih
Terima kasih atas apresiasinya.
Kalau berdasarkan gejala klinis dan hasil rontgen yang mbak Indah sampaikan memang kemungkinan besar anda menderita TB paru. Tetapi walaupun begitu dokter yang pertama harusnya melakukan pemeriksaan dahak BTA 3x untuk konfirmasi dan memastikan diagnosis TB nya dan sesuai standar diagnosis TB tidak hanya cukup dengan pemeriksaan rontgen saja. Pemeriksaan sputum BTA adalah pemeriksaan yang menggunakan sampel dahak anda untuk melihat adanya basil mycobacterium tuberkulosis sebagai penyebab penyakit TB. Setelah dpemeriksaannya hasil positif maka baru kemudian diberikan pengobatan anti TB.
Mengenai obat-obatan yang dihentikan oleh dokter puskesma sepertinya itu adalah obat-obat anti TB.
Untuk sedikit menambah pengetahuan silahkan dilihat di artikel singkat saya ttg TB paru
siang dok! Sy yanti. Sudah hampir 3 minggu ini sy menjalani pgobatan tb kategori 2 ekstra paru, yakni tb kelenjar. 2 thn lalu sy kena tb paru dok. Setelah mjalani pgobtn slm 9 bln, sy putus obat. Januari 2011 lalu sy biopsi, hasilnya +tb kelenjar, namun hasil rontgen normal dan dahak (-). Sy br berobat lg bulan ini krn bln januari stlh sy tau kena tb kelenjar, sy berobat herbal tp tdk smbuh. Sekarang pgobatan sy adalah dgn rifampisin, pza, etham, dan streptomcn dok. Tp 3 hr ini sy tidak kuat dgn efek mualnya shg tiap hbs makan sy muntah. Sy jg pny maag. Sudah diberi inpepsa tp tdk mempan jg. Sy harus bgaimana mhdapi efek samping ini dok? Jujur ini malah bikin sy tambah tersiksa krn tdk bs makan padahal lapar. Trm kasih atas jwbn dokter
Terimakasih atas jawabannya dok, saya sudah tes BTA dan hasilnya negatif.menurut dokter puskesmas, benar saya tbc tp tidak menular.berat badan saya hanya 41kg.
Yg saya mw tanyakan lagi, boleh tidak saya mkn yg pedas.karna keluarga saya,melarang total.
Saya hrs makan byk,tp kl tidak ad pedas” sedikit saya tidak lahap makan dok,bgaimana dgn es atw yg dngin”..
Terimakasihh byk atas waktu dan jwbanny..
Sama-sama mbak Indah. Pada prinsipnya tidak ada pantangan khusus pada penderita TB paru. Sehingga anda boleh makan pedas, asal tidak ada menderita penyakit lambung. Sedangkan untuk minuman es sebenarnya bukan merupakan pantangan untuk penderita TB, tetapi tidak dianjurkan karena malah merangsang anda untuk batuk terus.
Selanjutnya anda dapat membaca informasi ttg penyakit paru dan berkonsultasi di klinikdokterparu.com
Selamat siang mbak Yanti.
Jika saat ini anda mempunyai keluhan efek samping yang berat sehingga membuat anda tidak makan makan karena terus muntah. Maka dianjurkan untuk meghentikan sementara pengobatan tetapi itu harus dikonsultasikan dengan dokter yang merawat anda. Sebaiknya dilakukan pemeriksaan fungsi hati untuk melihat apakah terjadi peningakatan enzim hati sebagai akibat efek samping dari obat anti TB.
Jika anda sudah dibiopsi dan juga pernah mendapatkan pengobatan TB sebelumnya karena TB kelenjar juga, saya anjurkan dilakukan pemeriksaan sensitivitas obat anti TB. Karena seringkali gagal pengobatan disebabkan obat yang diberikan sudah resisten terhadap kuman TB penyebab penyakit tsb.
Coba baca juga di blog ini ttg TB kelenjar
Yth dr Andika
Berbagai informasi yg disampaikan dokter dengan gamblang benar2 sangat membantu kami penderita masalah paru.
Saya pria non perokok, berusia 55 th telah didiagnosa penderita kanker paru. Dari hasil ct scan terdapat massa 5cmx4 cm disekitar mediastinum dan indikasi limfoma. Dari hasil biopsi pada waktu dilakukan bronkoskopi terdiagnose kanker ganas adeno karsinoma, Dokter mendiagnose kanker paru stadium IIIa, Hasil ct scan kepala, bonescan, dan usg perut tidak ditemukan terjadi metastasi. Dokter pertama menyarankan dilakukan kemoterapi 2x, utk menghilangkan indikasi kanker di KGB, kemudian baru dilakuan operasi
Karena saya belum mau dilakukan kemoterapi & operasi, maka kemudian saya mencoba mengikuti target terapi. Dokter meresepkan saya tarceva selama 1 bulan, saat ini saya sudh minum selama 1 minggu, sudah ada efek diare selama 2 hari. Namun karena obat tsb sangat mahal, rencana setelah pemakaian 1 bulan saya akan menganti dgn obat yg relatif lebih murah yaitu Iressa, dan kabarnya dinegara lain harganya lebih murah .
Pertanyaan saya adalah bagaimanna pandangna dokter tentang target terapi saat ini, apakah saya harus mengkonsumsi obat tsb selamanya dan bagaimana dengan rencana perubahan penggunaann obat tsb (tarceva ke iressa). Berapa persen survival rate operasi kanker paru saat ini di Indonesia
Terimakasih
Terima kasih pak Seno atas pertanyaan,
Sebelum membicarakan kasus pak Seno,saya sedikit menyinggung tentang penatalaksanaan kanker paru stadium IIIA. Pada stadium ini memang pembedahan masih merupakan salah satu panduan dalam penanganannya dimana kemoterapi sebelum operasi (neoadjuvant kemoterapi) biasanya dilakukan. Tujuannnya disamping untuk mengecilkan tumornya juga untuk menurunkan risiko mikrometastasis yang telah terjadi (Baca lebih lanjut tentang ini http://klinikdokterparu.com/2011/09/12/kanker-paru-dan-analogi-kebakaran-hutan/. Saya cuma mengingatkan bahwa pengobatan kanker paru saya umpamakan sebagai kejar-kejaran dengan waktu karena semakin lambat penanganannya maka kanker paru semakin tak terkendali yang berakibat survival rate-nya semakin menurun.
Mengenai pertanyaan bapak tentang targeted therapy, di banyak negara terutama di Jepang terutama di RS tempat saya berada sekarang, targeted therapy tidak pernah digunakan sebagai first line therapy artinya tidak pernah digunakan sebagai pilihan pertama. Memang saat ini ada beberapa clinical trial (uji klinis) tentang penggunaan targeted therapy seperti Gefitinib (iressa) atau Erlotinib (Tarceva) sebagai first line therapy tetapi didahului oleh pemeriksaan EGFR. Karena jika terdapat EGFR mutasi maka efektifitas obat-obat tersebut sangat besar. Untuk itu apakah anda sudah diperiksa mutasi EGFR?
Kalau belum maka biasanya pilihan pemakaian Erlotinib (Tarceva) atau Gefitinib (Iressa) menjadi pilihan ke-2 karena lebih diutamakan pemberian kemoterapi konvesional.
Mengenai perubahan dari Tarceva ke Iressa menurut saya tidak ada masalah karena kedua obat tersebut mempunyai sasaran yang sama tetapi sekali saya mengingatkan tentang pemeriksaan EGFR.
Panduan dari lung cancer society merekomendasikan operasi baik lobektomi (pengambilan satu bagian kecil paru yg disebut lobus) dsb. Mengenai data statistik angka keberhasilan di Indonesia saya tidak tahu pasti tetapi yang pasti di RS Persahabatan sebagai pusat rujukan respirasi nasional mempunyai ahli bedah paru yang telah dilatih untuk menangani berbagai kasus kanker paru.
Baca lebih lanjut ttg Kemoterapi dan kanker paru di http://klinikdokterparu.com/category/kanker-paru/
Semoga bermanfaat.
Terimakasih atas penjelasan dokter
Sebenarnya waktu itu saya sudah memeriksakan EGFR, namun karena bahan hasil biopsi kurang, mungkin sebagian bahan sudah digunakan utk analisa jenis kanker, maka tidak dapat dilakukan tes EGFR.
slamat pagi dokter, sy wina yg kemarin tgl 6 agust 2011 ada bertanya sma dokter, dan alhamdulillah dokter sudh mnjawabnya, sy mau brtanya lgi ni dokter, apakah efulsi pleura atw cairan di paru2 sy bisa kambuh lgi dokter??, trus apakah penderita paru tdk boleh mnggunakan kipas angin dokter, atas jawban dokter sy ucapkan bnyak terima ksih ya.
Hallo dok,
Lgsg dgn pertanyaan, suami saya pd awal bln lalu msk rs dn stlh di chek ternyata ada cairan di paru2 sblh kirinya, memang sblm dia msk rmh skt dia sering mengeluh skt pd bag dada, dn suka demam (bdn panas tetapi dia menggigil kedinginan). Akhirnya hari pertama dia msk rs, cairan lgsg di sedot dgn jarum suntik dn trdpt krg lbh 1200cc, stlh beberapa hari di rwt dn satu hari sblm pulang cairan di sedot lg sbnyk 900cc. Stlh kmbli ke rmh, dia merasa bdnnya sdh mulai sehat dn tdk sesak lg, tetapi stlh 5hari di rmh dia kembali demam dn pusing, stlh mnm paracetamol dia mrsa baikan, dn akhirnya smpai skrg kondisi tbh dia suka tiba2 drop (demam dn pusing atau melayang) dn skrg dia mengeluh ganti paru2 sblh kanannya yg skt sprti ditusuk2 klo ambil nafas dlm2.
Pertanyaan saya, sbnrnya suami saya menderita penyakit apa?
Apakah menular? Krna saya mempunyai bayi umur 7bln
Apa efek samping stlh cairan disedot? Apakah memang stlh penyedotan cairan kondisi tubuh suka tiba2 drop (demam dn pusing)
Apakah skrg paru2 sblh kanannya juga terdapat cairan?
Terimakasih atas perhatian dn jwbnnya dok.
Salam
Bu Nia..
Perlu ibu ketahui bahwa terdapatnya cairan dalam rongga pleura tsb atau yg dikenal sbg efusi pleura hanyalah suatu gejala dari banyak penyebab. Penyebabnya efusi pleura ini bisa karena infeksi, kanker paru, penjalaran kanker dari tempat lain, gagal jantung dsb. Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Memang ada beberapa kondisi yg dianggap sebagai komplikasi dari pengambilan cairan pleura tetapi itu sangat jarang sekali. Melihat jumlah cairan yg anda sebukan sepertinya tidak menyebabkan komplikasi yg dimaksud. Saya kira demam dan pusing tersebut disebabkan oleh penyakit suami anda. Jika kita menduga ada cairan disisi yg lain maka perlu dilakukan rontgen dada ulangan untuk memastikannya.
Demikian disampaikan, semoga bermanfaat
Yth.dr.Andika..
dok,sy perempuan umur 31thn,menikah belum memiliki anak.sy akan ceritakan dr awal mula kronologis penyakit sy.Pada November 2011 y.l sy mengalami sakit di bagian ulu hati dgn gejala seperti maag(kembung dsb.).Lalu sy ke dokter umum dan dinyatakan asam lambung sy tinggi.Namun setelah minum obat tidak kunjung sembuh.Lalu sy pun berobat ke internist dan disarankan melakukan cek darah dan USG.namun semua hasilnya normal dan negatif.Dan penyakit pun tidak juga sembuh.Beberapa hari kemudian pinggang belakang sy (dan perut)terasa sangat sakit luar biasa.Di malam hari suhu badan naik,berat badan turun dgn cepat (sy kehilangan 14kg dlm 2 bulan).
Sy coba berobat ke dokter umum di Bdg dan ternyata setelah dia memeriksa perut sy(dgn cara di ketuk2),beliau langsung berkata bahwa sy mengidap TBC perut/usus.Lalu sy disarankan melakukan test PPD & rontgen tulang belakang.tetapi hasil PPD negatif dan hasil rontgen negatif/normal.tetapi dokter itu tetap meyakini bahwa saya terkena TBC usus/perut.
Memang benar dok,sy diberi obat Rimstar dan hanya dengan sekali minum perut&pinggang belakang sy tidak sakit lagi.Namun beberapa hari kemudian sy merasakan gatal2 di tubuh sy terutama wajah.Sy kembali ke dokter itu dan obat diganti dengan Bacbutinh(dgn catatan pengobatan akan lebih lama dibanding Rimstar).Namun dgn Bacbutinh pun sy masih merasakan gatal2 hingga kaki pun seperti terkena gigitan nyamuk.Lalu Bacbut diganti dgn Rifabiotic dan diberikan Telfast HD (obat gatal).Tetapi gatal itu masih juga terasa.Akhirnya dokter menyarankan untuk memberhentikan dulu semua obat2an dgn tujuan menghilangkan gatal2 nya dulu.Terakhir sy diberi Volinol 500 (ciprofloxacin) dan Telfast.Tapi lagi2 gatal itu mengganggu dok.(Tapi gatal2 di kaki sudah hilang).Wajah terasa semakin gatal (kemerahan di bawah mata).Sy tdk tau lagi harus bagaimana dok.lusa sy berencana ke dokter itu lagi untuk berobat.
Menurut dokter apa yg harus sy lakukan?apa yg terjadi dalam tubuh sy ini?benarkah sy alergi obat sedangkan saat ini sy sudah berhentikan meminum semua obat kecuali Telfast?
Sy sangat mohon petunjuk/saran/masukan dr dokter.Atas segala perhatian nya sy ucapkan banyak2 terima kasih.
Mbak Lusyana..saya paham akan keresahan anda.
Sebelumnya saya mohon maaf karena saya bukan ahli untuk masalah penyakit perut. Tetapi kalau saya berpendapat, saya melihat ada 2 permasalahan anda yaitu sakit perut & pinggang yg diduga TB usus dan gatal2.
Utk TB usus, memang diagnosisnya agak sulit. Tetapi sekitar 25% penderita ini juga disertai TB paru. Jadi bagaimana rontgen dada anda utk memperkuat kemungkinan diagnosis TB usus. Kemudian walaupun ada 10%jenis TB usus yg dapat diraba berupa pengerasan pd perut tetapi sekitar 60% menunjukan adanya ulkus dengan gejala mual muntah berat. Bagaiman dgn kondisi anda?
Disamping utk mendiagnosis TB usus, ada beberapa cara misalnya dgn rontgen, USG, Barium enema, Colonoscopy sehingga ada baiknya utk memastikannya anda minta pendapat ahli penyakit dalam bidang Gastroenterologi.
Kmd problem gatal2 anda bisa jadi itu merupakan alergi tetapi biasanya utk Alergi karena obat TB biasanya akan hilang jika obatnya dihentikan. Pada kasus alergi biasanya pengobatan TBnya kita hentikan sampai reaksi alerginya hilang. Kemudian baru dilakukan trial error utk mengetahui dgn obat apa alergi.
Demikian pendapat saya. Tks
Sebelumnya terima kasih untuk jawabannya. Saya tidak mengalami gejala muntah/mual. Oya, hampir 3 minggu ini, saya mengalami batuk dan sesak nafas (nafas pendek/cepet cape). Apakah indikasinya terkena juga TB ke paru (kemungkinannya)?.Dok,sekarang kan semua obat sudah dihentikan sementara sampai gatal2nya hilang,tapi gatal2 itu masih ada.Yang ingin sy tanyakan berapa lama efek obat2 itu hilang?sy khawatir TB nya meluas (terutama karena ditambah batuk&nafas pendek).
Terima kasih banyak dok untuk semua saran&masukannya.
Saya mo tanya dok, hasil rontgen anak saya seperti ini : cor dan aorta dalam batas normal, mediastinum superior tidak melebar, hilus tidak melebar, pulmo tampak infiltrat paracardial bilateral,suprahiler kiri, pleura tidak menebal,sinus lancip, diafragma jelas, tulang dan jaringan lunak dada baik..KESAN : Cor baik, pulmo bronchopneumonia… Artinya apa ya dok
Pak Mike..pada anak sering kali kita harus mengartikan suatu hasil rontgen dengan melihat pemeriksaan diagnostik lainnya. Sebagai contoh kasus anak anda ini pada hasil rontgen terkesan tampak proses infeksi di kedua parunya. Jika hasil rontgen ini juga memperlihatkan gejala “akut” seperti demam, batuk dan peninggian kadar leukosit pada pemeriksaan darah maka ini kemungkinan memang bronkopneumonia. Bronkopneumonia yaitu proses peradangan di saluran napas bawah yang dapat disebabkan oleh virus, bakteri walaupun terbanyak disebabkan oleh virus. Tetapi jika tidak ada tanda “akut” ada kemungkinan juga disebabkan oleh TB paru yang perlu pemeriksaan lebih lanjut karena gejala TB paru pada anak tidak spesifik. Untuk itu perlu tatalaksana segera oleh dokter paru atau dokter anak. Sekian.