ISU MALPRAKTEK : ANTARA DUGAAN DAN KENYATAAN

Posted: June 25, 2008 in MALPRAKTEK
Saya sependapat dengan tulisan Uda/Abang sebelumnya ini.
Bahwa Isu malpraktek jg timbul dari kesalahan pemahaman masyarakat.

Namun tentunya peran kita juga tidak kalah pentingnya…
berikut tulisan lama yg saya re-posting. Ketika mennagggapi pertanyaan seseorang, pada isu kasus Felina Azzahra, Ny Agian & Sukma Ayu…
——————————–

Akhir-akhir ini berita mengenai “Dugaan” malpraktek yang dilakukan oleh tenaga kesehatan khususnya dokter kian marak. Kasus-kasus baru muncul dalam pemberitaan dan bahkan kasus-kasus lama pun diangkat kembali dalam berita yang tak kalah hangatnya. Masih teringat bagi kita rentetan kasus yg Marka diberitakan media. Sebut saja kasus Irwanto,PhD dosen dan peneliti di Universitas Atmajaya yang mengalami lumpuh setelah pemberian Streptokinase, kasus Felina Azzahra (16 bulan) yang mengalami kebocoran usus setelah dioperasi di Sakit Karya Medika Cibitung Bekasi, kasus Ny.Agian yang mengalami penurunan kesadaran irreversible setelah operasi sectio caesaria dalam menolong persalinanya, kemudian kasus yang menimpa almarhumah artis Sukma Ayu yang mengalami coma setelah tindakan operasi dengan anestesi umum, dan terakhir kasus yang menimpa seorang anak yang mengalami kelumpuhan setelah tindakan lumbal punksi (LP) pengambilan cairan tulang belakang untuk mendiagnosa penyakit, yang melibatkan Dr.Cassy direktur RS.Hasan Sadikin Bandung.

Berbagai kasus yang disebutkan diawal merupakan kasus-kasus yang sering diberitakan media masa, atau kasus yang mendapat blow up dari media……Baca selengkapnya…

Comments
  1. DOKTER UNAND - ADMIN says:

    Kalau nggak salah kasus Ny.Agian melibatkan alumni ppds kita juga kan ?

  2. Anonymous says:

    Masalah “Moral Hazard” dokter juga perlu untuk dibincangkan. Misalnya indikasi yang di buat-buat. Karena pernah ada kejadian: anak 1 lahir normal kemudaian anak 2 dioperasi dg lasan panggul sempit. Padahal berat anak lahir karena sc lebih rendah dari yg lahir normal. Atau diagnosa usus buntu, ternyata setelah operasi usus buntunya nggak ada tanda2 radang (mohon maaf…di Indonesia nggak ada: malah ada yg menyuntikkan bethadine spy terlihat seperti ada peradangan)

    Gimana komentar TS Hardi…

  3. Mulyadi Muchtiar says:

    Saat ini jadi dokter, benar-benar harus extra hati-hati. Yang selalu menjerumuskan adalah teman-teman sejerawatnya sendiri sebagai provokator atau informan untuk para lawyer.
    Dokter itu ibarat pemain bola, kemana bola ditendang itu adalah keputusan yang harus diambil segera. Lakukanlah proteksi diri dengan memberikan informasi sedetail mungkin. Komunikasi inilah yang selalu menjadi kelemahan kita, dan ini lah yang menjadi nilai jual untuk sejawat dari negeri tetangga. Padahal secara kompetensi, barangkali kita lebih bagus, banyak kasus yang ditangani, semakin mahirlah sang dokter. tetapi banyak pasien kadang kala bikin kebablasan, pasien hanya dianggap object yang harus manut dengan apa yang dikatakan dokternya, saat sekarang bukan ini zamannya lagi, berkomukasilah sejawat dengan baik. Komunikasi yang baik adalah salah satu upaya untuk menjual image kita sebagai dokter.Dan komunikasi yang baik adalah bagian untuk mengantisipasi malpraktek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s