Stadium III Kanker Paru

Posted: January 27, 2010 in Kanker paru, MEDIS
Tags: ,

Pada tulisan saya sebelumnya, saya sudah menjelaskan bahwa stadium kanker paru terdiri atas Stadium I-IV. Lalu apa khususnya stadium III?sehingga dijelaskan tersendiri. Perlu diketahui bahwa stadium III terdiri atas Stadium IIIA dan Stadium IIIB. Kurang lebih 33% penderita kanker paru ditemukan sudah berada pada stadium III. Seorang pasien diklasifikasikan sebagai :

  • Stadium IIIA, jika jaringan tumor sudah mengenai dinding dada,diagfragma, pleura mediastinal atau  pericardium atau berjarak kurang 2cm dari distal karina atau telaj terjadi atelaktasis satu paru (T3) atau terjadi pembesaran lymp node ipsilateral mediastinal atau subcarina (N2)
  • Stadium IIIB, jika tumor mengenai mediastinum, jantung, pembuluh darah besar, esophagus, karina atau terdapat cairan pleura ganas (T4) atau terdapat pembesaran lymph node kontralateral mediastinal,scalene atau supraklavikula (N3)

Walaupun kedua klasifikasi tersebut sama-sama dikelompokan dalam stadium III. Tetapi secara umum manajemen cukup berbeda.

Pada stadium IIIA, terapi pembedahan masih diperlukan  yang dikombinasikan dengan pemberian kemoterapi dan atau radioterapi.  Pada stadium ini kemoterapi atau radioterapi masih diperlukan karena disamping terapi lokal dengan pembedahan dilakukan, juga perlu terapi sistemik karena diperkirakan sudah terjadi occult metastase (metastasis yang tersembunyi). Tetapi saat ini belum banyak clinical trial yang berhasil memperlihatkan perubahan signifikan dari prognosis pasien. Dari beberapa penelitian terlihat bahwa pemberian kemoterapi sebelum pembedahan (neo-adjuvant) secara logika akan memperbaiki stadium kanker paru dan mempermudah ahli bedah dalam melakukan reseksi tumornya. Tetapi disisi lain pemberian kemoterapi sesudah pembedahan (adjuvant) juga memberikan survival rate yang hampir sama dengan neo-adjuvant. Sehingga masih diperlukan clinical trial dengan jumlah pasien yang cukup banyak untuk dapat menentukan apakah pemberian kemoterapi sebelum atau sesudah yang lebih baik bagi pasien.

Comments
  1. rully dwi novitasari says:

    assalamualaikum dan selamat malam,
    teman saya penderita kanker paru – paru, tanggal 25 januari 2010 kemarin menjalani pengobatan alternatif, minggu pertama hasilnya positif ada perkembangan bagus, tapi minggu kedua dokter mengatakan bahwa ada penymbatan pada otak besarnya. karena kemarin kondisi dia sering pingsan maka tanggal 15 februari 2010 dia menjalani operasi penymbatan operasi di otak besarnya. dia menderita kanker paru – paru stadium IIIB. apa benar prosedurnya melakukan operasi penyumbatan terlebih dulu kemudian operasi pengangkatan sel – sel kanker. apa resiko dari operasi kanker tersebut. Dimana kondisinya berada di penjara karena suatu kasus. dan prosedur pengobatan apa saja yang harus dia jalani??? terimakasih atas informasinya.

  2. Andika Chandra Putra says:

    Wasslk..selamat malam pak..
    Terus terang untuk kanker paru dengan stadium IIIB, secara prosedur kita tidak melalukan operasi untuk mengangkat kanker parunya. Tetapi saya menduga teman bapak tersebut munkin sudah masuk stadium IV (penyebaran ke organ lain), bisa saja penyumbatan di pembuluh darah otak tersebut disebabkan oleh sel-sel kanker dari paru. Untuk kasus kanker paru sendiri seperti teman bapak alami kita akan melakukan pengobatan paliatif saja (untuk mengurangi kesakitan si pasien saja, bukan untuk terapi definitif–>menghilangkan penyakit).
    Tetapi pada kondisi kanker paru stadium IIIB atau IV dengan penyulit berupa penyumbatan pembuluh darah di otak tersebut maka kita melakukan operasi untuk mengangkat penyumbatan di otak tersebut karena lebih bersifat “emergency”. Tetapi jika itu bukan penyumbatan di pembuluh darah otak tetapi malah merupakan tumor yang merupakan penyebaran dari paru maka biasanya tidak dilakukan operasi. Pada kasus dengan penyebaran tersebut maka biasanya hanya dilakukan radioterapi atau kemoterapi.

    Terimakasih.

  3. Andika Chandra Putra says:

    Oh ya mengenai prosedur, jika prosedur diagnostik belum lengkap maka harus di pastikan dulu kankernya, jenisnya, stadium kemudian dipastikan apakah yang diotak merupakan metastasis atau tidak. Untuk itu perlu dilakukan CT Scan Thorak dan abdomen, Bronkoskopi, pemeriksaan penanda tumor kemudian juga CT Scan Brain.
    Sekian

  4. andri says:

    maaf sebelum nya..dok apakah kanker pada perut dapat sembuh total?

  5. Andika Chandra Putra says:

    Kanker pada perut sangat tergantung organ, jenis sel kanker dan usia nya pak..Didalam perut kan banyak sekali organ yang ada, bisa usus, lambung, pankreas, hati..Disamping itu jenis kanker itu sendiri juga sangat menentukan penyakitnya dapat sembuh atau tidak..
    demikian yang bisa saya jawab..

  6. Rosa says:

    orang tua saya divonis kanker paru paru stadium III, keluarga sudah putuskan untuk menjalani pengobatan alternatif, tp suatu hari dari hidung nya keluar darah yg cukup banyak, apa penyebab mimisan itu?

  7. Andika Chandra Putra says:

    Pengobatan memang pilihan kita masing-masing..walaupun anda memilih berobat di pengobatan alternatif..semoga diberikan kesembuhan..
    Mengenai mimisan..sebenarnya banyak sekali kemungkinannya..bisa disebabkan penurunan trombosit ataupun faktor pembekuan karena kanker (kemoterapi), metastatis (penjalaran ke organ oronaropharingeal (walaupun sangat-sangat jarang sekali). Atau kadang-kadang dibingungkan dengan batuk darah yang sering terjadi pada penderita kanker paru.
    Mimisan memang sering terjadi walaupun dalam keadaan normal sekalipun. Hal ini disebabkan karena di mukosa hidung pembuluh darahnya berada di “surface” dan tipis sehingga mudah pecah pada kondisi tertentu seperti suhu dingin atapun panas, demam dll.
    Menurut hemat saya karena pasien kanker paru stadium IIIB yang lebih diutamakan pengobatan paliatif (ditingkatkan quality life-nya) maka saya sarankan mendapatkan pengobatan komprehensif dari ahlinya.
    Sekian.

  8. Anna says:

    Dokter,,, 1 bulan yg lalu ayah saya di fonis kanker paru paru stadium III, kemudian dokter memberi saran untuk minum obat iressa gefitinib,, setelah minum obat itu sebanyak 21 biji tepat nya minggu ke tiga mulai muncul efek mual yg sangat hebat dan gatal-gatal pada kulit,, sekarang ayah saya di rawat di RS karena mual yg tak tertahankan, dan menurut saran dokter ahli paru akan di lakukan kemoterapi, semua pemeriksaan sudah dilakukan tapi belum di CT scan,, pada pemeriksaan ecokardio ternyata di dapat kan pembesaran jantung dan dokter tidak berani mengambil resiko untuk melakukan kemoterapi, dan sampai saat ini ayah saya blm ada tanda tanda sesak… kira kira apa alternatif lain nya dokter???? terima kasih

  9. Andika Chandra Putra says:

    Maaf mbak Anna baru bisa jawab.
    Perlu diketahui bahwa prinsip pengobatan dari kanker paru adalah multi terapi..dimana jika memungkinkan kita menggabungkan terapi pembedahan, kemoterapi dan radioterapi. Sedikit meluruskan bahwa stadium III pada kanker paru terbagi atas 2 yaitu stadium IIIA dan IIIB.
    Pada kasus ayah anda, ada beberapa hal yang menurut saya tidak sesuai dengan kebiasaan. Biasanya dokter akan melakukan CT Scan yang bermanfaat untuk melihat secara detil bagian paru dan jaringan sekitarnya juga untuk melihat terdapatnya metastasis/pembesaran kelenjar limfe (jadi saya bingung gimana dokternya menentukan stadium??), juga sebagai perbandingan untuk progresifitas kanker. Juga menurut saya CT Scan perlu dilakukan.
    Mengenai pemakaian obat Iressa (gefitinib)..biasanya sebelum pemberian kita akan melakukan pemeriksaan EGFR mutasi karena obat ini bekerja pada EGFR TKI sehingga tidak begitu bermanfaat jika diberikan obat ini tetapi tidak terdapat EGFR mutation pada ayah anda. Berdsarkan penelitian obat Iressa mempunyai efek terapi yang signifikan pada perempuan, tidak merokok dan ras Asia timur dan tipe Adenocarcinoma walaupun kriteria lain juga memberikan efek tetapi terpenting adalah pemeriksaan EGFR mutation-nya. Jika di Indonesia belum bisa dilakukan pemeriksaaan EGFR mutation maka obat Iressa/Gefitinib tidak dianjurkan di berikan (apalagi harga obatnya mahal) lebih baik diberikan kemoterapi konvensional secara sistemik berupa Platinum base therapy. Kalau di Jepang karena pemeriksaan EGFR sudah merupakan pemeriksaannya rutin pada setiap pasien kanker paru maka pemberian Iressa tidak menjadi masalah lagi, apalagi sistem asuransinya juga membiayai obat ini.
    Pada kondisi sekarang yang status umum ayah anda sedikit memburuk maka hal yang harus dilakukan adalah memperbaiki kondisi fisik, selanjutnya jika kondisi umum sudah siap untuk pemberian kemoterapi sistemik maka dapat kita berikan kemoterapi dengan kardio toksisiti yang cukup ringan (karena kardiomegali-maka dicari obat kemoterapi yang efek ke jantung paling ringan)seperti Carboplatin.
    Sekian semoga bermanfat..

  10. Anna says:

    Terimakasih dokter sudah meluangkan waktunya untuk menjawab pertanyaan saya,,,

    oh ya dok kmaren saya lupa mencantumkan,,
    sebenarnya begini dok pada waktu pemeriksaan awal sebelumnya ayah saya pernah batuk dan mengeluarkan bercak darah tp tidak segar, kemudian dilakukan pemeriksaan foto thorax dan terksan KP lama tapi pmeriksaan BTA nya (-) ayah saya dulu nya seorang perokok aktif tp sdh berhenti merokok selama 7 tahun ini,, setelah itu dianjurkan oleh dokter untuk menjalani pengobatan TB selama 6 bulan, ayah saya meminum obat nya rutin tidak pernah lupa dan tanpa adanya batuk dan BB normal (tidak ada penurunan), selang berjalan waktu 4 bln pengobatan ayah saya mulai mengeluh batuk dan makin hari makin parah,,dan sudah di konsulkan ke dokter sp paru nya,,pada bln ke 6 dan masa pengobatan akan berakhir ayah saya masih batuk dan semakin berat kmudian disarankan foto thorak oleh dokter ternyata paru sebelah kiri nya sdh tertutup oleh cairan dan kmudian di lakukan evakuasi cairan pleura nya (dan berwarna merah seperti bercampur dg darah) setelah itu dilakukan sitologi cairan plura terkesan carsinoma cell scuamossa,, dan dokternya mengatakan itu sdh msk stad.IIIB dok…
    baru setelah itu dokter nya menyarankan minum obat iressa itu,,,

  11. Andika Chandra Putra says:

    Mbak Anna..Berdasarkan guideline terbaru ttg staging system pada lung cancer maka jika sudah ada malignan pleura effusion pada pasien maka sudah dikategorikan kedalam Stadium IV. Maka pada stadium ini yang terutama adalah pengobatan paliatif. Baik berupa kemoterapi paliatif atau radioterapi paliatif tergantung kondisi pasien.
    Kemudian mengenai obat Iressa..sebenarnya obat tersebut memberikan efek signifikan pada tipe adenocarcinoma..seperti yang saya jelaskan sebelumnya.

    Sekian .terimakasih..

  12. Rahman says:

    Assalamua’alaikum Wr.Wb.

    Pak dokter, saya Rahman
    Ibu saya sekarang di diagnosa Pleural effusion in conditions dengan catatan khususnya : DX. CA PARU Stadium IIIB (bahasa awamnya kanker paru-paru stadium IIIB) mohon penjelasan dokter Andhika :
    bahwa keluhan ibu saya sekarang ini adalah beliau sekarang sulit bernafas / sesak nafas terus menerus, ibu saya bisa bertahan dikarenakan pakai Oksigen 24 jam non stop, sekarang ibu saya rawat inap di rs A. Wahab Syahrani Samarinda, dalam 1 hari beliau sering buang air kecil, dan membuat beliau harus berjalan dari tempat tidur ke kamar kecil, sehingga menyebabkan keluarnya tenaga dan membuat sesak nafasnya menjadi kumat. saya akui semangat ibu saya luarr biasa, beliau dengan kondisinya seperti itu tetap menjaga kebersihan sehingga tidak mau buang air kecil pake alat bantu atau pispot. (kata beliau agar aku berzikir dan berdo’a kepada Allah SWT tetap dalam keadaan bersih).

    Sudah sering kali ibu saya sedot cairan / evakuasi cairan pleura nya dan terakhir hari ini tadi tgl 12 Juli 2011 dokter mengevakuasi cairan hanya sebanyak kurang lebih 1 gelas kecil dan cairan tsb agak kental berbeda dengan sebelumnya 2 bulan yang lalu cairan tersebut sebanyak 1 ltr lebih. mungkin karena ibu saya minum obat herbal rebusan daun sirsak (wallahuallam). tetapi sedikitnya cairan tersebut tidak mengurangi keluhan ibu saya tentang sesak nafasnya, tetap saja oksigen 24 jam menemani hari-harinya.

    Apa yang harus saya lakukan dok,.?
    Adakah solusi duniawi untuk kesembuhan ibu saya selain do’a dan zikir kepada Allah SWT.
    dan mohon penjelasan radioterapi dan kemoterapinya dok.

    Mohon Do’anya untuk kesembuhan ibu saya. Terima kasih.

  13. andikacp_blog says:

    Wassalamualaikum Wr Wb,
    Salam kenal Pak Rahman, saya bisa merasakan kesedihan yang anda rasakan. Semoga ibu anda tetap tabah.
    Mengenai stadium kanker paru itu sebenarnya terbagi atas 4 stadium yaitu Stadium I A & I B, II A & II B, IIIA & III B serta stadium IV. Penentuan stadium itu akan ditentukan dokter berdasarkan penilaian terhadap T=Tumor, N=pembesaran kelenjar limfe dan M=metastasis/penyebaran. Berdasarkan yang anda sampaikan bahwa ibu sudah terdapat efusi pleura karena kanker paru maka berdasarkan kalsifikasi terkini maka ibu anda sudah diklasifikasikan ke dalam stadium IV. Pada stadium ini sudah didapatkan penyebaran tumor ke organ lain atau sisi paru lain atau bahakn terdapatnya malignant pleural effusion. Sejujurnya pada pasien kanker paru stadium IV ini tidak banyak yang bisa dilakukan oleh dokter. Tetapi yang pasti prinsip pengobatan pada stadium ini adalah paliative (mengurangi keluhan dan tidak untuk penyembuhan). Memang sesak nafas akan muncul bukan saja karena paru yang sulit mengembang karena adanya efusi pleura juga karena membesarnya tumor. Dan juga karena kondisi fisik ibu yang semakin melemah. Pada tahap ini biasa dokter paru memberikan kemoterapi paliatif atau radioterapi paliatif. Tetapi sekali lagi bukan untuk menyembuhkan, hanya untuk mengurangi keluhan. Pemberian radioterapi ataupun kemoterapi juga mempunyai syarat-syarat tertentu yang bertujuan agar kemoterapi/radioterapi tidak memperberat kondisi si sakit karena bagaimanapun kemoterapi atau radioterapi merupakan usaha untuk membunuh sel-sel tumor.
    Yang paling utama adalah keluarga berusaha memberikan yang terbaik, sehingga momen ini dapat menjadi waktu terindah buat ibu anda dan juga keluarga. Teruslah berdoa dan berzikir kepada Allah SWT, semoga diberikan mukjizat. Kadangkala memang kepintaran manusia ada batasnya. Saya mendoakan semoga anda tabah.
    Wassalam,

  14. Terimakasih dokter sudah meluangkan waktunya untuk menjawab pertanyaan saya,,,
    Semoga Allah SWT memberikan Pahala yang setimpal buat dokter.. amin

    Saya sangat puas mendegar dan membaca informasi medis dari dokter,. terus terang dengan mengetahui informasi medis yang dokter sampaikan, seketika itu pula rasa jantung ini berdetak begitu hebatnya, tetapi dengan jiwa yang tegar saya percaya akan kebesaran ALLAH SWT, maka coba untuk berfikir sejenak dengan mengungkap kata2 dokter tentang ” Yang paling utama adalah keluarga berusaha memberikan yang terbaik, sehingga momen ini dapat menjadi waktu terindah buat ibu anda dan juga keluarga. Teruslah berdoa dan berzikir kepada Allah SWT, semoga diberikan mukjizat.”

    Mudah2an ALLAH SWT masih memberikan kesempatan kpd kita Bunda,. Aku akan selalu berdiri dibarisan terdpn utk meraih ksmpatan itu Bunda. . Insya Allah ” Shalat Tahajjud” do’a ank kpd org tua adalah obat yg paling ampuh.

    Mohon Do’a dan dukungan moril bagi Ibunda saya. Terima kasih dokter..

  15. Andriani sakinah says:

    Assalamualaikum wr.wb ..
    Beini pak mamah sy sdah 3minggu ini mengalami batuk-batuk hingga mengeluarkn darah ..
    Itu terjadi slm 3minggu yg lalu. Dan sempat diperiksa k dokter kmdian dokter yg mmriksa mama sy mngatkan klau ma2h sy kna TBC. Dan sempat di rontgen
    tpi dkter menyarankan utk di CT scan,krn alsan faktor ekonomi mamah sy tdk jd di CT scan.kmudian mamah mndngar info pengobatan scr herbal,dan mamah sy mulai mengkonsumsi obat herbal”sarang semut papua” yg sbagian org blg obat utk mnymbuhkan berbagai jenis kanker,tumor&TBC ..
    Slm 2 minggu ma2h mkonsumsi obat herbal itu ..
    Tpi yg trjdi mamah sy mnjadi lemah dan tdk bs jalan,merasa sakit di sekitar punggung’a.
    Apa mungkin mamah sy telah trkn kanker paru2 stadium IV?
    Sy mhon penjelasannya dr dokter
    terimakasih.

  16. andikacp_blog says:

    Wassalamualaikum Wr Wb,
    Saya tidak bisa memastikan, apakah ibu anda menderita kanker paru. Tapi jika jika dilakukan CT-Scan kita dapat melihat keadaan paru secara lebih jelas dan detil. Batuk darah bisa disebabkan TB paru, kanker paru dan banyak penyakit paru lainnya. Sehingga perlu pemeriksaan CT-Scan jika dirasa perlu untuk lebih memastikan diagnosisnya.
    Mengenai pengobatan secara herbal terus terang saya tidak tahu dan tidak menganjurkan karena belum ada bukti yang sahih mengenai hal tersebut. TIDAK ADA OBAT BAIK ITU OBAT HERBAL YANG DAPAT MENGOBATI SEMUA PENYAKIT.
    Saya rasa jika ibu mempunyai kartu ASKES maka pemeriksaan CT-Scan tidak memerlukan biaya alias gratis, begitu juga jika mempunyai kartu JAMKESMAs.
    Sekian, semoga bermanfaat.

  17. kristya says:

    assalamu’alaikum wr.wb
    saya kristya, kk saya di vonis tbc stadium 3, itu maksudnya apa ya dok…dan apakah dapat disembuhkan. awalnya dia terkena liver begitu pengobatan dan livernya mulai membaik, sekarang menjalar ke paunya. dia mengeluhkan batuk yg luar biasa sampai dadanya terasa sesak dan apabila sedang batuk arah matanya selalu keatas, mungkin berusaha menahan sakitnya dan sekarang nafsu makannyapun menurun. selain itu hampir tiap malam demam yg sangat tinggi hampir mencapai 40 derajat celcius. kk saya sudah dirawat hampir 1 minggu namun menurut ibu saya yg menemaninya belum ada kemajuan. mohon penjelasannya. terima kasih sebelumnya

  18. andikacp_blog says:

    wassalamualaikum Wr Wb,
    Maaf Kristya, setahu saya TB paru atau lebih dikenal TBC tidak pernah didiagnosis dengan TBC stadium 3, mungkin Kristya-nya salah dengar. Saya tidak begitu pasti mengenai penyakit kakak anda tetapi pastinya terjadi infeksi akut sehingga perlu penanganan segera.

  19. Shuzy Azjha says:

    assalamu alaikum wr.wr
    hy dok, saya susi papa saya sekarang terkena kanker paru stadium III papa udah 2 kali kemoterapi
    tapi untuk tindakan selanjutnya tidak ada diberi tahu lagi. sekarang papa hanya mengikuti pengobatatan alternatif. apakah papa bisa sembuh dok?
    kondisi papa sekarang sudah kurus dok ngak seperti dulu lagi, di leher papa ada pembengkakan
    semua udah dilakukan do CT scan sama photo thorax udah di lakukan. paru papa yang bermasalah itu sebelah kiri dok, trombosit papa semua na normal dok, hasil CT scan na juga normal dok…..

    jadi apa pengobatan yang akan dilakukan lagi dok sedangkan tindakan dari dokter kemaren dok tidak ada apa2 dikatakannya….
    jadi harus gima dok….

    trima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s