Penyakit paru dan AIDS

Posted: June 29, 2011 in Infeksi Paru, INFO, MEDIS, Penyakit paru
Tags: , , , ,

AIDS yang merupakan singkatan dari Acquired immune deficiency syndrome. Banyak masyarakat awam yang langsung ketakutan jika mendengar penyakit ini. Bukan saja karena angka kematiannya yang masih tinggi tetapi sering kali di asosiasikan dengan hal-hal yang bersifat negatif. Memang penyakit ini prevalensinya cukup tinggi di sub-sahara Afrika dan South East Asia. Penyakit infeksi ini ditransmisi melalui sexual intercourse, perinatal transmission dan terpapar darah yang terinfeksi (infected blood). Secara epidemiologi diketahui bahwa di Asia tenggara, penyebaran penyakit ini terbanyak karena hubungan sesama jenis (homosexual) disamping juga karena pemakaian jarum suntik bersama pada pengguna narkoba.

Sering kali kita dibingungkan dengan istilah AIDS dan HIV (Human immunodeficiency syndrome). Apakah kedua penyakit ini berbeda?disebabkan oleh patogen yang sama?. Sebenarnya kedua istilah tersebut sama cuma berbeda pada “term”-nya. HIV merupakan virus penyebab AIDS, yang biasanya memerlukan waktu 10-12 tahun untuk jatuh pada kondisi sakit yang dikenal juga sebagai AIDS. Infeksi HIV akan “menyerang” CD4 limfosit (suatu pertahanan tubuh) yang kemudian berikatan dengan CD4 receptor dan akhirnya memperbanyak diri di sel tubuh. Bukan itu saja, virus HIV juga dapat menyerang makrofag di paru (pulmonary macrophag) sehingga dapat menyebabkan ganguan pada saluran napas.

Penyakit AIDS karena menyebabkan penurunan daya tahan tubuh (immunocompromised) umumnya akan menyebabkan infeksi pada organ yang paling rentan terhadap dunia luar yaitu paru dan saluran napas. Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan gangguan pada paru pada penderita AIDS yaitu:

  1. Infeksi bakteri, bakteri seperti Streptococcus pneumonia, Haemophilus influenza dan pseudomonas aeruginosa sering ditemukan pada penderita AIDS. Bakteri ini dapat menyebabkan pneumonia dengan gambaran yang tidak spesifik seperti pada kondisi immunocompetent.
  2. Infeksi Jamur (Fungal), Pneumocystis carinii yang pada kondisi normal bukan merupakan kuman pathogen tetapi pada penderita AIDS merupakan jamur penyebab infeksi yang paling sering. Disamping jenis jamur lain seperti Aspergilus fumigatus dan candida albicans.
  3. Infeksi virus, seperti Cytomegalovirus dan Herpes simpleks. Walaupun infeksi CMV paling banyak menyerang otak, tetapi kadang-kadang juga menyebabkan gangguan pada paru.
  4. Tuberculosis, Penyakit TB dan AIDS seperti sepasang penyakit yang mematikan dan menyulitkan klinisi, bukan saja karena merupakan penyakit tersering ditemukan tetapi juga masalah pengobatan serta gambaran penyakit yang berbeda dengan keadaan umum lainnya.
  5. Mycobacterium avium, biasanya tidak menimbulkan penyakit tetapi pada penderita AIDS dengan penurunan daya tahan, dapat menimbulkan penyakit yang tidak dapat diobati dengan pengobatan anti TB standar.
  6. Non spesifik pneumonitis
  7. Airways diseases dan emphysema, hal ini diduga disebabkan virus HIV juga menyerang sel makrofag paru serta juga ada hubungan sinergi antara HIV dan merokok, sehingga berhenti merokok penting pada penderita HIV.
Comments
  1. luthfiti96 says:

    Pak Dokter, numpang tanya ya…
    Kalau AIDS kan penularannya dengan cara tertentu ya, exual intercourse, perinatal transmission dan terpapar darah yang terinfeksi (infected blood), kalo infeksi yang di tulisan di atas, mudah menular ke orang non AIDS ngg?

    Thanks…

  2. andikacp_blog says:

    Terima kasih pak Luthfi atas pertanyaanya. Kalau yang dimaksud adalah infeksi yang sering terjadi pada penderita AIDS maka kemungkinan penularan pada penderita non AIDS ada walaupun kecil. Kenapa saya katakan ada kemungkinan ada karena sebagai kuman maka dapat menular ke siapa saja. Tetapi pada penderita non-AIDS yang memiliki daya tahan tubuh kuat maka benteng2 pertahanan tubuh seperti makrofag, neutrofil, cytokine dll dapat mengatasinya. Sebagai contoh seperti yang saya utarakan adalah infeksi jamur dari candida, sebenarnya pada orang normal jamur candida ada tetapi tidak menimbulkan “sakit”.
    Tetapi jika yang dimaksud non-AIDS dengan kondisi immunocompromised (daya tahan tubuh menurun) seperti :
    1. Pasien kanker yang mendapatkan kemoterapi
    2.Penderita penyakit inflamasi yang mendapatkan pengobatan imunosupresif (penekan daya tahan tubuh)
    3.Pasien-pasien transplantasi organ
    maka beberapa kondisi pasien diatas juga berada kondisi dengan daya tahan tubuh rendah sehingga infeksi yang terjadi pada penderita AIDS, umumnya juga dapat terjadi pada pasien tersebut.

    Sekian, semoga bermanfaat.

  3. luthfiti96 says:

    thanks Dokter Andika

  4. andikacp_blog says:

    sama-sama pak Luthfi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s