Paru menguncup?..apakah bisa?..

Iya, kondisi paru yang menguncup, dalam bahasa medisnya disebut juga pneumothorax. Dalam kondisi normal proses pernapasan sangat dipengaruhi oleh perubahan tekanan. Saat kita bernafas, didalam paru mempunyai tekanan negatif sehingga udara luar yang bertekanan positif akan mudah masuk kedalam paru, sebaliknya pada saat ekspirasi (membuang napas) tekanan dalam paru lebih positif dibanding udara luar sehingga udara dalam paru mudah terjadi, walaupun proses tersebut juga dipengaruhi faktor lain seperti compliance dll.

Lalu apa hubungannya dengan paru yang menguncup..? Ya..proses penguncupan (pneumothorax) juga sangat berhubungan dengan perubahan tekanan pada paru. Paru kita dibungkus oleh dua selaput yang tipis yang disebut pleura viseralis (membungkus langsung paru) dan pleura parietalis (berhubungan dengan rongga dada). Rongga diantara kedua selaput tersebut disebut juga rongga pleura dan normal mempunyai tekanan negatif terhadap paru. Sehingga saat bernapas (inspirasi) dan membuang napas (ekspirasi) maka rongga pleura tidak berperanan sekali. Maka saat tekanan dalam rongga pleura lebih positif dibanding paru maka rongga ini dapat mendesak paru sehingga paru menguncup yang berakibat kemampuan paru untuk mengambil oksigen jauh berkurang sehingga menimbulkan keluhan sesak napas.

Kondisi rongga pleura bertekanan positif tersebut terjadi karena terdapatnya “hole”, “bleb” pada pleura viseralis sehingga rongga pleura berhubungan dengan udara atmosfer atau rongga pleura yang berhubungan dengan udara atmosfer karena trauma. Kondisi yang disebut pneumothorax ini terbagi atas dua yaitu primary pneumothorax , jika tidak ada penyakit paru yang mendasarinya. Dapat terjadi pada orang normal dan biasanya pada orang dengan postur tubuh tinggi, kurus.Kedua yaitu secondary pneumothorax, jika ada penyakit paru yang mendasarinya seperti PPOK (penyakit paru obstruksi kronik). Untuk penanganannya, kedua pembagian pneumothorax itu sama yaitu membuat rongga pleura lebih negatif dibanding paru sehingga paru dapat mengembang (bayangkan seperti balon..).

Pada keadaan paru yang menguncup kurang dari 20% biasanya hanya dilakukan observasi sambil dipesankan kepada pasien agar segera ke RS jika merasa tambah sesak napas. Tetapi jika penguncupannya lebih dari 20% maka dokter paru akan melakukan pemasangan intercostal tube (WSD=water sealed drainage). Seperti yang terlihat pada video ini

atau bisa juga dilakukan teknik aspiration(penghisapan) pada pnemothorax yang kecil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s