Bukan hanya Jakarta, Paru pun bisa kebanjiran…

Posted: July 1, 2011 in Dokter paru, INFO, MEDIS, Tindakan Paru (Pulmonology Interventional)
Tags: , , , ,

Kebanjiran..emangnya ada air kiriman dari bogor..hehe..kali ini kita membicarakan kebanjiran, tetapi bukan banjir yang masih sering terjadi di Jakarta, biarlah itu di urus pak Fauzi Bowo yang katanya ahli menata ibukota..piss pak..

Kita akan mencoba menjelaskan tentang kebanjiran di paru, atau sering kali diistilahkan dengan efusi pleura (pleural effusion). Efusi pleura adalah suatu keadaan terkumpulnya cairan di rongga pleura (rongga pembungkus paru). Untuk lebih jelas coba lihat gambar dibawah ini
Seperti terlihat digambar terlihat suatu rongga yang menyelimuti paru, itulah yang disebut rongga pleura (pleural cavity). Dalam keadaan normal didalam rongga tersebut terdapat kurang lebih 1 ml cairan yang berfungsi mirip seperti pelumas agar tidak terjadi gesekan diantara kedua selaput pembungkus paru. Karena pengaruh gradien tekanan yang tinggi di pleura parietal (pembungkus luar) yang terdapat sirkulasi sistemik maka cairan limfe akan diabsorbsi di mediatinal lymph node setelah melalui pleura viseral (pembungkus dalam) yang mempunyai tekanan rendah dari pulmonary sirkulasi. Proses filtrasi dan absorbsi yang lancar dari pembungkus luar ke pembungkus dalam akan membuat cairan  tidak terakumulasi pada rongga pleura.

Sama seperti halnya dengan Jakarta yang selokan serta pengaliran air yang tidak lancar, maka gangguan filtrasi dan absorbsi antara pleura parietal dan pleura viseral yang terganggu menyebabkan kebanjiran pada rongga pleura. Kondisi itulah yang disebut efusi pleura. Akumulasi cairan pada pleura tersebut dapat dibedakan atas:

  • Transudat: biasa disebabkan bukan  karena adanya penyakit pada paru tetapi lebih disebabkan perubahan tekanan sirkulasi pulmoner dan tekanan onkotik diparu sehingga gradien tekanan antara pleura parietal dan viseral terganggu. Diantara penyakit yang menyebabkannya adalah gagal jantung, gagal hati (sirosis hati), gagal ginjal, Meig’s syndrome dll)
  • Eksudat: ini biasanya disebabkan oleh terdapat penyakit di paru seperti tuberkulosis, kanker paru, mesothelioma dsb. Hal ini bisa terjadi karena produksi cairan yang banyak yang tidak mampu diserap secara maksimal atau bisa juga karena sumbatan pada kelenjar limfe yang akan mengabsorbsi cairan yang diproduksi.
  • Haemotorax: cairannya berupa darah, dan biasanya terjadi karena trauma, benign asbestos pleural disease.
  • Chylous effusion: cairan pada pleura mirip seperti susu. Ini merupakan akumulasi cairan limfe, dapat terjadi pada penderita limfoma, tuberkulosis, trauma dan juga pada pasien setelah operasi.

Mengenai penanganannya akan kita bahas pada tulisan lanjutan atau segera hubungi dokter paru yang terdekat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s