Gangguan selama tidur dapat menyebabkan kematian!!

Posted: July 21, 2011 in Fisologi pernapasan, INFO, OSA
Tags: , , , ,

Tidur merupakan anugerah yang maha penting bukan saja penting untuk jiwa, kita juga sangat penting bagi tubuh. Apa jadinya kalau tujuan tidur untuk relaks/istirahat malah dapat menyebabkan istirahat untuk selamanya alias meninggal. Saat teman atau pasangan kita tidur sering kita melihat mereka seperti berhenti bernapas, ngorok (snoring) atau hanya gelisah. Dibidang kesehatan paru dan pernafasan, terdapat suatu sindroma yang terjadi selama tidur yang diakibatkan tidak lancarnya aliran oksigen. Kelainan tersebut sering disebut juga sebagai sleep apnea. Sebenarnya sleep apnea terbagi atas 3 kelainan yaitu central sleep apnea, obstructive sleep apnea dan mixed (tipe campuran). Kelainan obstructive sleep apnea (OSA) merupakan sleep apnea yang paling sering terjadi sehingga sering istilah sleep apnea langsung direferensikan dengan keadaan OSA ini. Obstructive sleep apnea (OSA) merupakan suatu kondisi terjadinya sumbatan pada saluran napas selama tidur yang berakibat kondisi hypopnea bahkan apnea (henti napas). Sedangkan keadaan central sleep apnea lebih disebabkan oleh gangguan pada pusat pernafasan di medulla dan di cortex.

Saat ini saya akan membicarakan sedikit tentang Obstructive sleep apnea (OSA). Penderita OSA  secara umum mempunyai kebiasaan ngorok (snoring) untuk jangka waktu yang lama serta juga sering mengantuk walaupun sudah tidur . Pada penderita OSA ini juga kadang-kadang bangun tidur dengan mulut kering, tenggorokan kering kadang-kadang sakit, nyeri dada bahkan sakit kepala. Oleh karena terjadinya gangguan tidur maka seringkali pasien merasakan sulit konsentrasi, gelisah bahkan depresi yang berakibat terganggunya aktivitas sehari-hari.

Kondisi OSA ini dapat disebabkan oleh kegemukan (obesitas) sering kali pada orang gemuk terjadi penumpukan lemak disekitar leher yang berakibat terhambatnya aliran oksigen selama tidur. Begitu juga dengan kelainan saluran napas atas (upper airway) seperti elongasi uvula, edema soft palatum (langit2 mulut). Sedangkan pada anak juga dapat terjadi OSA, dan penyebab utamanya adalah tonsil(amandel) yang membesar.

Untuk pemeriksaan OSA ini dapat dilakukan pemeriksaan polysomnogram (PSG) yang akan memeriksa kualitas tidur dengan mencatat electroencephalograms (EEGs)(aktivitas listrik otak), electroocculograms (EOGs)(aktivitas listrik mata), and electromyograms (EMGs)(aktivitas listrik otot). Disamping itu juga harus dilakukan pemeriksaan spesifik pada daerah saluran napas atas untuk melihat penyebab obstruksi.

Secara umum terapi OSA dibagi atas 3 yaitu:

  1. Behavioral therapy. Pasien kita anjurkan untuk melakukan diet karena penurunan berat badan secara langsung menurunkan resiko terjadinya OSA. Disamping itu juga dianjurkan pasien OSA untuk menghentikan minum alkohol, rokok serta obat-obat tidur karena dapat merusak kerja pusat pernafasan di cortex dan medulla.
  2. Medical therapy. Pada jenis terapi ini kita secara spesifik mengobati penyebab sumbatan seperti kalau terjadi nasal congestion oleh karena alergi maka dapat diberikan steroid topikal dan obat alergi. Disamping, biasanya juga diberikan CPAP (Continous positive airway pressure) yaitu pemberian oksigen yang bertekanan kuat melalui masker yang dipasang pada penderita selama tidur.
  3. Surgical therapy. Pada terapi ini dilakukan terapi definitif pada penyebab OSA. Biasanya dilakukan ovuloplasti bahkan tracheotomy untuk memastikan lancarnya aliran oksigen.
Comments
  1. Johan says:

    thank you for this very explanatory video I wonder why I did not find it when I looked for a video of this kind to post in my blog.
    thanks again

  2. andikacp_blog says:

    Thank you very much Mr.Johan for the video. It ‘s useful for me and also many person who want to know about snoring and sleep apnea. Hopefully you and your organization can give more explanation about such matter. We waiting another from you.
    Once again, thank you. Regard from Japan and Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s